Posts Tagged ‘perkosaan’

h1

Lust Inc.: The Briefing

July 25, 2009
Lusi

Lusi

Namaku Lusi, saat ini usiaku 26 tahun dengan tinggi badan 160 cm dan berat 45 kg. Aku bersyukur karena secara fisik dianugerahi wajah yang termasuk cantik, setidaknya begitulah kata orang-orang, dengan rambut panjang sedada yang agak bergelombang dan kuhighlight kecoklatan. Suamiku adalah seorang pengusaha muda yang sukses, usianya tiga tahun lebih tua dariku. Kami, pasangan muda ini, telah menjalani kehidupan rumah tangga selama lima tahun tapi entah kenapa sampai saat ini kami belum dikarunia seorang anakpun. Karena merasa bosan dan kesepian di rumah terus, Helen, salah seorang temanku mengajakku untuk bekerja di tempatnya yang adalah salah satu perusahaan swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Setelah mempertimbangkan selama beberapa hari, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja di sana. Awalnya suamiku tidak setuju aku bekerja lagi tapi karena aku memberi alasan yang menurutnya masuk akal akhirnya dia menyetujuinya. Perusahaan itu bernama PT. Lancar Usaha Sentosa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor. Hari ketiga bekerja aku sudah buat masalah dengan terlambat datang ke kantor hingga hampir setengah jam sehingga aku dipanggil oleh atasanku yang konon katanya sangat galak. Sebut saja namanya Pak Herman, seorang WNI keturunan, berkulit putih, gemuk, dengan kepala hampir botak mengingatkan pada Liem Sioeliong, konglomerat terkenal pada zaman orde baru itu loh. Ini adalah kali pertamaku akan bertemu langsung dengannya, karena ketika aku baru masuk ia sedang tugas di luar kota dan baru pulang kemarin sore. Dengan berdebar-debar aku melangkahkan kakiku ke ruangannya. Tok..tok…perlahan aku mengetuk pintu ruangannya.
Read the rest of this entry ?

h1

Kakek yang Beruntung 2

June 10, 2009

Disclaimer:

  1. Terima kasih berat buat shusaku yang udah ngedit dan memuat cerita gue yang pertama, kakek yang beruntung 1, semoga berguna buat para mupenger ‘n semoga digunakan di jalan yang benar, terima kasih buat para mupenger yang sudah menanggapi dan saling bertukar pikiran, semoga cerita ini tetap exist bersama cerita-cerita  dan karya-karya lain.
  2. Buat yang mau ngopi atau menggandakan atau memperbanyak atau merebut hak cipta  cerita ini, dipersilakan tanpa larangan sedikitpun tetapi harus digunakan di jalan yang benar dan tidak disalahgunakan.
  3. For mupenger say no to Ngedrug say yes to Ngedrift, say no to Racism, keep producing, keep exist, keep workheart.
  4. For Indonesian people say fuck to capitalism, sey yess to Socialism.
  5. Finnaly, say no to free sex, say absolut yes to sex after marry, KEEP VIRGIN, KEEP LIVE PEACEFULLY.

****************************

Lanjutan kisah “Kakek yang Beruntung 1”

(Ralat: Sebelum kita mulai cerita ini, gue mau ngeralat masalah ukuran dada Dina yang di Vol.1 gue sebut 40A, habis gue baca di artikel tentang ukuran bra ternyata gue salah pengertian, gue ralat ukuran dada si Dina pengantin bohay kita ini menjadi 36D. Sama lama pernikahan Joko dan Istrinya gue tulis 40 tahun, sekarang gue ralat jadi 30 tahun. Maaf atas ketidaktelitian gue, semoga tidak mengganggu kenyamanan para pembaca dan tidak merubah jalannya cerita.)

****************************

Dina

Dina

Joko sering menyendiri dan merenung di rumahnya setelah kejadian yang membuat jantungnya hampir copot dari tempatnya itu. Istri Joko merupakan orang yang cuek sehingga tidak begitu memperhatikan tingkah laku yang tidak biasanya dari suaminya itu. Tetapi Joko termasik suami yang beruntung karena memiliki istri yang bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah dan selalu siap dalam menyiapkan segala kebutuhan Joko baik mencuci baju sampai menyiapkan sarapan dan makan malam. Joko melamun hampir 1 jam sampai ia memperoleh ide yang sangat cemerlang menurutnya. Dia teringat memiliki seorang teman yang pernah meminta tolong kepada seorang dukun sakti untuk memperlaris dagangannya di pasar. Teman Joko ini bernama Dono, Dono merupakan teman kerja Joko yang sama-sama telah pensiun sekarang. Akhirnya Joko berniat untuk mengunjungi teman lamanya itu untuk dikenalkan dengan dukun yang terkenal kesaktiannya sampai ke kota-kota besar di Pulau Jawa itu. Tetapi tidak sembarang orang bisa berhubungan dengan dukun sakti itu, hanya orang-orang yang telah berlangganan dan memiliki koneksi saja yang memiliki akses untuk meminta tolong kepadanya. Keesokan harinya  di rumah Dono tepatnya di perumahan kota tidak begitu jauh dari desa Joko, Joko menceritakan masalahnya kepada Dono, Dono hanya bisa tersenyum mendengar cerita teman baiknya itu, ternyata belum berubah juga si Joko ini pikirnya (Tetep mesum, makin tua makin gawat hehehe). Tetapi sebagai teman baik, Dono tidak bisa menolak permintaan teman baiknya itu untuk membawanya ke tempat dukun super sakti. Read the rest of this entry ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.