- Cerita ini hanyalah fiksi belaka……
- Bacaan khusus dewasa, bukan untuk anak di bawah umur, alias Adult Only…!! ^_^
- Say NO To Rape and DRUG’S in The Real World.
- Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain DiKBB , Telur Rebus n Arsipgue.
—————————————————————————
Beberapa orang tentara Arab tengah berjaga-jaga di sebuah pulau terpencil, sesekali mereka tersenyum sinis ketika menyaksikan salah seorang dari para bule dan para negro itu terjatuh ketika mengangkat beban berat di pundak mereka. Gedebukk…tiba-tiba seorang bule tejatuh dan meringis kesakitan di atas tanah yang berlumpur itu, salah seorang mandor langsung menghampiri seorang bule dan memecutnya dengan keras
“CTARRRRR…..!! aaaaaaaaaaaaaaa…….CTARRR…!!“ Si bule menjerit kesakitan kemudian berusaha untuk bangkit berdiri dan melanjutkan pekerjaannya, beberapa lecutan keras mampir di punggungnya, si bulepun melangkah terseok-seok sambil menahan rasa sakit yang menderanya. Dengan wajah dinginnya si mandor Arab kembali berteriak-teriak menyuruh agar para tawanan bule dan negro itu bekerja dengan lebih giat. Lapar, haus, kecapaian, kepanasan, kehujanan adalah bumbu dari segudang penderitaan yang harus dijalani oleh para budak negro dan bule yang diperbudak di sebuah tambang emas di pulau terpencil itu.
************************
Sementara itu di sebuah rumah mewah….
Seorang gadis cantik tertunduk lesu, sesekali ia menghela nafas panjang untuk meredakan gejolak di hatinya, tiba-tiba Ayaka tampak was-was, gelisah ketika mendengar sebuah suara tawa yang sudah sangat dikenalnya, suara tawa yang berat dan serak, suara tawa Ahmed. Ayaka mundur hingga punggungnya tertahan di sudut ruangan mewah itu ketika pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Sesosok tubuh tambun masuk ke dalam kamar. Si Arab tersenyum menyaksikan Ayaka yang terpojok ketakutan di pojok kamar itu, ia menghampiri Ayaka yang ketakutan, gadis itu memejamkan matanya ketika wajah si Arab menunduk mengejar wajahnya, ia bergidik jijik ketika batang lidah Ahmed menjilat rahangnya.
Read the rest of this entry ?


