h1

Liani 4: The Sweet Young and Innocent Girl

January 13, 2009

Pada suatu hari di salah satu SMU swasta terkenal di kota S….

Pukul 14.10…

Saat itu kegiatan belajar mengajar murid siang sedang berlangsung. Sementara murid pagi telah pada meninggalkan sekolah.

Namun ternyata ada seorang siswi pagi yang masih berada di lingkungan sekolah. Ia berjalan menuju ke bagian belakang sekolah. Ia sebenarnya mengenakan seragam putih abu-abu biasa. Namun apabila diperhatikan dengan jeli, baju seragam yang sekarang dipakainya nampak baru; tidak sama dengan yang dipakainya pagi tadi. Bahkan bra yang dikenakan dibalik baju seragamnya pun juga beda. Selain modelnya, warnanya pun juga beda. Pagi tadi ia mengenakan bra warna coklat, sekarang biru tua. Wajahnya segar seperti baru mandi kurang dari sejam yang lalu dan ujung rambutnya pun sebagian masih rada basah. Tak jelas apa keperluan cewek ini datang balik ke sekolah siang-siang gini. Padahal sebelumnya ia telah meninggalkan sekolah seusai pelajaran terakhir selesai pukul 12.30.

Siswi itu berjalan menuju ke arah belakang sekolah. Bisa jadi ia balik ke sekolah dari rumahnya karena ada barangnya yang cukup berharga yang ketinggalan (handphone, misalnya). Dan sepertinya barangnya itu ketinggalan di kantin karena kini ia berjalan menuju kesana.

Saat siswi itu berjalan tak jauh dari kantin, muncullah seorang siswa yang juga memakai seragam SMU dari dalam kantin. Namun dari emblem di baju seragamnya serta penampilannya, ia bukanlah murid SMU itu. Cowok itu berambut keriting dan gondrong. Tampangnya liar. Dua kancing atas bajunya terbuka. Bajunya diluar celana panjangnya. Umurnya nampak terlalu dewasa untuk anak SMU, yang kelas 3 sekalipun. Seandainya tidak memakai seragam SMU, penampilannya lebih mirip anak berandalan atau preman. Kulitnya coklat kehitaman seperti terlalu sering berjemur di matahari.

Saat melihatnya, cowok itu menatap lekat-lekat siswi itu dengan pandangan kurang ajar dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti seolah ingin menelanjanginya. Lalu ia bersuit-suit dengan matanya masih jelalatan ke arah siswi itu.
“Suitt….Suiiitttt”

Siswi itu menoleh ke arah cowok itu. Mungkin ia heran dengan tingkah laku cowok itu. Sepertinya ia tak sadar kalau ia mempunyai daya tarik seksual yang tinggi yang selalu menarik perhatian cowok. Karena memang cewek ini luar biasa cakep. Walau saat itu ia tidak memakai make-up. Dan cakepnya tipe innocent yang menunjukkan kalau ia adalah cewek baik-baik. Rambutnya panjangnya kira-kira di pertengahan antara bahu dan sikunya. Rambutnya agak berombak dan dicat agak kecoklatan. Kulitnya putih. Wajahnya oriental dan tak kalah menarik dibanding bintang film Korea atau Mandarin.

Gayanya pun elegan. Kelihatan kalau ia berasal dari keluarga yang cukup berada. Memang ia mengendarai mobil sendiri ke sekolah.

Bodi tubuhnya proporsional. Bentuk tubuhnya juga oke. Meski wajahnya innocent, namun sepertinya ia tahu bagaimana cara berdandan dan berpakaian untuk membuat mupeng cowok tua maupun muda. Bahkan disaat memakai seragam pun, ia mampu menampilkan daya tarik kewanitaannya. Baju seragam yang dipakainya sungguh pas dengan bentuk tubuhnya. Pinggangnya kelihatan ramping. Rok abu-abunya panjangnya beberapa senti di atas lutut. Roknya tak terlalu ketat namun cukup untuk memperlihatkan bentuk pantatnya yang cukup berisi. Baju seragam putihnya berada di dalam roknya dan tertata dengan rapi. Bahannya terbuat dari kain halus yang mengikuti bentuk tubuhnya sehingga bagian dadanya nampak menonjol. Baju seragam putihnya tak terlalu tipis, tapi cukup untuk membuat bra di baliknya terlihat terutama karena warnanya yang biru tua. Memang kadang ia suka memakai bra warna gelap yang begitu kontras dengan baju seragam dan kulitnya yang putih. Dan saat ini pun ia memakai model bra yang tanpa tali di bahunya sehingga membuatnya nampak semakin sexy.

