Bagian 1 : Penyusup itu bernama Paijo
Mentari pagi menerobos lembut kaca jendela ke dalam rumah. Di pagi cerah penuh simfoni terlihat Sandra sedang duduk termagu-magu di ruang keluarga. Meski belum mandi dan berias namun wajahnya yang bulat telur tetap saja terlihat cantik. Hidungnya meliuk dari dahi ke bawah dan meruncing di bagian ujung membentuk sudut yang manis dengan bibirnya yang sensual. Ia memang memiliki semua anugrah yang di idamkan kaum wanita. Kulitnya yang halus berwarna putih menambah keelokan tubuh sintalnya. Sayang tak ada senyum dan keceriaan menghiasi wajahnya saat itu. Wajahnya yang cantik itu justru menggurat sebuah kesedihan. Nampak Didiet sang suami baru saja keluar dari kamar dengan menyandang sebuah koper kecil. Pagi ini ia harus berangkat ke kota G. Ia menoleh di mana sang istri tercinta duduk menatap sesuatu di kejauhan padahal sesungguhnya dia tak melihat apapun di sana.
“Say, aku sudah siap.”
Read the rest of this entry ?




