Short Note From Writter…
Salam kenal untuk semua para mupengers…! This is my first partisipation in this web. Sebagai warga baru tentu sudah selayaknya kalau saya terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada para pembaca serta mungkin para senior yang terlebih dahulu aktif di web ini. My nick name is Pendekar Maboek. Sebenarnya saya bisa dibilang bukan warga yang benar-benar baru di web ini, karena sebelumnya saya sudah cukup lama mondar-mandir di web ini namun hanya untuk sekedar ikut membaca cerita-cerita yang dimuat dengan status sebagai pembaca pasif. Setelah cukup lama berstatus sebagai pembaca pasif, akhirnya saya melihat, menimbang, memutuskan dan kemudian menetapkan untuk ikut serta berpartisipasi sebagai pembaca aktif dengan mencoba mengirimkan sebuah cerita berjudul “INNOCENT ANGELS”. Cerita ini adalah murni cerita fiksi hasil kerja otak kiri dan otak kanan, dipadukan dengan sedikit partisipasi dari kerja otot-otot areal pusar agak sedikit kebawah serta dicampur bumbu-bumbu sensualitas, drama, romatisme, komedi, intrik, tragedi, skandal, konspirasi dan sedikit mantra sakti simsalabim… wuussh… Chapter one is finally finish and ready to serve!
Sebagai warga baru pula tentunya dalam hal ini saya masih perlu menimba banyak ilmu dari para pembaca ataupun para senior sekalian. Sehingga seperti kata pepatah dari para leluhur dan pendahulu kita bahwa katanya “tak ada gading yang tak retak”, maka segala kritik, saran, pendapat opini atau bahkan mungkin cacian dan makian sangat saya nantikan guna terus menyempurnakan karya-karya saya selanjutnya. Dan tanpa perlu berpanjang x lebar x tinggi lagi, sebagai kata-kata penutup dengan ini saya sampaikan: Selamat Membaca…!
Somewhere in Earth, October 2009.
Pendekar Maboek
*********************************
CHAPTER ONE
Suatu pagi yang terlihat cukup cerah.

Adelia
Di sebuah ruangan kamar tubuh seorang gadis nampak terbungkus selimut putih dan tergolek polos diatas ranjang. Dari ekspresi wajahnya terlihat gadis itu masih terlelap dalam tidurnya yang damai. Sedangkan diluar sana sang mentari sudah cukup lama berganti tugas dengan sang rembulan. Ranjang dimana gadis itu tergolek diatasnya terlihat acak-acakan. Sprei putih yang seharusnya menutupi kasur dengan rapi kini terlihat berantakan. Kaos berkerah tanpa lengan berwarna merah muda, jeans biru, sandal high heel hitam dan tas jinjing coklat terlihat berserakan di atas dan bawah ranjang. Read the rest of this entry ?