Tak heran kalau cowok liar itu menjadi nafsu melihat cewek ini. Apalagi ia sedang berjalan sendirian dan suasana sekolah saat itu sepi banget. Karena memang cewek ini adalah cewek favorit di sekolah itu. Nama cewek ini adalah Liani, seorang siswi kelas 3 IPA. Di usianya yang 18 tahun lewat beberapa bulan, ia telah menjadi gadis muda yang cakep dengan daya tarik yang tinggi buat kaum cowok. Tanpa disadarinya, ia sering membuat banyak murid cowok (dan juga para guru) jadi mupeng dibuatnya. Meski begitu, ia adalah cewek baik-baik dengan reputasi yang bersih. Tak pernah terdengar isyu-isyu yang negatif akan dirinya. Bahkan ia termasuk salah satu murid pandai yang selalu menduduki ranking 3 besar di kelasnya. Oleh karena itu ia dijuluki “The Sweet Young and Innocent Girl”.

Namun Liani sama sekali tak menanggapi cowok itu. Ia segera berjalan terus dan ternyata ia tidak masuk ke dalam kantin. Sementara cowok itu memandangi bagian belakang tubuh indah Liani yang berjalan menjauhinya.

Siapakah sebenarnya cowok itu? Apakah ia betul-betul anak SMU ataukah orang yang menyusup ke dalam sekolah?

Cowok itu adalah Rohim. Ia adalah keponakan Pak Sarip, pesuruh sekolah yang telah lama mengabdi di sekolah itu. Pekerjaan utamanya adalah membersihkan ruang kelas setelah proses belajar mengajar selesai. Karena telah puluhan tahun mengabdi disana, yayasan sekolah menyediakan rumah tinggal kecil buat dia dan istrinya di dalam kompleks sekolahan, tepatnya di ujung belakang. Saat itu ia dan istrinya lagi cuti pulang kampung beberapa minggu mengunjungi anak perempuannya. Sementara pulang kampung, Pak Sarip menyuruh Rohim menggantikan pekerjaannya yang telah digaji oleh pihak sekolah, sehabis ia pulang sekolah. Selama itu, pihak sekolah membolehkan Rohim untuk tinggal di tempat Pak Sarip.

Rohim sendiri sebenarnya bukan murid sekolah itu. Dulunya memang iya karena yayasan sekolah memberi fasilitas khusus buatnya sebagai keponakan Pak Sarip. Namun dasar otaknya tidak mencukupi dan tidak ada kemauan untuk belajar, akhirnya ia tidak naik kelas dua kali sampai terpaksa harus keluar dari sekolah itu.

Sekarang ia duduk di kelas 3 di SMU yang kualitasnya tidak jelas. Disana ia jadi pentolan gerombolan anak-anak nakal yang disegani. Memang ia adalah anak jalanan yang liar dan jago berkelahi. Ditambah lagi usianya yang termasuk senior untuk ukuran murid kelas 3 SMU, yaitu 21 tahun. Ia dua kali tidak naik kelas waktu SMU dan satu kali sewaktu SD. Meski orangnya dan juga tampangnya amburadul, namun ia cukup sering gonta ganti cewek dan sudah sering melakukan hubungan intim dengan beberapa teman ceweknya. Namun tentu cewek-cewek yang pernah dikencaninya berbeda jauh kelasnya dan bukan tipe seperti Liani ini. Jadi tak heran kalau ia jadi penasaran dan mupeng dengan Liani.

Pukul 14.20…

Beberapa saat setelah pertemuan singkat itu, suasana sekolah kini benar-benar sepi lengang. Selain kegiatan di dalam kelas, sepertinya sama sekali tidak ada aktifitas berarti lainnya di luar kelas.

Benarkah sama sekali tidak ada aktivitas di luar kelas?
Ternyata tidak benar!

Karena di ujung belakang sekolah, tepatnya di dalam rumah Pak Sarip pesuruh sekolah, terdapat sepasang cowok dan cewek yang sedang asyik berciuman. Dua-duanya masih memakai seragam sekolah. Cowok itu berambut gondrong dan tampangnya liar. Kulitnya hitam. Ternyata ia adalah Rohim yang tadi. Rupanya ia memanfaatkan situasi dimana Pak Sarip dan istrinya lagi mudik, untuk membawa ceweknya masuk ke dalam rumah untuk bisa bebas berbuat apa saja.

Namun yang aneh adalah, ternyata cewek yang bersamanya itu bukanlah pacarnya. Diah, ceweknya yang sekarang, berambut pendek dan berkulit sawo matang. Sementara cewek ini berambut panjang dan berkulit terang.

Dan ternyata…cewek itu adalah Liani! Liani yang tadi juga, yang barusan berpapasan!!!

Sungguh ini betul-betul kejutan yang tak disangka-sangka. Liani dan Rohim berduaan??! Sungguh setan pun tidak akan menduga. Karena mereka bagaikan Beauty and the Beast, dalam arti yang sebenar-benarnya!! Selain penampilan keduanya bagai bumi dan langit, juga kontras sekali perbedaan diantara mereka. Yang cewek berasal dari kelas elit orangnya kalem dan pandai, sementara yang cowok orangnya liar, berandalan dan hanyalah pesuruh sekolah.

