Author Archive

h1

Neo Nightmare Campus 3: Innocence Fall

July 9, 2009

Disclaimer:

  • Cerita ini mengandung unsur pornografi yang tidak cocok buat anak di bawah umur atau orang-orang sok alim.
  • Seluruh materi cerita ini adalah fiksi belaka. Seluruh kemiripan nama, tokoh, tempat, kejadian, dll adalah suatu kebetulan semata.
  • Cerita ini dibuat hanya sekedar iseng dan meredam rasa kangen pada cerita Imron yang asli yaitu nightmare campus dan nightmare sidestory karya bos Shusaku.

****************

Kamar Hendra

“Jadi menurut lu gimana?” tanya Hendra saat sambil bermain PS.

“Siapa?” tanya Sarif yang sedang asyik mengatur formasi bola.

“Itu si Ivana, cewek yang selama ini bikin kita kesengsem” kata Hendra membuat Sarif terbatuk dan kesal gara-gara Hendra menekan tombol pause pada stik PS dan naik ke ranjang, Sarif mendelik marah karena pertandingan baru dimulai tapi terhenti.

“Dia manis, imut-imut, polos, ramah, tapi….?” kata Hendra terhenti, lalu memandang Sarif.

“Kenapa kamu naksir ma dia?

Hendra hanya tersenyum simpul sedangkan Sarif melotot karenanya. ”Lu yang naksir kali, dia kan budak Imron, ga nyangka kan cewek baik-baik gitu juga ternyata…”

“Yah, eh, bukan gitu. Tapi dia emang bedakan ama yang laen, Ivana itu baik banget sama semua orang”

“Terutama sama Imron gitu, maksud kamu? sama aja Rif, hehehe?” sambil cengengesan.

“Selama ini semuanya nggak peduli sama kita Rif, gak ada yang menganggap kita ada kecuali waku dibutuhin doang” kata Hendra lagi.

“kalo aku sih setuju aja Hen, oke….oke, ini memang waktu kita buat balas dendam…hahahaha”

“Tapi…Ivana emang beda, dia ga kaya yang lain, lu inget waktu dia nawarin kita nyicipin sample kue waktu dia jaga stand itu?” kata Hendra mengingat-ingat beberapa bulan lalu ketika bazar gadis itu menawarinya potongan brownies buatannya dan teman-temannya untuk dicoba, “gua tau dia itu tulus, keliatan dari senyumnya sama tatapan matanya, kalau cewek lain waktu itu mungkin ngelirik kita juga ngga”

“Ah…sok romantis lu Hen, kalau ada kesempatan ngentot sama dia pasti ga akan lu lewatin kan!?” kata Sarif sambil mengeplak kepala belakang Hendra.

Keduanya pun tertawa terbahak-bahak dalam obrolan mesum mereka.
Read the rest of this entry ?

h1

Acha Septriasa XXX: Potret Artis Masa Kini

June 29, 2009

Sebuah Karya Bersama Pimp Lord & Diny Yusvita.

Original Idea by Diny Y.

Storyline & Opening by Pimp Lord.

Editing & Finishing by Diny Y.

