h1

Arabian Madness 1: Ayaka Komatsu

March 16, 2009
  • Cerita ini hanyalah fiksi belaka.
  • Bacaan khusus dewasa, bukan untuk anak di bawah umur, alias adult only…!! ^_^
  • Say NO to rape and drugs in the real world.
  • Oo iya, aku lagi coba belajar nulis cerita serius neh, he he he, lagi jenuh jadi comedian….minta saran dan kritiknya ya…, cocok nggak kira-kira kalau gaya ceritaku dibikin kaya gini, ^_^
  • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-copy paste dan menampilkan cerita ini di tempat lain selain di KBB, Telur Rebus & Arsip Gue.

—————————————————–

Ayaka Komatsu

Ayaka Komatsu

Sebuah pesawat mendarat di sebuah pulau terpencil, sebuah mobil berwarna berhenti menghampiri pesawat itu, seorang pria Jepang membopong tubuh seorang gadis berparas cantik yang tertidur dengan pulas, tampaknya gadis cantik itu terbius tidak sadarkan diri karena pengaruh hipnotis yang amat kuat. Hujan deras seakan tidak sanggup untuk menyadarkan gadis cantik itu dari tidurnya. Seorang pria Jepang menerima tubuh gadis cantik itu dan langsung memasukkannya ke dalam mobil, tidak berapa lama pesawat itu kembali mengudara, dan mobil berwarna hitam itu meluncur dengan cepat membawa tubuh gadis cantik berdarah Jepang, yang terkulai dengan lemas di bangku belakang. Ayaka Komatsu, nama gadis itu. Lahir di Iwata Prefecture, Jepang, tinggi : 159 cm, golongan darah : A, wajahnya cantik imut menggairahkan, tubuhnya mungil dan ramping, buah dadanya besar dan putih. Mobil itu memasuki sebuah kota terpencil di pedalaman pulau itu, dan berhenti didepan pintu masuk sebuah penjara, beberapa orang bersenjata lengkap segera memeriksa mobil itu dengan teliti, mereka tersenyum senyum sambil menatap ke kursi belakang, mata mereka menatap liar tubuh mulus  Ayaka yang terlentang tanpa daya. Setelah puas menatap tubuh mulus Ayaka, para Arab yang mengelilingi mobil itu membiarkan mobil itu untuk memasuki area penjara, dan berhenti di area parkir yang luas, dengan terburu-buru pria berdarah Jepang itu membopong tubuh mulus Ayaka masuk ke dalam sebuah gedung. Dua orang Arab bertubuh kekar yang menjaga sebuah pintu mencegat langkah pria Jepang yang sedang membopong tubuh Ayaka, salah seorang dari mereka masuk ke dalam pintu di belakang mereka, setelah beberapa saat si Arab kembali dan menganggukkan kepalanya memberikan izin bagi pria Jepang itu untuk melewati mereka. 

Pria Jepang itu membaringkan tubuh mulus Ayaka di atas sebuah sofa, seorang Arab tersenyum senyum di belakang sebuah meja, kemudian memerintahkan pria Jepang itu untuk segera keluar dari ruangan itu. Pria Arab itu bernama Ahmed, tubuhnya gemuk tambun berlemak, wajahnya cacat penuh dengan bekas luka jahitan, bibirnya sumbing, sungguh raut wajah yang tidak enak dipandang mata.

“PENGAWAL…….”

Ahmed berteriak keras dengan suaranya yang berat dan serak, dua orang Arab segera masuk ke dalam dan siap untuk menanti perintah darinya. Mereka segera membawa tubuh Ayaka ke sebuah penjara bawah tangah, dibaringkannya tubuh gadis itu diatas sebuah meja dan membelengu tangan dan kakinya terentang ke samping, setelah itu kedua orang Arab itu meninggalkan Ahmed berduaan dengan Ayaka. Ahmed melangkah mendekati Ayaka,

“BREKKK… BRETTTTTT……BRETTTTT…” dibetotnya baju dan rok gadis itu hingga sobek menampakkan tubuhnya yang hanya ditutupi oleh sebuah bra dan celana dalam berwarna hitam. Mr Bob menundukkan wajahnya mendekati wajah Ayaka, hidungnya mengendus ngendus harum tubuh gadis itu, dibenamkannya hidungnya di antara rambut gadis itu kemudian dihirupnya dalam-dalam aroma rambut Ayaka yang wangi menggairahkan, dijilatinya pipinya sambil terkekeh dengan suaranya yang serak dan berat.

“Tidurlah manis, bersiaplah untuk esok….” Ahmed meninggalkan tubuh mulus Ayaka, terdengar suara tawa seraknya sepanjang lorong-lorong menjauhi ruangan tempat Ayaka disekap.