Bagi Rohim, tentu adalah hal yang lumrah kalau ia tertarik dengan Liani. Cowok mana yang nggak tertarik dengannya. Namun yang sulit dipercaya adalah kok bisa-bisanya Liani mau berduaan gini dengan Rohim. Malah kelakuan mereka seperti layaknya orang yang berpacaran saja. Padahal Liani biasanya tidak sembarangan bergaul terutama dengan cowok yang kelasnya jauh dibawahnya. Ditambah lagi reputasinya selama ini sebagai cewek baik-baik. Namun kenyataannya, sekarang mereka asyik berduaan dan kini lagi berciuman bibir dengan Rohim!

Tak berapa lama kemudian, suasananya jadi makin heboh lagi. Kondisi pakaian mereka kini telah amburadul, yang membuat kejadian ciuman tadi (yang sebenarnya sudah cukup menghebohkan) jadi seperti hal kecil yang tak berarti.

Saat itu keduanya sedang berdiri. Baju seragam putih Liani yang sebelumnya tertata rapih di dalam rok abu-abunya, sekarang telah berada di luar rok abu-abunya. Dan seluruh kancingnya telah terbuka! Bra biru tua yang tadi dikenakannya kini entah kemana, sudah tak melekat di badannya lagi!! Baju seragam putihnya terbuka lebar, tersibak dan tertahan di samping kiri dan kanan payudaranya. Sehingga payudaranya yang indah dan sering menjadi obyek fantasi banyak cowok itu kini telah terbuka dengan bebasnya. Tentu orang paling beruntung saat itu adalah Rohim yang dengan bebas merdeka bisa memandanginya dalam jarak dekat. Payudara Liani ternyata cukup berisi juga. Keduanya berdiri dengan tegak dan kencang dan tidak sagging ke bawah. Sementara kedua putingnya juga berdiri dengan kencang tegak lurus dengan payudaranya dan tidak turun ke bawah. Kedua payudaranya betul-betul simetri, bagai pinang dibelah dua. Ukuran bra-nya ditaksirnya 34C. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak menonjol di tengah payudaranya yang putih. Keduanya nampak segar dan menggairahkan dan sepertinya adalah titik sensitif bagi cewek ini. Sementara itu rok abu-abunya masih melekat di tubuhnya namun celana dalamnya telah melorot sampai ke bawah kaki menyentuh sepatu dan kaus kakinya!

Betul-betul gila! Liani, cewek yang innocent itu nurut aja ditelanjangin kayak gitu oleh Rohim??

Sementara kondisi pakaian Rohim juga tak kalah amburadul. Celana seragam berikut celana dalamnya telah melorot ke bawah. Dua kancing baju atasnya terbuka (memang ia tidak pernah mengancingkan dua kancing baju atasnya). Nampak penisnya yang besar dan hitam berdiri dengan tegaknya menembus di antara potongan baju seragamnya.

Setelah itu adegannya berlanjut dengan lebih gawat lagi. Karena Rohim tak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan mata itu untuk memulai aksinya. Ia mengulum payudara telanjang cewek murid kelas 3 SMU yang cakep itu dibarengi dengan satu tangannya meraba-raba payudara yang satunya lagi, sementara tangannya yang lain berada di dalam rok Liani. Sementara Liani nampak dengan sukarela menikmatinya. Tidak hanya itu, malah kemudian ia “membalas budi” Rohim dengan tangannya yang putih dan halus memegang-megang dan mengocok penis Rohim.

Demikianlah kenyataan yang sulit dipercaya. Liani, The Sweet Young and Innocent Girl dengan tak disangka-sangka ternyata bisa berbuat seperti ini. Dan melakukannya dengan Rohim pula. Dan ia sama sekali tak canggung melakukan itu. Sepertinya ini bukan kali pertama ia melakukan itu.

Pagi harinya pukul 10.07…

Tiba-tiba ada sms masuk ke HP Liani yang pesannya berikut, “Say, jam 1 nanti gue balik ke sekolah.” Ternyata pengirimnya adalah Rohim.
Lalu ia membalasnya,” Lalu???”.
“Loe datang ke tempat biasa donk. Gue pengin melakukan itu lagi dengan loe.”
“Lihat nanti deh. Tapi gue nggak janji.”
“Wah jangan gitu donk. Gue selalu terbayang-bayang sama loe yang sexy putih mulus dan menggairahkan itu.”
Tak ada balasan dari Liani.
“Ayo donk say, dijamin loe pasti bakalan puas deh.”
Akhirnya Liani membalas, “Ya udah lihat nanti deh. Sudah jangan sms terus. Gue jadi nggak bisa konsen nih.”
“OK ini terakhir. Tapi nanti siang gue tunggu ya.”
Tak ada balasan dari Liani.