Acha Septriasa

Acha Septriasa

Dentuman musik menghentak jantung setiap pengunjung cafe itu. Beat kencang sang DJ terlebih dengan beragam campuran alkohol ataupun psikotropika membuat pengunjung Trance atau Nighters semakin fly high. Kebanyakan pengunjung adalah kumpulan gadis-gadis belia yang masih berusia belasan tahun, mereka dan beberapa temannya tampak menikmati betul suasana itu, dan seperti pada umumnya pengunjung Nightclub, pakaian yang dikenakan benar-benar mengundang birahi, rok yang sangat mini dan sebatang ‘menthol’ pada bibir sensual yang membuat diri semakin merasa seksi dan gaul. Beberapa pengunjung Café tersebut adalah para artis, baik itu yang sudah terkenal maupun yang baru naik daun, bahkan beberapa hanya seorang foto model yang berniat mencari om-om produser maupun seorang sutradara, agar bisa menaikkan karir hingga melambung tinggi. Tentu dengan semakin naik dan terkenal namanya, bayaran atas profesionalismenya pun akan semakin berlipat ganda. Adapun pengunjung lainnya berprofesi sebagai Paparazi, yang kerap kali mencari berita untuk di dramatisir dalam sebuah tabloid atau harian, dengan foto sebagai objeknya. Seperti halnya pria yang  bernama Paimin ini, dia berasal dari kampung. Pekerjaan Paimin sebelumnya adalah fotographer kampung, jadi dengan modal itulah dia nekat untuk mengadu nasib di Jakarta kota Metropolitan ini. Dia punya kenalan di Jakarta ini, teman sekampungnya bekerja di salah satu tabloid yang sudah terkenal, lebih bonafit dibanding perusahaan yang mengolah tabloid tempatnya bekerja. Pada temannya itu sementara dia menebeng untuk Kost dan belajar mendalami keahlian pekerjaan yang diburunya dan juga disenangi olehnya. Pendalaman keahlian itu tidaklah memakan waktu lama dikarenakan Paimin bisa dikatakan ‘otak encer’, walaupun dari kampung. Oleh temannya ini pula Paimin dimodalkan Kamera mini digital, pemilik tabloid hanya cukup membayar Paimin dari hasil jepretan, memberikan uang saku untuk keperluan di luar serba-serbi, uang transport juga uang makan, tetapi tidak gaji tetap.
Read the rest of this entry ?

h1

Angela

June 25, 2009
Angela

Angela

Aku punya seorang teman baik. Dia punya 2 orand adik perempuan. Yang paling kecil berumur 22 tahun. Namanya Angela, tingginya sekitar 170 cm, dengan badan yang langsing, sepasang kaki yang panjang, dan dada yang tidak terlalu besar. Wajahnya bagaikan bidadari dalam mimpi semua pria. Aku tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini. Suatu hari aku ke rumah temanku utk berangkat ke kantor bersama. Ketika itu aku melihat Angela sedang sarapan di ruang makan sendirian.
?Hi..? sapa ku.
?Ko Adi sedang mandi, mungkin sebentar lagi selesai.? Kata nya.

Kemudian dia bangkit dan merapikan piring dan sendoknya dan langsung pamit untuk pergi ke kampus.
Ketika Angella sudah menghilang dari belakang pintu, dengan cepat aku naik ke lantai 2 dan mencoba untuk memasuki kamarnya. Beruntung sekali karena tidak dikunci. Aku segera menghampiri lemari pakaiannya dan mencari harta karun fantasi sex ku. Tetapi aku mengalami kekecewaan karena dia hanya punya 3 pasang pantyhose, sehingga aku tidak mungkin mengambilnya. Untuk mengobati kekecewaanku, aku mencari keranjang cucian yang ada di kamar mandinya. Aku cari celana dalamnya. Aku menemukannya di antara pakaian tidurnya. Dengan cepat aku mengambil celana dalamnya yang terbuat dari bahan satin yang halus dan menempelkannya di hidung dan menarik nafas dalam-dalam. Pikiranku langsung melayang dan penisku semakin mengeras dan panjang. Celana dalamnya masih menyimpan aroma yg khas dari vagina seorang wanita. Read the rest of this entry ?

h1

Office Cutie 4: Berbagi Lubang Pengantin Baru

June 24, 2009
  • Cerita ini hanya-lah fiksi belaka
  • Bacaan ini Khusus untuk dewasa, Bukan untuk bacaan anak dibawah umur. (Sorry Adult Only ^_^), Read For Your Own Risk…n Jangan dipraktekkan didunia Nyata yak Mupenger’s.
  • Say no to rape & drug’s & crime’s in the real world, let’s make the world green & peace everyone.
  • Satu lagi ^_^, dilarang mengcopy-paste dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain KBB, Telur rebus n Arsipgue he he he ^_^