************************

Keesokan harinya

Ayaka menggeliatkan tubuhnya, wajahnya mengernyit berusaha mengumpulkan kesadarannya, gadis itu berseru terkejut menyadari dirinya terbelengu diatas sebuah meja besar yang terbuat dari kayu jati. Ayaka berusaha menarik-narik kedua tangan dan kakinya namun belengu yang terbuat dari besi itu benar-benar membuatnya mati kutu tidak berdaya. Sinar matahari pagi yang menyelinap melalui sebuah kaca yang sudah buram dan kotor berdebu, tidaklah cukup untuk menerangi ruangan itu. Ayaka berusaha mengingat-ngingat kejadian yang dialaminya, seingatnya dirinya tengah berjalan pulang menuju rumahnya, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang, seorang pria Jepang mengayun-ngayunkan sebuah pendulum dihadapan wajahnya, semuanya terasa berputar-putar…

“KRETTTTTTT.. ” lamunan Ayaka langsung buyar ketika mendengarkan suara pintu yang dibuka oleh seseorang, secara reflek ia menoleh ke arah pintu berjeruji yang terbuka dengan perlahan, sesosok tubuh yang gemuk dan tinggi besar menghampirinya.

“AHHHHHHHHHHHHH…..!!! ” Ayaka berseru kaget menatap wajah buruk berbibir sumbing yang tersenyum dengan dingin merayapi tubuhnya yang setengah telanjang. Wajah itu tampak rusak seperti bekas tercabik-cabik, sungguh raut wajah yang tidak enak dipandang mata.

“Siapa kau…,?? lepaskan aku…..” Ayaka membentak marah.

“Ha HA HA, di sini bukan kau yang memberikan perintah manisku… ” Ahmed tertawa terbahak-bahak kemudian duduk di pinggiran meja besar itu. Wajah Ayaka langsung merona merah karena rasa malu dan jengah ketika Ahmed menatap tubuh mulusnya yang hanya ditutupi oleh bra dan celana dalam berwarna hitam.

“Aku akan mengajarimu menjadi budak seks yang patuh…. “

Ayaka bergidik ngeri mendengarkan ucapan si Arab berwajah rusak itu, Ayaka membentaknya ketika tangan Ahmed mengusap-ngucap ketiaknya, sementara Ahmed hanya tertawa mendengarkan cacian Ayaka, sudah berbulan-bulan Ahmed memendam nafsu binatangnya.

“Keparatttt Lepaskan aku…Bajingannn…Hentikannnn!!!”Ayaka menjerit-jerit dan memaki ketika wajah Ahmed menungkik ke arah ketiaknya, Ayaka membentak Ahmed ketika merasakan batang lidah pria itu mengulas-ngulas ketiaknya yang putih dan harum.

“Owwwww…. Aaaaaaaaaaaaaaa….. ” Ayaka menggelinjang kegelian ketika Ahmed melumat-lumat ketiaknya. Si Arab benar-benar gila, ia sama sekali tidak peduli dengan caci maki dan teriakan-teriakan marah Ayaka, dengan penuh nafsu dicumbuinya ketiak Ayaka dan digigit-gigitnya lekukan ketiak gadis itu.

“BAJINGANN, HENTIKANNN…, DASAR BINATANGGG….>>!! “

“BINATANGG… ?? HA HA HA…, baiklah kalau itu yang kau inginkan…” Ahmed keluar dari ruangan itu dan masuk kembali dengan menyeret seekor anjing herder besar yang menggeram-geram dengan galak, Ahmed menekan sebuah tombol. Meja penyiksaan itu turun dengan perlahan k eatas lantai.

“GRRRR…. GRRRRRR…… ” binatang itu menggeram-geram sambil memperlihatkan gigi-giginya yang runcing.

“Kuperingatkan !! jangan berani untuk bergerak atau hewan ini akan mengoyak tubuh mulusmu….HA HA HA…..” Ahmed melepaskan rantai di leher hewan itu dan bersuit.

Ayaka menelan ludah ketika moncong anjing besar itu berada di atas wajahnya, ia menahan nafas ketika lidah hewan itu yang terasa kasar menjilat-jilat bibirnya dengan rakus, ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat sementara Ahmed menyaksikan sambil tertawa-tawa, suara tawanya mirip seperti orang yang sakit jiwa.

“Ohhhhh……. ” Ayaka benar-benar tidak berani bergerak ketika hewan itu menjilati buah susunya, lidahnya yang kasar begitu taktis bergerak keluar masuk menjilat-jilat bongkahan buah susunya tanpa terlewat secentipun.

