Author Archive

h1

Office Cutie 3: Gairah di Rumah Tua

May 19, 2009
  • Cerita ini hanya fiksi belaka…
  • Bacaan ini khusus untuk dewasa, bukan untuk bacaan anak di bawah umur.
  • Say no to rape & drug’s in the real world
  • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-copy paste, dan menampilkan cerita ini di tempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsipgue.

*****************************

Rumah Tua

Rumah Tua

Di pagi hari yang cerah ini, aku bersiul-siul dengan gembira, kugiring dan kuparkirkan kendaraan mewahku, motor bebek dukun berwarna merah keluaran berpuluh-puluh tahun yang silam. Di depan kaca spion, kurapikan rambutku dan kusisir dengan rapi, Ck Ckk. Ckkk, betapa tampannya aku ini, bibirku yang tebal selalu menebarkan senyuman yang ramah, mataku yang bulat besar begitu indah mempesona, apalagi jika Aku menatap bokong para gadis cantik yang berseliweran di hadapanku. Ahhhh…ssshhh oohhh….my office, my playground, my PALACE!! Sebuah senyuman mengembang di bibir seksiku, gimana rasanya jika aku menjadi atasan disini, pasti asik…

“SELMYYY….kesini kamu!!“ aku berteriak memanggil seorang pegawai tua yang tergopoh-gopoh menghampiriku, ia menunduk ketakutan menatap lantai, kupandangi sosok kurus itu dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, ckk ckkk.. ckkkk…, begitu kotor, dekil, tak terawat.
Read the rest of this entry ?

h1

Friska 1 : Holyshit Brother!

May 12, 2009

Disclaimer

  • Cerita ini hanya dibuat murni karangan dan fiktif belaka.Jika ada kesamaan tokoh, latar waktu dan tempat adalah tidak adanya unsur kesengajaan atau kebetulan semata. Kisah ini menceritakan seorang gadis kaya raya keturunan indo yang memilik seorang kakak laki laki yang penampilannya sedang sedang saja, karena kakak laki lakinya adalah hasil hubungan gelap antara ayah sang gadis dengan pembantu di rumah mewah tempat ia tinggal.
  • Di dalam cerita ini terdapat berbagai macam kejadian berbau erotis dan penulis mengajurkan jika pembaca merasa belum cukup dewasa karena umur bukan yang menentukan kedewasaan, dipersilahkan berhenti membaca dan meninggalkan halaman ini. Atau mungkin pembaca yang tidak suka dengan alur cerita ini dipersilahkan meninggalkan halaman ini.
  • Penulis juga melarang kepada pihak pihak yang seenaknya mengcopy paste karya ini seenaknya tanpa seizin penulis atau Mr.Shusaku selaku pemilik milis KBB. Seperti kata Bro Raito, yang Copy, MANDUL!!!
  • Karya ini juga boleh di Post di beberapa blog seperti : -Arsipgue.wordpress.com
    friska

    friska

    Tujuh belas tahun sudah diriku sekarang. Aku tumbuh menjadi gadis remaja yang tak taulah mau di bilang ceria atau tidak. Mungkin teman temanku menganggap bahwa hidup seperti ini enak, tapi ternyata jadi anak orang kaya itu tidak enak seperti yang dibayangkan oleh orang orang yang tidak mampu di luar sana. Bayangkan saja, setiap hari kerjaanku hanya menonton TV menunggu guruku datang. Ayah tak mengizinkanku untuk bersekolah layaknya teman temanku, karena ia tidak mau putri satu satunya bergaul dengan orang orang yang menyimpang. Aku akui bahwa aku sangat beruntung terlahir di keluarga ini, memiliki ayah yang protective terhadapku. aku lupa, belum menceritakan tentang ibuku. Ia sosok wanita tangguh dan pekerja keras, tetapi itu tinggal kenangan. Ia meninggal disaat umurku tujuh tahun. Pada saat itu aku belum mengerti apa apa karena ayah selalu merahasiakan dan beralasan “ibu sedang pergi tugas ke Amerika” sampai pada suatu saat aku tahu bahwa ibuku telah meninggal. Aku menangis di kamar sejadi jadinya. Waktu itu aku berumur lima belas tahun. Aku memiliki seorang kakak angkat yang cukup baik terhadapku. ia sosok seorang kakak yang tegas pada adiknya. Namanya Kak Dedi. Umurnya tak beda jauh denganku penampilannya, jauh dari kata ganteng. Bahkan salah satu temanku ada yang mengira ia tukang kebun rumahku. Ia berumur 22 tahun dan dari informasi yang aku tahu, kak Dedi sudah memiliki seorang pacar. Read the rest of this entry ?