******************************

Ahywa

Ahywa

“HOAAAAAMMM!!“ aku membuka mulutku lebar-lebar,

Sretttt…kuturunkan resleting celanaku dan kutarik Ujang Junior keluar dari dalam celana dalamku yang dekil,  Serrrrrrrr…serrrrrrr serrrrrrrr…kusirami sebuah pot keramik di dinding toilet yang sedang menganggur, sebuah senyum mengembang di bibirku yang tebal, membayangkan wajah seorang gadis cantik berwajah pirang berwajah sensual sensual bertubuh seksi, si pirang baru saja lulus dan langsung diterima kerja di perusahaanku (ehh salahh…, maksudku, perusahaan Bu SELMY) Ia sudah bekerja selama seminggu dan sampai saat ini aku masih  belum juga berhasil menemukan kesempatan dalam kesempitan (vaginanya) EHEMMMM…..!! aku berdehem keras ketika kata sempit secara otomatis mengarahkan otak kotorku pada belahan di selangkangan si pirang. Aku mendesak-desakkan tubuhku bagian bawah mendesak pot porcelain itu, batang penisku mendadak tegang.

“Ujang sayangg…. “
Read the rest of this entry ?

h1

Alfi dan Bu Gurunya yang Cantik

June 24, 2009
Nikken

Nikken

Rok Niken terangkat sedikit di atas lutut ketika dia menyilangkan kakinya yang panjang semampai membentuk betis yang indah. Bu Niken, guru Bahasa Indonesia itu sibuk menerangkan pelajaran di depan kelas namun pikiran Alfi tak sedikitpun menyimak pelajaran. Matanya mengikuti kemanapun tubuh semampai itu bergerak. Alfi tidak punya otak yang pandai, modalnya hanyalah sperma yang terus berproduksi. Namun Alfi tidak juga dapat disalahkan, Niken memang luar biasa menarik, apa-apa yang dimilikinya sanggup membuat lelaki manapun bertekuk lutut. Ia memang primadona di sekolah itu. Tidak hanya murid laki-laki tapi para guru pun tak dapat melepas pandangannya saat melihat wanita itu. Niken berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut hitam terurai sedada dan berumur 25 tahun. Seorang sarjana sasra lulusan dari perguruan tinggi terkemuka. Lajang yang dua bulan lagi dipersunting seorang pengusaha muda kaya. Satu jam pelajaran terasa singkat bagi Alfi.

“Uuuu… sudah bel” gerutunya

Beruntung bagi Alfi ia duduk di persis depan meja guru. Posisinya paling dekat. Matanya sesekali menatap tonjolan indah pada dada Niken. Meski menghayalkan tubuh indah sang ibu guru namun ia harus tetap berhati-hati mencuri pandang agar Niken tak curiga. Tapi penisnya terasa nyeri akibat mendesak celana seragam sempitnya. Itu memang celana pendek yang sesuai bagi anak seusia Alfi tapi tidak untuk anak itu. Benda itu tumbuh sedemikian besar setelah bertahun-tahun di pakai ngentot. Alfi juga ingat bagaimana telatennya Sriti dulu mengocok penisnya mempergunakan ramuan campuran air teh basi dan beberapa jamu-jamuan.

“Untuk apa campuran ini kak?” tanya anak itu bingung, ia sungguh tak menyukai aroma yang hinggap di hidungnya.

“Biar punya kamu tambah gede dan kamu bakal menaklukan banyak wanita kelak Fii” ujar Sriti saat itu.

Setiap pagi barangnya digodok dengan ramuan itu, Bertahun-tahun kemudian baru terlihat manfaatnya. Penisnya tidak hanya bertambah besar dan panjang, namun efek ramuan itu juga membuat otot-otot tetap kaku setelah berejakulasi.
Read the rest of this entry ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.