“Tooo… Toloooongggg….. ” Ayaka memohon dengan panik sambil menatap Ahmed yang tersenyum ketika menyaksikan kepala hewan itu mendekati vagina Ayaka.

“Ahhhh…. Sllccckkk slcccckkk Scllllcccckkk… ” tubuh mulus Ayaka mengejang merasakan jilatan-jilatan lidah hewan itu yang menjilati bibir vaginanya dengan rakus, permukaan lidah hewan itu terasa kasar ketika bersentuhan dengan vaginanya, sungguh hebat lidah hewan itu, begitu taktis hingga tubuh Ayaka mengejang-ngejang keenakan, berkali-kali ia merintih lirih ketika ketakutan dan kenikmatan begitu bernafsu menyiksa tubuh mulusnya.

“Ahhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrrr…….” Hewan itu semakin giat menjilati vagina Ayaka ketika merasakan semakin banyaknya cairan-cairan gurih yang meleleh dari vagina gadis cantik itu, sesekali tubuh Ayaka menggeliat-geliat resah menahan rasa geli di selangkangannya.

“To Tolonggg Ahhhhh…!! Tolonggg Awwwwww!!” Ayaka menjerit-jerit ketika hewan itu mulai menggodanya,jilatan-jilatan lidah hewan itu yang liar mulai diselingi dengan gigitan-gigitan giginya yang tajam, Ayaka menjerit kembali keras ketika sekali lagi hewan itu mengigit-gigit lingkaran otot vaginanya, Awwwwwww.., Tolooongggggg!!

“Tolong? Bukankan kau sendiri yang menginginkan seekor binatang menikmati tubuh mulusmu ? Ha Ha Ha……..” Si Arab membiarkan Ayaka menjerit-jerit untuk menikmati siksaan dari gigitan-gigitan hewan itu pada lingkaran otot vaginanya, setelah beberapa lama ia kembali bersiul, dengan patuh hewan itu menjauh dan duduk di pojok ruangan sambil menatap tubuh mulus Ayaka komatsu, yang basah berkeringat.

“Sekarang jawab, apakah kau bersedia menjadi budak nafsuku ?”

“TIDAKKKK….!! Aku tidak sudiiiiiii…..!! ” Ayaka menatap si Arab dengan tatapan matanya yang tajam, penuh kebencian,

Si Arab hanya tersenyum dan kembali bersiul, hewan besar itu kembali menghampiri Ayaka, kali ini mahluk itu menjilati dan menggigit-gigit lekukan ketiak Ayaka. Ayaka kembali mengerang dan menjerit keras kesakitan ketika merasakan gigi-gigi tajam itu terbenam di lekukan ketiaknya. Hewan itu menundukkan kepalanya dan mengigit putingnya dengan gigi-giginya yang runcing, dari pagi hingga sore hari setiap jawaban tidak dari Ayaka harus dihadapinya dengan siksaan dari seekor hewan bergigi tajam yang menggodanya dengan jilatan – jilatan dan gigitan-gigitan di lekukan ketiaknya, putting susunya dan juga lingkaran otot vaginanya, kesakitan dan penderitaan, namun juga kenikmatan ketika jilatan-jilatan lidah hewan itu mengantarkannya kepuncak kenikmatan.

“Ampunnn, tolonggg, jangan siksa aku lagii.. Ohhhhhh…..” Ayaka terkulai dengan lemah ketika hewan itu selesai membersihkan cairan kenikmatan yang baru saja meledak-ledak dengan nikmat.

“Sekarang apa kau bersedia menjadi budak nafsuku ?? ” si Arab bertanya, Ahmed tersenyum ketika Ayaka akhirnya menganggukkan kepalanya, putting susunya terasa perih dan sedikit lecet lecet digigit-gigit oleh hewan bergigi tajam itu. Ahmed tersenyum sambil membelai wajah cantik Ayaka, sebuah senyuman mengerikan tersungging dibibirnya yang sumbing.

“Pengawal….!! ” si Arab berteriak keras,

Dua orang Arab masuk ke dalam dan siap menanti perintah, Ahmed menjentikkan jarinya, kedua orang Arab itu melepaskan besi berbentuk U yang membelengu pergelangan tangan dan kaki Ayaka, kemudian mereka kembali berjaga di luar. Ahmed mencekal pergelangan tangan Ayaka dan menarik gadis itu berdiri, diseretnya tubuh mulus Ayaka mengikutinya, langkah Ayaka terseok-seok ketika Ahmed menyeretnya dengan kasar melewati lorong-lorong gelap, Ahmed mendorong pintu berjeruji itu.