Pukul 12.40…

Ternyata setelah selesai jam belajar mengajar pukul 12.30, Liani malah pulang balik ke rumahnya. Namun setelah makan siang dan mandi, rupanya ia berubah pikiran. Ia balik lagi ke sekolah dengan mengenakan baju seragam yang baru.

Pukul 14.05-14.16…

Liani sampai di sekolah dan berjalan ke belakang sekolah menuju ke arah kantin yang juga searah dengan rumah Pak Sarip. Saat itu Rohim sedang di dalam kantin dan melihatnya datang. Segera ia keluar dan dengan iseng bersiul ke arah dirinya. Penis Rohim seketika menegang begitu ia melihat Liani. Ia langsung membayangkan diri Liani yang cakep dan sexy itu yang tak lama kemudian akan bisa segera dinikmatinya.

Namun rupanya Liani tidak mau menanggapi keisengan Rohim apalagi di tempat terbuka seperti ini. Karena ia ingin jaga image dirinya dan tidak ingin ada orang yang mengetahui hubungan tak semestinya itu. Karena itu ia pura-pura tidak kenal dengan Rohim dan meninggalkannya begitu saja.

Akan tetapi ia ternyata berjalan memutar sebelum akhirnya menuju ke arah tempat Pak Sarip / Rohim. Saat itu Rohim telah sampai duluan disana. Karena saat itu begitu sepi dan sama sekali tidak ada orang, maka buru-buru Liani segera masuk ke tempat Rohim.

Pukul 14.17 dan seterusnya…

Begitu Liani masuk, segera pintu depan dikunci. Tanpa menunda-nunda lagi, Rohim segera menciumi Liani dengan liar yang dibalas dengan tak kalah liarnya. Bibir bertemu bibir, membuat mereka saling berpagutan bagaikan dua ular cobra yang sedang marah. Rohim menciumi seluruh wajah cakep Liani, sementara Liani juga tak mau kalah. Segera ia menciumi wajah Rohim yang hitam itu. Sehingga wajah keduanya jadi basah karena alir liur di beberapa tempat.

Lalu Rohim mengunci bibir Liani dengan bibirnya. Sejenak mereka berciuman bibir, merasakan kehangatan bibir pasangan masing-masing. Yang segera dilanjutkan Liani dengan melakukan frenching ke dalam mulut Rohim yang juga dibalas hal serupa. Aksi keduanya begitu liar. Terutama Liani yang mengingatkan akan aksi Zhang Zhiyi dalam film Crouching Tiger, Hidden Dragon yang langsung menjadi liar saat bertemu dengan pacar gelapnya. Rupanya tanpa sepengetahuan siapa pun, Liani diam-diam menjalin hubungan terlarang yang tanpa batas dengan Rohim. Tentu saja Rohim sama sekali tidak berkeberatan dengan rejeki nomplok ini.

Setelah puas berciuman, Rohim melanjutkan inisiatif dengan melepaskan diri dari Liani. Lalu kedua tangannya mulai membukai kancing baju seragam Liani. Nampak terlihat dua gundukan dadanya yang terbalut bra warna biru tua. Nampak kontras sekali dengan kulit tubuhnya yang putih. Nampak terlihat belahan dada bagian atasnya yang putih dan sexy serta bahunya yang putih mulus terbuka bebas karena bra-nya tanpa tali di bahu. Rohim melanjutkan aksinya dengan mengeluarkan baju seragam putih Liani dari dalam rok abu-abunya. Dalam hati ia gembira dengan pilihan bra yang dikenakan cewek ini karena dapat segera dibukanya dengan mudah. Segera kedua tangannya menggapai pengait bra di punggung Liani. Ooops. Ternyata tak ada disana. Segera kedua tangannya merengkuh bagian tengah depan branya. Dan dengan sekali goyang, terbukalah pengait bra biru tua itu. Diloloskannya cup sebelah kanan payudara Liani dan didorongnya ke belakang. Sementara tangan satunya menariknya dari sisi yang lain. Dengan mudah segera terlepaslah bra biru tua itu dari tubuh Liani. Segera dilemparnya bra itu ke lantai. Lalu ia sengaja menyibakkan baju seragam putih Liani lebar-lebar sehingga tertahan di sisi kanan kiri payudaranya. Sehingga kini kedua payudara Liani terbuka lebar-lebar dan ia bisa melihatnya dengan bebasnya.

Memang payudara Liani betul-betul berkualitas tinggi dan indah menggoda. Keduanya begitu menantang untuk diraba-raba dan diremas-remas. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak segar menantang untuk dikulum. Sejenak ia memandangi diri Liani, wajah cantiknya yang innocent namun dengan dadanya yang terbuka bebas, sungguh suatu pemandangan yang kontradiktif! Dan cewek ini bukan sembarangan cewek, tapi adalah siswi SMU kelas 3 IPA yang jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu dan anak orang kaya pula! Sementara ia hanyalah dari golongan rendahan yang menjadi pengganti pesuruh sekolah disitu. Dan tampangnya sendiri jauh dari cakep, sementara cewek ini luar biasa cakepnya. Hatinya sungguh bergelora memikirkan ini semua.