    h1

    Perkenalanku dengan Alfi

    May 4, 2009

    NB: cerita ini merupakan sekuel dari cerita berjudul ‘Alfi, si Loper Koran dan Sandra, pacarku’

    Dian

    Dian

    Pertama-tama perkenankan aku memperkenalkan diri, namaku Dian, 24 tahun. Aku kini hampir setahun bekerja di sebuah biro iklan tak lama setelah lulus kuliah. Dilihat secara fisik aku terbilang cantik, setidaknya begitulah yang dikatakan orang-orang. Tubuhku 169 cm dengan kulit putih mulus dan membentuk lekukan indah. Rambutku hitam panjang sedada dan mata yang bulat. Oke kukira cukup perkenalan diriku, kalau kebanyakan ntar dibilang narsis lagi hehehe. Kisah ini terjadi ketika seorang sahabatku, Sandra, akan berangkat keluar kota menyusul suaminya ke kota G tempo hari, ia telah memintaku sekali-kali untuk menengok keadaan rumahnya selama ia tidak di rumah. Rumah mereka hanya ditinggali seorang anak asuh mereka, Alfi yang usianya baru akan beranjak 17 tahun. Ia bertubuh kurus dan berkulit hitam, mereka baru sekitar satu tahunan mengadopsinya. Tak banyak yang kutahu mengenai anak itu. Setahun belakangan semenjak Sandra menikah aku jarang mampir ke rumah mereka hanya sempat kadang telepon-teleponan dengannya. Sandra juga mempergunakan jasa pembantu bik Nah, orangnya sudah tua namun hari ini ia minta izin untuk pulang mudik selama satu minggu. Kebetulan hari sudah agak malam saat aku mampir, Alfi yang membukakan aku pintu, kulihat ia senang sekali melihatku datang.
    Read the rest of this entry ?

    h1

    Alfi, si Loper Koran dan Sandra, pacarku

    April 25, 2009
    Sandra

    Sandra

    Sudah lima tahun aku pacaran dengan Sandra. Kami kuliah di perguruan tinggi yang sama. Enam bulan kuliah kami berdua bakal selesai.Lalu tahun depan berencana menikah. Sandra pacarku adalah seorang gadis yang cantik, pandai, populer di kampus. Body bak model dengan tinggi 174 cm, 32-28-32, dengan rambut hitam panjangnya yang indah seperti model-model iklan shampo. Nilai plus lain baginya adalah ia masih perawan, ya…selama ini kami memang hanya bercinta sebatas peting. Aku memiliki fantasi seks, sejak kecil aku ingin bersetubuh oleh seorang gadis dewasa, namun hal itu tak pernah jadi kenyataan. Hingga akhirnya muncul pikiran gila ini. Aku berpikir untuk meminta Sandra membantuku mewujudkan mimpi itu. Aku mengatakan keinginanku pada Sandra. Awalnya ia menolak mendengar permintaan aneh dariku. Bahkan ia sempat marah karena heran bagaimana aku rela dirinya ditiduri oleh orang lain apalagi sampai menyerahkan kegadisannya pada seorang bocah ingusan seperti Alfi.

    “Please manis…aku benar-benar memimpikannya sejak kanak-kanak. Dan aku akan tetap mencintaimu setelah itu terjadi.”

    “Tapi itu benar-benar gila Dit!”

    “Memang itu ide gila sayang…tapi kepada siapa lagi aku hrs minta tolong?”
    Read the rest of this entry ?

    h1

    Arabian Madness 2 : Ayaka Komatsu

    April 19, 2009
    • Cerita ini hanyalah Fiksi belaka…
    • Bacaan Khusus dewasa, bukan untuk anak dibawah umur, alias Adult Only…!! ^_^
    • Say NO To Rape and DRUG’S in The Real World.
    • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain DiKBB , Telur Rebus n Arsipgue.
    Ayaka Komatsu

    Ayaka Komatsu

    Hari itu masih gelap, jam dinding menunjukkan pukul 5 dini hari, sesosok tubuh tambun menggeliat diatas ranjang empuknya, Ahmed membuka matanya, tatapan matanya dingin sedingin udara hari itu, tubuh besar itu bangkit dari atas ranjang dan berdiri dihadapan sebuah cermin besar, Siarab menanggalkan Pakaiannya hingga telanjang bulat, matanya menatap tajam pada bayangan benda diselangkangannya, 16 Cm, Hanya 16 Cm….!! karena ukuran benda inilah Ahmed sering diolok-olok dan dilecehkan.

    Sang cermin melemparkan Ahmed kembali kemasa lalu, Sipenis kecil.., Sipenis kecil, begitulah mereka yang berambut pirang dan yang bertubuh hitam legam berteriak sambil mengejar-ngejarnya, kemudian mereka merejang tubuh Ahmed dan menarik celana dan celana dalamnya, terdengar suara tawa keras bersahutan ketika sesuatu diselangkangan Ahmed terekspose dengan jelas,mereka tidak mempedulikan Ahmed sikutu buku yang menangis dibebani segudang penderitaannya.yang tinggal dinegri Orang..
    Read the rest of this entry ?

    h1

    Neo Nightmare Campus 2: The Experiment

    April 2, 2009

    Setelah kejadiaan itu Hendra pulang dengan Sarif namun langsung ke rumah Hendra. Sarif agak bingung dengan kelakuan Hendra, namun dia lebih memilih diam, Sarif mengira Hendra habis dilecehkan oleh temen-temennya lagi seperti biasa. Sesampainya di kamar.Hendra langsung mengambil  handuk setelah melepas bajunya dan masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Sarif langsung  tidur-tiduran di ranjang empuk milik Hendra, ia bangun dari tempat tidur untuk mengambil  hp Hendra yang berbunyi dan Sarif tahu kalau itu telepon dari nyokapnya karena ringtonenya dia yang ngatur, Sarif bergegas untuk mengangkat hp Hendra.

    “hallo Bu” kata Sarif lembut

    “hallo Sarif, mana Hendranya?” suara lembut dari nyokap  Hendra, nyokap Hendra tahu kalo yang mengangkat hpnya itu Sarif karena sudah kebiasaannya setiap menelepon.

    “Hendranya lagi mandi bu, mungkin bentar lagi selasai.”

    “ya udah kalo gitu bilang sama Hendra kalo ibu nelpon ya, ooo…ya jangan lupa jagain dia”

    “siip boozz” sahut Sarif sedikit bercanda karena mereka sangat akrab sekali dan Sarif sudah menganggapnya seperti ibu sendiri.

    Setelah selesai Sarif membuka music player di hp Hendra dan kembali tidur-tiduran di kasur empuknya. Sarif tiduran sambil mengocek-ngocek hp milik Hendra dan betapa terkejutnya dia melihat foto persenggamaan seorang pria dan wanita yang dia ketahui bahwa yang pria adalah pak Abdul panjaga  kolam renang kampus. Semakin penasaran, ia terus membuka semua foto dan video di hp Hendra dan akhirnya mengambil kesimpulan.
    Read the rest of this entry ?

    h1

    Neo Nightmare Campus: The Beginning

    April 2, 2009

    Tak ada seorangpun yang menginginkan kekurangan dalam dirinya, meski kesempurnaan juga mustahil dimiliki seutuhnya. Ada saja yang kurang, membuat kesempurnaan itu hanyalah angan. Hendra, cowok berotak cerdas dan bebas menggunakan kekayaan orang tuanya seperti mobil.motor atau pun ponsel, bukanlah barang langka baginya. Tapi apa guna semua itu jika selalu keberadaannya di lingkungan kampus atau tempat begaul selalu mendapat remehan dan ocehan semua temannya. Hendra selalu dibutuhkan oleh mereka saat membutuhkannya saja. Hendra anak seorang pengusaha. Dia anak tunggal di keluarga itu, umurnya sekitar 22 tahun, tingginya 165 cm berat 55 kg. badannya tegap bisa juga disebut macho,tapi dia memiliki wajah yang jauh dari ganteng oleh sebab itu banyak dijauhi oleh teman-temannya dan hingga banyak dari mereka yang benci dan jijik berteman dengannya. Kejadian ini terjadi pada saat Hendra ditelepon sahabat karibnya untuk memintanya untuk menjemput di kampus. Oh ya aku kenalin dulu namanya Sarif, dia anak panti asuhan yang dibangun orang tua Hendra, tingginya sekitar 166 cm berat 55 kg gak beda jauh dengan Hendra. Ia bergegas mengambil kunci mobilnya dan meluncur ke kampus tempatnya kuliah, namun dia tadi lebih awal pulangnya dan ke sana untuk menjemput Sarif. Setibanya di depan kampus, Hendra menelpon Sarif namun jaringan lagi ada gangguan, terpaksa dia masuk ke dalam mencari sahabat karibnya itu. Ketika menuju tempat biasa Sarif nongkrong, Hendra mendengar suara percakapan seseorang di dalam sebuah gudang. Ia mengendap-endap ke celah jendela yang sedikit terbuka dan mengintip siapa yang sedang berbicara itu. Mata Hendra terbelakak dan mulutnya melongo menyaksikan yang terjadi di dalam ruangan itu.
    Read the rest of this entry ?

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.