“Ahhhhhhhhhhhh…!! ” Ayaka berseru kaget setengah mati ketika Ahmed menyeret tubuhnya masuk ke dalam sebuah penjara, terdengar teriakan-teriakan mesum dari mahluk-mahluk liar di balik jeruji besi, mata – mata liar melotot menatap tubuh mulus Ayaka yang hanya berbalutkan sebuah bra dan celana dalam berwarna hitam.

Ahmed melepaskan Ayaka, begitu pergelangan tangannya dilepaskan oleh Ahmed, Ayaka berlari sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan permukaan celana dalamnya, ia menangis sambil berusaha mencari-cari pintu keluar dari penjara itu namun pentu-pintu berjeruji itu terkunci dengan rapat,setelah berusaha setengah mati akhirnya Ayaka menemukan sebuah pintu yang tidak terkunci, setelah membuka pintu itu Ayaka melompat keluar, lututnya terasa lemas, ia jatuh duduk dan menangis terisak-isak.

“He HE HE HE………” Ahmed menghampiri Ayaka, dipanggulnya tubuh mulusnya yang masih menangis sesegukan menuju sebuah bangunan megah di belakang penjara itu. Ahmed mendorongnya ke dalam kamar mandi berukuran luas dan mewah. Dengan ancaman Ahmed memaksa Ayaka untuk melepaskan bra dan celana hitamnya. Si Arab terkekeh-kekeh sambil memerintahkan Ayaka untuk segera mandi membersihkan tubuh mulusnya, sementara Ahmed tertawa terbahak-bahak sambil merayapi tubuh mulus Ayaka, Ahmed memandikan tubuh mulusnya dan membilasnya dengan bersih.

Ayaka melawan ketika Ahmed menyeret tubuh mulusnya ke ranjang dan itu sebuah langkah yang salah, Ahmed menampar Ayaka dengan keras hingga gadis itu terjatuh terjengkang kebelakang, pandangan Ayaka sampai berkunang-kunang karena tamparan keras si Arab. Ayaka merasakan tubuhnya melayang dan kemudian BLUKKKK….., Ahmed melemparkan tubuh mulus Ayaka ke atas ranjang yang empuk, kemudian Si Arab berwajah rusak itu membuka pakaiannya, Ayaka melotot menatap batang penis si Arab yang mengacung keras, mungkin sekitar 16 cm.

“Awwwwwwwwww!!” Ayaka menjerit ketika tubuh besar itu melompat dan menindih tubuh mungilnya, Ayaka menjerit-jerit dan berusaha mendorong tubuh Ahmed yang tinggi besar, gemuk berlemak. Ahmed menggeluti tubuh mulus Ayaka yang berusaha setengah mati untuk melawan kebiadabannya.

“Aduhhhh…., hentikannn…!! Lepaskannnn, ahhhh, Tidakkkkk….” Ayaka meronta-ronta ketika Ahmed mencekal kedua pergelangan tangannya , dengan gemas Ahmed menekankan tangan Ayaka terentang ke samping. Bibir Ahmed yang tebal mengecupi bibir Ayaka komatsu yang menjerit-jerit ngeri sekaligus jijik ketika bibir sumbing Ahmed mengecupi dan melumat bibirnya sebelah bawah. Ayaka membantingkan kepalanya ke arah kanan hingga bibirnya terlepas dari hisapan bibir Ahmed.

“Ahhhh, rupanya kau ingin aku mencumbui lehermu manis” Si Arab justru menggunakan kesempatan ini untuk mencumbui leher Ayaka, tubuh Ayaka meronta, tubuhnya melenting-lenting, meronta  ke sana kemari sekuat yang ia mampu berusaha meloloskan diri dari gairah nafsu binatang si Arab berwajah cacat. Setelah beberapa lama akhirnya Ayaka terkulai lemas ia kecapaian akibat meronta-ronta di bawah tindihan tubuh gemuk berlemak yang menindih tubuh mulusnya. Nafasnya tersengal-sengal, keringat membasahi tubuhnya yang mulus, kepalanya terkulai ke samping kiri, air matanya mengalir dengan deras.

Terdengar suara tawa Ahmed yang serak dan berat. Pria Arab itu perlahan-lahan mulai menyantap leher korbannya, lidahnya terjulur menjilati lelehan keringat Ayaka yang meleleh membasahi lehernya, dikecupi dan dhisap-hisapnya leher Ayaka dengan liar bergatian sebelah kiri dan kanan.

“Emmmppphhh, Ahhhhh…, Oooooohhhhh……” sesekali tangan si Arab bewajah buruk itu menekan bahu Ayaka kuat-kuat ketika Ayaka mencoba untuk berontak.

“Ahhhhhhh…….. Aaaaaaaaaaaaaaaa…. ” Ayaka menjerit keras ketika mulut Ahmed mengenyot-ngenyot pentil susunya, air mata semakin deras mengalir membasahi pipinya ketika Ahmed semakin lahap menyantap buah dadanya yang besar dan ranum.

“Cupphhhh…Rrrrhhhh…Emmmummmhhh, Hrrrrrmm Muummmmhh!” suara mulut Ahmed menggeram-geram gemas ketika sedang mengemuti dan menggeluti buah dada Ayaka yang putih bersih,

Tubuh Ayaka melenting dengan indah ketika menahan hisapan-hisapan yang kuat di puncak payudaranya, sesekali terdengar pekikan kecil Ayaka ketika Ahmed menggigit bulatan susunya sebelah bawah yang membuntal padat dan kenyal. Ahmed mengangkangkan kedua kaki Ayaka, kemudian menundukkan kepalanya untuk mengendus-ngendus vaginanya, mulut Ahmed begitu tekun membasuhi dan mengecupi daerah vaginanya, tampaknya Ahmed semakin ketagihan, Arab bertubuh tambun itu semakin rakus dan liar mencumbui vagina Ayaka.

“Awww…, Ohhhhhhhhhh….. ” Ayaka memekik kaget kemudian mendesah panjang ketika Ahmed membenamkan hidungnya dalam-dalam dan mengendus-ngendus lingkaran otot vaginanya yang harum, Ahmed mengucek-ngucekkan hidungnya pada bibir vagina Ayaka sambil mengendus dalam-dalam aroma vagina yang membuatnya semakin bergairah.

“Awwwwww…, Aduhhhh.. Ahhhhhhhh…”Ayaka kembali memekik kecil ketika mulut Ahmed mencaplok bibir vaginanya, ia menggeser-geserkan vaginanya berusaha menghindari terkaman mulut Ahmed, sedangkan Ahmed sibuk  mengejar bibir vagina Ayaka.

Ayaka melejang-lejangkan kedua kakinya berusaha melepaskan kaki mulusnya dari cekalan Ahmed yang mengangkangkan kedua kalinya yang mulus dengan semena-mena. Ayaka menjerit kesal karena usaha kerasnya tidak berhasil, dengan mudah Ahmed mematahkan setiap gerakan-gerakannya yang berusaha melepaskan kedua kakinya.

“Oaaaawhhhhhhh….., Lepassssskaaannnnn, ennhhh, aduhhh ohhhh” punggung Ayaka terangkat keatas merasakan rasa nikmat akibat hisapan-hisapan kuat mulut Ahmed yang rakus mengenyot-ngenyot bibir vaginanya.

“Aaaaaa….. Ahhhhhhhhhh…. Crrretttt… Crrrtttttttttt…” tubuh Ayaka terkulai lemah,butiran keringat semakin banyak mengucur membasahi tubuh mulusnya, ketika cairan kenikmatan itu muncrat dan langsung diseruput oleh Ahmed. Tubuh mulusnya tersentak keenakan ketika lidah Ahmed mengoreki belahan vaginanya.

“Hhhhh Hhhhhh… Emmmpphhhh…. ” Ayaka menggeliat-geliat resah ketika Ahmed mencubit dan menarik. bibir vaginanya.

Endusan-endusan nafas Ahmed menggelitiki isi vaginanya yang berwana merah muda. Ahmed menatap tajam keindahan vagina Ayaka yang dikuakkan oleh tangannya. Lidah Ahmed terjulur keluar menjilati isi vagina Ayaka yang berlendir, dijilat dan terus dijilat sampai tubuh mulus Ayaka menggelinjang kegelian, diemut-emutnya vagina Ayaka hingga gadis itu tersentak dan berkelojotan tanpa daya.

“Bukkk.. bukkkk….” Ayaka berusaha memukul-mukul Ahmed yang kembali menindih tubuh mulusnya, sambil tertawa mengakak Ahmed menimpa tubuh mulus Ayaka hingga nafasnya terengah-engah menahan beban yang begitu berat menindih tubuh mungilnya.

“Ckkkk.. Ckkk… Emmmmmmpphhh Ckkkkk..mmmmff ” mulut Ayaka sampai termonyong-monyong dihisapi Ahmed, tangannya mendorong-dorong dada Ahmed, sementara tangan Ahmed membelit tubuh mulusnya.

“Jangannn, aku mohon jangannn, ahhhhhh…..” Ayaka mengeluh ketika Ahmed menarik tubuhnya bediri, Ahmed membentak Ayaka dengan suara seraknya yang berat dan keras hingga Ayaka gemetar ketakutan

“Nahhh, sekarang kau harus patuh dan menjilati batang kemaluanku, Ha HA Ha, batang kemaluanku memang agak kecil untuk ukuran orang Arab, tapi jangan khawatir, di luar sana, banyak batang-batang yang lebih besar dan panjang”

Ahmed menyodorkan batang penisnya sambil menarik kepala Ayaka. Nafasnya terdengar memburu kencang ketika merasakan hembusan-hembusan nafas Ayaka yang hengat menerpa batang penisnya.

“JIKA KAU TIDAK MENURUTI PERINTAHKU, MAKA ANJINGKU-LAH YANG AKAN MELAYANIMU …!! JILAT….!!.”Ahmed membentak dan mengancam Ayaka.

Ayaka buru-buru memegangi penis Ahmed ketika pria Arab bertubuh tambun itu hendak berlalu dan membawa anjingnya untuk melayaninya.

“Jangann, tolong jangannnnn!!” Ayaka memohon memelas sambil memegangi batang penis si Arab berwajah cacat.

Ahmed tersenyum ketika Ayaka memegangi batang penisnya kuat-kuat. Ayaka menjulurkan batang lidahnya, dijilatnya batang lidah Ahmed yang kesat dan bau, Ayaka buru-buru memalingkan wajahnya kekanan sambil mengambil nafas dalam-dalam kemudian barulah Ayaka kembali menjilati batang penis Ahmed sambil menahan nafasnya agar tidak menghirup bau penis Si Arab yang  menyengat

“Sudahhh, Sudahhhh, Uhhhhh…” Ayaka menggeleng-gelengkan kepalanya, ia sudah tidak sanggup menahan kejijikannya ketika mulut penis Si Arab mengeluarkan cairan lengket yang meleleh membasahi batang penisnya.

“Buka mulutmu Ayaka… BUKAA!! “

Ayaka tersentak kaget ketakutan dan membuka mulutnya, nafasnya tertahan di dadanya ketika kepala penis yang berlendir menjijikkan itu memenuhi rongga mulutnya, ada rasa aneh yang bersebaran di dalam mulutnya. Mau tidak mau Ayaka harus menghirup aroma penis Ahmed yang tepat berada di bawah hidungnya kerena penis si Arab tertancap di rongga mulutnya yang terpaksa menganga, menuruti perintah Ahmed.

“Ayoo Ayaka, hisap penisku HA HA HA HA HA…., bagusss, bagus sekali, Yaaahh, OOOO YAHHHHHH….!!”

Si Arab tertawa senang karena Ayaka menuruti perintahnya, sesekali ditekan-tekankannya batang penisnya dalam-dalam, diusap-usapnya kepala Ayaka yang sedang melakukan hisapan-hisapan amatirnya. Ahmed menghela nafas panjang, dirinya masih harus mengajari Ayaka agar lebih pandai melakukan servisnya. Si Arab duduk dipinggiran ranjang, Ayaka  merangkak di antara kedua kakinya. Diraihnya batang penis Si Arab bertubuh tambun dengan wajahnya yang rusak cacat itu, kemudian sambil menahan rasa jijik Ayaka menuruti perintah Ahmed untuk menciumi batang penisnya, agak lama juga ia memainkan penis Ahmed, sampai akhirnya Ahmed menarik tubuhnya dan mendudukkan gadis itu di atas paha kirinya dalam posisi memunggungi.

“Kau masih amatiran Ayaka, tapi jangan takut, aku akan mengajarimu agar dapat memuaskan laki-laki..” tangan Ahmed mengelus dan merayapi sepasang paha Ayaka yang halus mulus, ciuman-ciuman Ahmed yang menciumi bahu dan pundaknya membuat Ayaka merasa semakin risih, apalagi ketika menyadari kalau dirinya tengah duduk di pangkuan Si Arab bertubuh tambun yang tengah mencumbui tubuh mulusnya dari belakang.

Ia bertambah jengah ketika Ahmed membalikkan posisi duduknya, ia duduk di paha kanan Ahmed yang tersenyum merasakan selangkangan Ayaka yang hangat dan lembut menggesek permukaan pahanya. Ayaka memejamkan matanya ketika bibir sumbing si Arab mengejar bibirnya, tubuh mulus Ayaka menggigil antara terangsang dan juga marah ketika merasakan tangan si Arab mendekap bulatan pantatnya dan meremas-remas buah pantatnya, sesekali kuku-kuku Ahmed bergerak seperti sedang mencakar bongkahan buah pantatnya.

“Emmmhh… Mmmhhhh…. ” pipi Ayaka tampak kempot ketika Ahmed mengenyot dan menhisap-hisap bibir gadis itu, tangan Ayaka berpegangan pada siku lengan si Arab, ia menarik pinggulnya ketika merasakan jari tangan si Arab merayapi lubang anusnya, bahkan jari tangan Ahmed berusaha menusuk lubang anusnya.

“Cpokkkk…!! Aaaaaaaaaaaaw…” Ayaka menarik bibirnya dari lumatan Ahmed, matanya membeliak, ia menjerit keras kesakitan ketika jari tengah ahmed menusuk dan mengait lubang anusnya.

“Aduhhh.., aduhhh duhhh.., sakittttt… aduhhhh” tubuh mulus Ayaka menggeliat-geliat kesakitan., Ahmed tertawa kemudian kembali mencaplok bibir Ayaka hingga suaranya tertelan di dalam mulutnya.,

Ahmed menggerakkan jari tengahnya yang tertancap di lubang anus Ayaka, jarinya bergerak seperti sedang menggaruki isi anus Ayaka hingga tubuh Ayaka semakin kelojotan dengan sebatang jari si Arab bertubuh tambun yang tertancap dilubang anusnya. Tubuh Ayaka mengejang-ngejang menahan rasa sakit ketika jari Ahmed bergerak dengan liar menusuki liang anusnya.

“Aduhhh, Ohhhhh, sakitttt… Ahhhhhh… ” Ayaka menghela nafas lega ketika Ahmed mencabut jari tengahnya dari dalam lubang anusnya, ia merintih sambil menarik buah dadanya ketika Ahmed meremas-remas induk susunya, dicubitnya putingnya sambil mencium bibirnya dengan gemas. Ahmed mengusap-ngusap payudara Ayaka kemudian tangannya merayap, mengusap lelehan keringat yang mengucur membasahi tubuh mulus Ayaka.

Dibaringkannya tubuh mulus Ayaka di atas sebuah sofa di kamar itu, Ahmed tersenyum ketika Ayaka pasrah ditindih oleh dirinya. Tubuh mungil Ayaka tertutup dibawah tindihan tubuh gemuk Ahmed yang sedang menggeluti batang leher Ayaka disisi sebelah kiri kemudian berpindah ke leher sebelah kanan.

“Panggil aku Tuan Ahmed….” Si Arab berbisik di telinga Ayaka, kemudian mengecup bibirnya dengan lembut.

“Tu.. Tuan Ahmedd, Emmmmfffhhh….” Ahmed menyumpal bibir Ayaka, tangannya merayapi lekuk liku tubuh mulus Ayaka yang mengggeliat resah dibawah tindihan tubuh gemuknya.

“Ahhhh, Tuan Ahmedddd, Ahhhh, enakkk tuannnn…” Ayaka mendesah-desah resah, kedua matanya mengerjab-ngerjab keenakan ketika cumbuan Ahmed semakin liar dan turun ke arah buah dadanya. Ayaka mengangkangkan kedua kakinya ketika merasakan tangan si Arab merayap turun dan mengelus-ngelus selangkangannya.

“Ahhhhhh…, ampunn TUANNN enak sekali……Aaaaa….” Ayaka menggeliat keenakan, ciuman-ciuman lembut Ahmed seakan-akan menjadi penghantar badai kenikmatan yang mulai mengamuk dan menyiksa tubuh mulusnya.

“Aaaaaaahhhhhhhhhh!!” Ayaka menjerit panjang, tubuhnya bergetar dengan hebat, elusan-elusan lembut Ahmed di selangkangannya akhirnya membuat pertahanannya hancur lebur. Ayaka terperangah ketika cairan kewanitaannya mendadak jebol dan tiba-tiba saja muncrat berdenyutan, Ayaka merintih dan menggelinjang dalam kenikmatan puncak klimaksnya.

Ahmed menggeser kepalanya ke bawah, bibir sumbingnya menyerigai dengan buas, matanya membelak lebar menatap lelehan cairan kewanitaan Ayaka yang memeleh di selangkangan gadis itu. Ahmed membasuh jembut Ayaka dengan cairan vaginanya, aroma khas yang menggairahkan tercium dengan tajam.

“Kangkangkan kakimu lebar-lebar manis…, ya betullll…, indah sekali!! LUAR BIASAAAA….!!Ceglukkk Ceglukkkkk!!” terdengar suara  Ahmed yang serak dan berat berseru keras ketika Ayaka mengangkankan kedua kakinya lebar-lebar, berkali-kali ia menelan ludahnya sambil merekahkan belahan vagina Ayaka yang sudah becek oleh lendir vaginanya yang harum memabukkan.

“Ahhhhhh…, Ampunnn Tuannnn, enak sekali Tuannnn, Ahhhhh Tuan Ahmeeeddddddd….aaaaahhhh” Ayaka merengek dan memanggil Si Arab berwajah buruk itu dengan sebutan Tuan Ahmed.

“Yaaaa, sayang, panggil aku tuan, Ohhhhh, betapa indahnya belahan vaginamu manis, Ahhhhhh!” mata Ahmed berbinar-binar menatap daging mungil penghuni vagina Ayaka, dengan lembut dikecupinya klitoris Ayaka, diendus-endusnya dan diciuminya benda itu hingga Ayaka melenting-lenting sambil merintih-rintih lirih.

“Ahhh, enak sekali tuannn, Enakkkkkkk… “

Ahmed hanya tertawa sambil mengecupi isi vagina Ayaka dan melumat-lumat bibir vaginanya, sesekali diemutnya klitoris itu hingga Ayaka mengejang dan memekik keras menahan siksaan kenikmatan itu. Pekikan-pekikan Ayaka semakin lama semakin liar. Tubuh keduanya jatuh bergulingan di atas lantai beralaskan kain permadani yang tebal dan empuk. Ahmed menggeram gemas kemudian mencumbui tubuh mulus Ayaka dengan liar, seliar yang ia dapat untuk memuaskan nafsu binatangnya, memuaskan keganasan birahi hewan liar yang muncul dari relung hatinya yang paling gelap.

“Ahhhhh… Ampunnn Tuannn, Ahhhhhhhhhhhh….. ” Ayaka menjerit meminta ampun ketika Ahmed membalikkan tubuh mungilnya, kedua tangan Ahmed membelit pinggang Ayaka yang ramping dari belakang sementara giginya mengigiti pundak dan bahunya dengan gemas.

Ayaka mencakar-cakar permadani tebal itu, ia menjerit kesakitan ketika sesekali gigi Ahmed kembali terbenam di bahunya, kemudian ia kembali merintih dan mendesah-desah keras ketika Ahmed mencumbui tubuhnya dari belakang dengan bernafsu. Tangan Ahmed menggerayangi buah dadanya dari belakang, diremas-remasnya payudara yang sudah membengkak dan membuntal padat itu. Ahmed membalikkan tubuh mungil Ayaka, dikangkanginya selangkangan Ayaka sambil mengarahkan kepala penisnya pada belahan vagina gadis itu.

“TIDAKKKKKKK…. TIDAKKKKKKKK…. !! lepaskannn Ohhhhhh TIDAKKKKKKKK!!” Ayaka menjerit dan berontak ketika Ahmed menggesekkan kepala penisnya pada belahan vaginanya. Ayaka menjerit ketakutan ketika merasakan penis Ahmed menekan-nekan berusaha membelah belahan vaginanya.

“TIDAKKKK, JANGANNNNN… OHHHH TIDAKKKKKK…!!” Ayaka berontak sekuat mungkin dan terus berontak hingga akhirnya Ahmed melepaskan tubuh mulus Ayaka, bibirnya menyerigai kemudian ia bangkit berdiri.

“Hmmmm, rupanya kamu masih belum tunduk 100% menjadi budak nafsuku, baiklah, cukup untuk hari ini…Ha HA HA HA” Ahmed memakai kembali pakaiannya kemudian berlalu meninggalkan Ayaka yang meringkuk ketakutan di sudut kamar mewah itu.

Pintu besar itu tertutup, terdengar bunyi click. Ahmed mengunci Ayaka di dalam kamar mewah itu, terdengar suara tawanya yang serak dan berat yang perlahan-lahan menghilang. Suasana kembali sepi dan mencekam. Beberapa saat kemudian Ayaka mulai dapat menguasai dirinya, tubuhnya agak limbung ketika berjalan ke arah daun jendela yang terbuat dari kayu, dibukanya daun jendela kamar itu, wajahnya berseri-seri ketika dengan susah payah akhirnya daun jendela itu dapat terbuka sedikit-demi sedikit, namun keceriaan di wajahnya mendadak lenyap, semangatnya langsung hilang entah kemana. Ia menatap keluar jendela dengan tatapan kecewa , ada jeruji besi yang begitu kokoh memagari jendela itu hingga ia tidak mungkin dapat  meloloskan diri. Tubuhnya merosot turun, ia hanya dapat menangis terisak-isak putus asa di dalam kamar mewah itu.

(Ehmmmmm…)

He he he…..

See U next eps

Thanks ror reading….

To be continued….

Karya Yohana

Sumber Kisah BB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: