Posts Tagged ‘The Adventure of Joe’

h1

The Adventure of Joe 4: Celebriteens

March 16, 2009

Ini hanya sekedar cerita dan khayalan belaka. Karakter-karakter yang tercantum dalam cerita ini tidak benar-benar bersikap dan bertindak seperti dalam cerita. Kejadiannya cuma hasil pikiran kotor penulis belaka yang hanya mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan hiburan bagi sesama pemilik pikiran kotor lainnya. Just have fun.

* * * * * * * * ** * * * * * * * * ** * * * * * * * * *

Motorku kuhentikan tepat di pagar rumahku. Aku membuka pintu pagar lalu memasukkan motorku ke halaman depan rumahku. Hari sudah sore saat aku sampai di rumah kontrakanku. Aku baru saja pulang dari lokasi syuting yang ada di daerah Bekasi. Hari ini aku bertugas sebagai assistant lighting. Baru sekitar dua bulan yang lalu aku mulai belajar tentang lighting untuk keperluan syuting sinetron. Dan hari ini aku dipercaya sebagai assistant lighting. Lumayanlah. Walaupun tadi aku hanya mengikuti arahan dari pak Benny yang jadi penanggung jawab lighting.

Baru sekitar 6 bulan ini, aku bekerja di dunia sinema layar kaca ini. Awalnya aku di tempatkan di bagian umum yang tugasnya cuma bantu sana-sini. Tapi aku tak menyia-nyiakan waktu kerjaku begitu saja. Setiap ada waktu luang, aku segera bertanya ke sana-sini mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sinematografi pada krew yang sudah berpengalaman. Sebagai awalan aku memilih belajar mengenai lighting, yang kupikir lebih mudah. Tapi ternyata perkiraanku salah. Sekitar 3 bulan aku menghabiskan waktuku untuk mengenal proses lighting. Dua bulan berikutnya baru aku belajar mulai serius. Meminjam buku, membaca dan mempelajarinya, belajar dari krew yang berpengalaman seperti pak Benny. Dan sekarang pun aku belum menguasai bidang ini sepenuhnya. Mungkin aku hanya menyerap kemampuan pak Benny baru sekitar 25% saja. Untung saja dengan keahlianku berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain yang kudapat di jalanan serta fakta bahwa aku orang “titipan” Wulan Guritno, membuatku lebih mudah untuk mendekati orang-orang seperti pak Benny. Read the rest of this entry ?

h1

The Adventure of Joe 3: Reunion

March 16, 2009

Sapu tangan putihku sudah tak putih lagi warnanya. Warna merah darah yang mengotori saputangan itu berasal dari ujung kepalanku. Tapi itu sama sekali bukan darahku melainkan darah seorang pemuda yang kini tergeletak di depanku dengan hidung dan mulut yang berlumuran darah karena hantaman tinjuku.

“Aaammpungghh….Joe. Akhu janjhi akhan khembaliin uang ithu dhalam sathu mingghu.”, kata pemuda itu dengan suara agak bindeng karena hidungnya yang terluka karena kepalanku.

“Kali ini, gue beri loe kesempatan. Tapi loe inget, jangan pernah loe main-main dengan uang bang Jamal. Loe sudah terima barang dari bang Jamal dan loe harus ngebayar untuk itu. Hari ini loe benar-benar beruntung karena cuma gue yang turun tangan. Sekali lagi loe berani make uang setoran barang bang Jamal, bukan gue yang turun tangan, tapi si Item dan si Budiman yang disana. Loe tahu kan akibatnya kalo mereka yang turun tangan?”, ancamku pada pemuda itu sambil menunjuk dua lelaki tinggi besar yang berdiri di belakangku. Ronald, pemuda itu tampak ketakutan saat mendengar ancamanku dan melihat ke arah si Item dan si Budiman. Dia sudah tahu reputasi si Item dan si Budiman yang notabene adalah Hitman-nya bang Jamal. Mereka berdua tak segan untuk menghabisi nyawanya atas perintah bang Jamal.
Read the rest of this entry ?

h1

The Adventure of Joe 2: Revenge and Regret

March 16, 2009

Ku pacu motorku meninggalkan rumah Alex yang ada di salah satu kawasan elit di Surabaya. Memang setelah acara kemaren malam di kampus, aku nginep di tempat Alex. Aku memang sering nginep disana, soalnya males ketemu sama ibu tiri gue atau bokap gue di rumah. Tapi sekarang aku harus pulang, soalnya stock pakaian bersihku di rumah Alex sudah habis.

Baru setengah perjalanan, tiba-tiba aku ngerasa laper banget. Aku sempet nyesel kenapa tadi nolak waktu ditawarin makan siang sama Alex. Akhirnya aku berhenti di depan restoran di deket situ. Aku memang belum pernah makan di restoran ini, tapi biarlah daripada nahan laper, bisa-bisa mag gue kambuh. Setelah duduk di salah satu meja di pojokan, aku pun memesan makanan dan minuman yang kupilih dari menu yang disediakan.
Read the rest of this entry ?

h1

The Adventure of Joe 1: The Awakening

March 16, 2009

”JOE!!!”

Teriakan itu menyadarkan pikiranku yang sedang melayang. Wajah Alex yang tersenyum terlihat agak kabur dalam penglihatanku. “Brengsek, emang tadi aku nenggak berapa sih?”, pikirku dalam hati.

“Halo, Pren. Loe ada barang gak? Gue butuh nih.”, tanya Alex sambil menyerahkan beberapa lembar uang yang kucel karena habis diremas dan ditekuk sekenanya.

“Eh, bisa gak loe ngasih gue duit yang gak kucel kayak gini? Makanya kalo nyimpen duit, jangan di celana dalem.”, omelku sambil berusaha menghitung duit yang dikasih ama Alex.

“Yang penting masih laku khan. Cepet siniin barangnya.”

“Iya iya. Cerewet banget sih loe.”
Read the rest of this entry ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.