Namun rupanya Liani tak mau membiarkan dirinya dipandangi begitu saja. Karena ia segera mengambil inisiatif. Kembali diciuminya bibir Rohim dan mereka berdua melakukan frenching, lidah bertemu lidah dan saling bertautan. Keduanya saling merasakan hangatnya lidah pasangannya.

Setelah puas, Rohim kembali mengambil inisiatif dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam rok abu-abu Liani dan meraba-raba dalamnya. Tentu paha Liani yang putih mulus itu habis diraba-rabainya. Serta jari-jemarinya menggesek-gesekkan vagina cewek putih itu yang masih tertutup oleh cd-nya.

Lalu ia segera menyingkap rok Liani, sehingga terbukalah paha Liani yang putih mulus dan sexy itu. Namun fokusnya tidak ke pahanya, tapi ke cd biru tua itu. Segera kedua tangannya merengkuh cd itu dan dengan bersamaan kedua tangannya menariknya ke bawah. Sehingga kini terlepaslah cd itu sampai kaki bawah Liani yang tertahan oleh sepatu yang ada di kakinya.

“Gila. Brutal banget sih loe”, kata Liani, namun ia sama sekali tak protes.

Malah aksi liar Rohim itu dibalas dengan aksi yang tak kalah liarnya. Yang sungguh tak cocok dengan citranya sebagai cewek innocent selama ini. Karena ia sekarang melucuti celana Rohim. Pertama dilepaskannya sabuk di pinggang Rohim. Lalu tanpa canggung-canggung lagi, dibukanya retsleting celana panjangnya, kemudian diturunkan celana panjangnya berikut celana dalamnya sekalian.

Sehingga kini kelihatan penis Rohim yang besar telah berdiri tegak menembus diantara belahan baju seragamnya. Kulit tubuhnya coklat kehitaman. Namun penisnya lebih hitam lagi dibanding bagian tubuh lainnya.

Sementara Liani menelanjangi tubuh bagian bawah Rohim, baju seragamnya yang tadi tersingkap ke samping jadi kembali ke posisi normal dan sebagian rambutnya kini ada di depan dadanya. Sehingga ini menutupi pandangan Rohim ke payudaranya. Segera Rohim menyibakkan seluruh rambut Liani ke belakang dan “membetulkan” posisi baju itu dengan menyingkapkannya lagi ke samping.
“Nah, gini baru lebih pas. Pas susunya,” katanya cengengesan.
“Sialan loe. Nggak mau rugi banget,” komentar Liani namun ia membiarkan Rohim melakukan itu. Karena ia segera sibuk memegang-megang penis itu dengan tangannya yang putih dan halus. Ia sama sekali tidak canggung ataupun jijik dengan penis hitam dan besar milik Rohim. Malah dengan cekatan tangannya yang putih halus memijit-mijit dan mengocok penis Rohim. Dan inilah rupanya kegiatan ‘ekstrakurikuler’ dari siswi cakep yang ‘innocent’ itu.

Sementara kedua tangan Rohim kini mulai meraba-raba kedua payudara Liani. Payudara Liani yang kencang dan lumayan besar itu kini keduanya berada dalam genggaman kedua tangan Rohim. Diremas-remasnya keduanya dengan tangannya yang hitam itu. Dirasanya kulit gadis itu begitu halus namun payudaranya cukup kenyal. Dipencet-pencet dan digoyang-goyangnya kedua puting berwarna kemerahan itu dengan jari-jarinya. Dan ternyata terbukti benar bahwa payudaranya terutama putingnya adalah titik-titik sensitif Liani. Karena kini ia mulai mengeluarkan desahan-desahan erotis dari mulutnya.
“Ohhh, ooohhhh, ooohhhhh.”

Rohim melanjutkan aksinya memainkan payudara milik gadis idaman sekolah itu dengan mulutnya. Mula-mula dijilatinya seluruh bagian payudaranya, dari bagian luar melingkar makin ke tengah. Sampai akhirnya dijilati salah satu puting Liani dengan lidahnya, sementara tangannya meremas-remas payudara yang satunya lagi dan menggoyang-goyangkan putingnya dengan jari-jarinya. Tangannya yang satu lagi mulai bergerilya ke bawah, masuk ke dalam rok seragam abu-abu Liani. Tangannya itu meraba-rabai rambut kemaluan Liani dan dilanjutkan dengan jarinya menggesek-gesekkan vagina Liani.

Sementara Liani makin mengeluarkan desahan-desahan nikmat. Namun tangannya juga terus bekerja dengan mengocok-ngocok batang penis Rohim. Terutama bagian kepalanya yang besar dan disunat itu diraba-rabainya dengan jari-jari tangannya yang halus.
“Wah, gede banget sih, Him, punya loe. Dan item banget lagi.”
“Justru itu yang enak, Lian. Loe sukanya sama yang gede dan item gini khan. Kalo gua sukanya yang putih mulus dan kemerah-merahan gini,” kata Rohim menatap wajah Liani sambil tangannya meremas payudara Liani serta memainkan putingnya yang kemerahan,”Dan juga yang dibawah ini,” katanya sambil tangannya menggesek-gesekkan dinding vagina Liani,” “Trus juga yang ini enak diisep-isep juga,” katanya sambil menghisap puting Liani yang satunya lagi. Kali ini dihisap dan dikenyot-kenyotnya lalu mulutnya berpindah ke payudara yang satunya. Diemut-emutnya. Lidahnya bergerak melingkari puting yang sensitif akan rangsangan itu.
“Oooh. Oohhhh. Gila Loe, Him. Aduuuh. Enaaakk.”
“Lebih enak lagi kalo ntar barang gue yang kata loe gede dan item ini masuk ke tubuh loe yang putih mulus.”
“Oooh. OOOOhhhhh. AAHhhhhh.”
Liani tak menjawab perkataan Rohim karena ia sibuk mendesah-desah merasakan nikmatnya Rohim menyentuh ketiga titik paling sensitifnya.
Sementara Liani makin mendesah-desah kenikmatan. Vaginanya telah mulai basah tak tahan oleh rangsangan Rohim. Sementara tangannya sendiri masih terus memainkan penis Rohim.

Namun rupanya Rohim tak mau membiarkan cewek itu memainkan penisnya terlalu lama. Mungkin karena ia tak mau “habis” duluan. Rugi kalo ia “habis” duluan dan nggak sempat menggoyang tubuh cewek putih mulus ini, yang cakepnya nggak kalah dengan bintang film Mandarin.

Segera ia melepaskan dirinya dari Liani. Kini gilirannya memainkan vagina Liani, bukan dengan tangannya tapi dengan lidahnya! Untuk itu dicopotnya kedua sepatu putih Liani berikut kaus kaki warna putih dan pink itu. Kemudian dikeluarkannya cd-nya yang terkait di kaki bawahnya.
“Nah, gini nih biar bebas gerakan loe.”

Lalu ia berlutut di depan Liani, kepalanya dimasukkan ke dalam rok cewek ini, kemudian dijulurkan lidahnya untuk menjilati memek cewek “innocent” ini dengan lidahnya.
“Ooooh. OOHHHHH. Aduuhh. Enaak gilaa!”
Liani, anak kelas 3 SMU yang cakep dan innocent itu yang jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu, kini dibuat jadi tak berkutik dan mendesah-desah makin tak keruan oleh cowok pesuruh sekolahan itu.
Apalagi sekarang kedua tangan Rohim meraih keatas menggenggam dan meremas-remas masing-masing satu payudara Liani.
“Oooh. AAAHHHHHH. AAAAHHHHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH.”

Jilatan Rohim itu benar-benar ampuh. Sampai-sampai membuat Liani, cewek dengan reputasi tanpa cela itu, sekarang jadi basah kuyup vaginanya dibuatnya. Wajah Rohim pun jadi ikutan basah pula kena tetesan cairan dari vaginanya. Namun dengan liar ia terus menjilati vagina basah Liani sehingga jadi makin kuyup aja.

Demikianlah permainan antara Rohim dan Liani. Awalnya keduanya sama-sama agresif dan saling mengimbangi. Namun makin lama Rohim semakin memegang kendali permainan sampai akhirnya kini Liani benar-benar pasrah dan mengikuti saja seluruh permainan Rohim. Hal ini menunjukkan bahwa Rohim jauh lebih berpengalaman dibanding Liani.

Kini Rohim mengeluarkan kepalanya dari dalam rok SMU Liani. Dilepaskannya baju seragam putih SMU Liani dari tubuhnya. Kini ia menyaksikan Liani dengan tubuh bagian atas yang sama sekali bugil namun masih mengenakan rok abu-abu meski tanpa cd di dalamnya. Wajahnya yang cakep dan innocent dengan payudaranya terbuka bebas, sungguh kontradiktif dan menggairahkan. Ditambah lagi ia tahu betul cewek ini adalah cewek elit dan cewek idaman se-sekolahan.

“Ayuk, sekarang loe duduk ya,” kata Rohim sambil menyuruh Liani duduk setengah tiduran di kursi sofa. Sementara ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Hingga sekarang Rohim telanjang bulat.
Lalu disingkapnya rak abu-abu Liani ke atas dan kedua pahanya dibentangkan lebar-lebar. Sehingga kini Liani dalam kondisi duduk setengah tiduran dengan dadanya yang telanjang. Sementara rok abu-abunya tersingkap ke atas dan kedua kakinya terbuka lebar sehingga nampak jelas rambut kemaluannya dan liang vaginanya. Rambut kemaluannya ternyata cukup lebat juga diantara kedua pahanya yang halus dan putih mulus itu. Rohim segera meraba-raba paha putih mulus itu. Ia merasakan halusnya kulit tubuh Liani yang putih bersih itu.

Lalu ia kembali menjilati vagina Liani dalam posisi terduduk setengah tiduran begitu. Sehingga kini Liani merasakan sensasi yang berbeda.
“AAAHHHHHHHH. Aduuuhhhh. Ahhhhhhhh. Enakkkk. Ehhhmmmmm.

“Nah sekarang tiba saatnya barang hitam gue menembus ke dalam tubuh loe yang putih mulus.”

Bersamaan dengan itu didekatkan ujung penisnya ke liang vagina Liani yang kemerahan. Kepala penisnya nampak begitu besar sementara liang vagina itu begitu sempit. Namun sekali sodok, cleeep, kepalanya berhasil masuk sebagian ke vagina Liani. Lalu didorongnya sekali lagi dengan lebih kuat
“Oooooooooooh,” desah panjang Liani.
Dan blesss, hampir seluruh penis Rohim masuk ke dalam memek Liani. Dan sekali lagi, sleeeep, masuklah seluruh penis hitamnya ke dalam tubuh Liani.

Begitu di dalam vagina Liani, segera dikocoknya penisnya yang hitam besar itu.
“Aaaahhh. Aahhhhhh. Aaaahhhhh.”
“Oooohhh. Ohhhhhh. Ohhhhhhhh.”
Seluruh tubuh Liani jadi berguncang-guncang dibuatnya. Kedua payudaranya jadi berputar-putar mengikuti gerakan sodokan Rohim.
Liani yang sebelumnya telah basah kuyup, rupanya tak bertahan lama. Hanya kurang dari satu menit disetubuhi oleh Rohim, ia akhirnya mengalami orgasme dengan teriakan-teriakan panjangnya yang erotis. Membuat Rohim semakin bersemangat untuk terus mengocoknya.
“OHHHHHHHH. EHHHHHHHHH. EHHHHHHHHHH. OHHHHHH. YEEESSSS. AHHHHHHHH.”

Dan Rohim memang masih jauh dari selesai. Karena memang ia ingin menikmati tubuh gadis dengan wajah oriental ini semaksimal mungkin. Untuk itu ia terus memompa penisnya di dalam tubuh Liani, membuat tubuh cewek cakep itu jadi berguncang-guncang.

Akhirnya dilepaskannya rok abu-abu seragam Liani. Kini keduanya betul-betul telanjang bulat. Lalu di bangku sofa itu kembali kontolnya merasakan nikmatnya jepitan vagina Liani yang sempit. Kali ini dalam posisi doggy style. Kedua tangannya memegang pinggang Liani supaya ia bisa dengan leluasa mengenjot-enjot tubuh cewek ini. Payudara Liani yang menggantung ke bawah jadi berguncang-guncang dibuatnya.

Kini mereka berubah posisi. Sekarang giliran Rohim yang duduk di atas kursi sofa itu. Penisnya mengacung ke atas dengan tegaknya. Lalu ia membimbing Liani untuk memangkunya di atas kedua kakinya dengan menghadap ke arahnya. Setelah mengatur posisi, akhirnya penis Rohim masuk ke dalam tubuh Liani. Kini gantian Liani yang menggoyang tubuhnya naik turun. Mengocok penis Rohim di dalam vaginanya. Kedua tangan Rohim meraba-raba payudara Liani.

Sungguh hebat sekali pemandangan itu. Betul-betul kontras sekali perbedaannya. Yang satu cewek cakep dengan kulit putih dan tampang innocent, sementara yang cowok tampangnya jelek, kulitnya hitam, dan tampangnya liar kayak preman. Namun cewek innocent itulah yang justu aktif menggerakkan tubuhnya naik turun, membiarkan vaginanya ditembusi oleh penis besar cowok liar itu.
“Ooohhhh, ooohhhhhh, ooohhhhhhhhh.”

Setelah berganti posisi, kini Rohim membuat Liani telentang. Kakinya dibentangkan lebar-lebar, dengan salah satu kakinya ditaruh diatas sandaran sofa itu. Sehingga vaginanya kini terbuka bebas. Dalam posisi satu kaki terangkat begitu, Rohim memasukkan penisnya ke dalam vagina Liani dan kembali mengocoknya. Liani dengan pasrah menikmati kocokan penis Rohim di dalam vaginanya yang mengguncang-guncang seluruh tubuhnya. Tubuhnya jadi ikut menggelinjang-gelinjang dibuatnya, seirama dengan rintihan-rintihan dan desahan-desahannya yang terdengar sangat erotis. Ternyata cewek cakep yang tampangnya innocent ini diam-diam doyan juga dengan penis cowok. Padahal bisa dipastikan hampir seluruh orang mengira cewek ini masih polos dan perawan.

Rohim terus mengocok penisnya di dalam tubuh Liani. Jepitan vagina Liani sungguh nikmat rasanya. Sambil menikmati pemandangan indah tubuh Liani yang putih mulus berguncang-guncang serta payudara Liani yang bouncing gara-gara ulahnya itu. Sungguh puas rasanya menyetubuhi cewek yang cakepnya seperti Liani gini. Membuatnya serasa melayang di awang-awang. Sungguh puas hatinya menyaksikan ekspresi wajah cantik Liani saat itu. Ditambah lagi wajahnya yang innocent kini mengeluarkan “musik” desahan-desahan erotis yang menggelorakan hati itu. Apalagi kalau mengingat bahwa cewek yang sekarang sedang dinikmati itu adalah cewek yang kelasnya jauh diatasnya dan menjadi incaran para cowok. Namun sekarang justru dialah cowok beruntung yang sedang menikmati cewek idaman ini secara mutlak.

Tak lama kemudian Liani mendapatkan orgasme yang keduanya, dalam posisi satu kaki terangkat begitu. Setelah itu Rohim menghentikan kocokannya di dalam vagina Liani. Kini ia pun juga sudah mau keluar. Setelah puas menikmati tubuh Liani dan membuatnya orgasme dua kali, kini giliran ia melampiaskan seluruhnya. Namun ia tidak akan mengeluarkannya di dalam vagina Liani. Kini giliran ia menagih “imbalan” dari cewek itu.

Penisnya yang hitam besar kini mengkilap karena cairan pre-cum nya bercampur dengan cairan vagina Liani. Didekatkannya penisnya ke wajah Liani yang masih tiduran di bangku sofa itu dengan napas terengah-engah. Liani menjilati kedua pelirnya dan batang kontolnya sampai ke kepala penisnya juga. Kemudian dikulumnya kepala penis yang besar itu. Dan didalam mulutnya lidahnya saling beradu kontak dengan kepala penis Rohim itu. Seluruh bagian kepala penis Rohim habis dijilatinya, termasuk lehernya yang sangat sensitif itu.

Sampai akhirnya membuat Rohim tak tahan lagi. Sesaat sebelum ejakulasi, dikeluarkannya penisnya dari dalam mulut Liani. Dan akhirnya ia mengalami ejakulasi dengan memuntahkan sperma yang cukup banyak, yang mendarat di beberapa tempat di wajah Liani. Ada pula yang sampai ke rambutnya. Setelah itu spermanya mengalir ke bawah membasahi leher dan dadanya. Kedua tangan Rohim mengusap-usap seluruh payudara Liani, sehingga spermanya kini tersebar di seluruh bagian payudara Liani. Tubuh Liani terutama dadanya jadi basah dan mengkilap karena sperma Rohim yang bercampur dengan keringatnya sendiri.

“Wah, gila. Benar-benar mantap deh loe. Memang beda deh. Rasanya kayak menikmati bintang film Mandarin. Betul-betul gua cowok beruntung bisa ngerasain cewek secakep loe. Pokoknya loe the best dah.”
“Awas, loe jangan bilang-bilang ke siapa-siapa ya.”
“Berees. Asal jangan lupa ‘iurannya’ aja. Lagian, loe juga suka khan meskipun gua cuman pesuruh sekolah.”
“Aah, sialan loe.”
Dan selesailah sudah “pertempuran” antara Rohim, cowok liar pesuruh sekolah dengan Liani, cewek top yang jadi favorit seluruh cowok di sekolah itu.

Pukul 16.08…

Liani dengan baju seragamnya yang tampak rapi di tubuhnya berjalan keluar menuju pintu depan sekolah. Saat itu para murid siang baru selesai istirahat dan mereka telah kembali ke kelas masing-masing. Sehingga suasana sekolah menjadi sepi.

Tak lama kemudian ia masuk ke mobilnya dan men-staternya. Dan meluncurlah mobil itu meninggalkan sekolah menuju ke rumahnya.

Demikianlah cerita tentang Liani, siswi kelas 3 IPA dengan reputasi yang bersih, gadis berumur 18 tahun yang cantik dan innocent, anak pengusaha kaya yang pandai.
Liani, “The Sweet Young and Innocent Girl” yang ternyata “not so innocent” itu.

Bagaimana awalnya kok bisa-bisanya ia menjalin hubungan dengan Rohim, sampai jauh melampaui batas suami istri itu?
Bagaimana cerita Liani selanjutnya?
Nantikan kisah-kisah selanjutnya, baik prequel-nya maupun sequel-nya.

By: Ara456

Sumber : Kisah BB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: