h1

Arabian Madness 3: City of Sperm

June 10, 2009
  • Cerita ini hanyalah fiksi belaka……
  • Bacaan khusus dewasa, bukan untuk anak di bawah umur, alias Adult Only…!! ^_^
  • Say NO To Rape and DRUG’S in The Real World.
  • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain DiKBB , Telur Rebus n Arsipgue.

—————————————————————————

Beberapa orang tentara Arab tengah berjaga-jaga di sebuah pulau terpencil, sesekali mereka tersenyum sinis ketika menyaksikan salah seorang dari para bule dan para negro itu terjatuh ketika mengangkat beban berat di pundak mereka. Gedebukk…tiba-tiba seorang bule tejatuh dan meringis kesakitan di atas tanah yang berlumpur itu, salah seorang mandor langsung menghampiri seorang bule dan memecutnya dengan keras

“CTARRRRR…..!! aaaaaaaaaaaaaaa…….CTARRR…!!“ Si bule menjerit kesakitan kemudian berusaha untuk bangkit berdiri dan melanjutkan pekerjaannya, beberapa lecutan keras mampir di punggungnya, si bulepun melangkah terseok-seok sambil menahan rasa sakit yang menderanya. Dengan wajah dinginnya si mandor Arab kembali berteriak-teriak menyuruh agar para tawanan bule dan negro itu bekerja dengan lebih giat. Lapar, haus, kecapaian, kepanasan, kehujanan adalah bumbu dari segudang penderitaan yang harus dijalani oleh para budak negro dan bule yang diperbudak di sebuah tambang emas di pulau terpencil itu.
************************

Ayaka Komatsu

Ayaka Komatsu

Sementara itu di sebuah rumah mewah….
Seorang gadis cantik tertunduk lesu, sesekali ia menghela nafas panjang untuk meredakan gejolak di hatinya, tiba-tiba Ayaka tampak was-was, gelisah ketika mendengar sebuah suara tawa yang sudah sangat dikenalnya, suara tawa yang berat dan serak, suara tawa Ahmed. Ayaka mundur hingga punggungnya tertahan di sudut ruangan mewah itu ketika pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Sesosok tubuh tambun masuk ke dalam kamar. Si Arab tersenyum menyaksikan Ayaka yang terpojok ketakutan di pojok kamar itu, ia menghampiri Ayaka yang ketakutan, gadis itu memejamkan matanya ketika wajah si Arab menunduk mengejar wajahnya, ia bergidik jijik ketika batang lidah Ahmed menjilat rahangnya.

“Hari ini kita akan berjalan-jalan di luar, he he he, aku menyiapkan sesuatu untukmu.“ Ahmed terkekeh-kekeh, sambil berusaha menelanjanginya.

“TIDAK….!! Cuihhh…dasar Cacattttt….Cacatttttt.!!! Si PENIS KECIL!!“

Dengan tegas Ayaka menolak keinginan Ahmed, ditepiskannya tangan Ahmed kemudian diludahinya wajah si Arab yang semakin hari semakin menyebalkan, PLAKKKKKK….satu tamparan keras mendarat di pipi Ayaka. Ia menjerit-jerit ketakutan ketika Hasan dan Halim merejang dan menelanjanginya dengan paksa. Ayaka dipaksa untuk berganti pakaian, kemudian dengan mudahnya Hasan memanggul tubuh Ayaka dan memasukkan tubuh mulus gadis itu ke dalam mobil.

“Hallo, apakah semuanya sudah siap??“ Ahmed menelepon seorang bawahannya.

“Sudah tuan…saya sudah mempersiapkan segalanya….tentu Tuan…, saya sudah mendapatkan pengganti Mr Fuji…” Ali menjawab semua pertanyaan tuannya.

“Baiklah kalau begitu…sudah saatnya Mr Fuji disingkirkan, ia sudah tahu terlalu banyak“ dan hubungan–pun terputus, Ahmed melemparkan telepon genggam itu ke atas meja kemudian ia melangkah keluar menyusul Ayaka masuk ke dalam mobil yang langsung melaju menuju ke sebuah lapangan golf. Mobil Limo itu berhenti tepat di sebelah sebuah mobil lain yang sudah sampai terlebih dahulu ditempat itu.

Ahmed tersenyum sambil turun dari dalam mobil mewahnya dan menghampiri seorang gadis cantik yang tengah bersitegang dengan seorang pria Jepang. Si pria Jepang tersenyum sambil menghisap sebatang rokok.

“Apa-apaan ini?? semula perjanjian skenarionya bukan seperti ini.., aku tidak sudi bekerja sama denganmu lagi Mr Fuji, antarkan aku pulang SEKARANGGG!!” gadis cantik itu tampak sewot,

“Ahhh… apa susahnya Nona Mihiro? Anda kan tinggal mengangkang saja, kan sudah biasa seperti itu” Mr Fuji meledek Mihiro

“PLAKKKKK……!!! “

Satu tamparan keras mendarat di wajah Mr Fuji, Mihiro menatap pria Jepang yang sudah menipunya mentah-mentah itu. Semula Mr Fuji mengontrak Mihiro untuk bermain film category dewasa tanpa disensor dengan beberapa orang kakek-kakek Jepang. Ahmed menepuk pundak gadis cantik itu dari belakang, kemudian Ahmed menari sambil bernyanyi mengelilingi tubuh mungil Mihiro Taniguchi.

“Ahhhhh…??!! “ Mihiro berteriak kaget ketika menatap wajah Ahmed yang tercabik, tubuh Mihiro merinding ngeri menatap wajah si Arab, tidak ada satu sudutpun diwajah si Arab yang menunjukkan sisi kewarasannya sebagai manusia.

“Selamat datang…Nona Mihiroooo, sudah lama aku mengagumimu“ tiba-tiba kelakuan Ahmed berubah 1000%, dengan sopan dijabatnya lengan Mihiro yang masih terbengong-bengong, terpaku keheranan.

“Ohhhh hhampir saya lupa, perkenalkan nama saya adalah Ahmed, penguasa di pulau ini…dan anda adalah Mihiro, bintang tamu disini, saya ingin anda  berbagi pengalaman bersama kami di sini he he he.., ohhh tadi saya dengar Mihiro tidak sudi bekerja sama dengan Mr Fuji lagi ya ?? kalau begitu saya juga sama…..tidak ingin bekerja sama dengan Mr Fuji lagi!“ tiba-tiba Ahmed mengarahkan sebuah pistol genggam dan menembak si pria Jepang, yang berdiri tepat di belakang kanan Mihiro.

“DORRRRR!!! ARRRGGGH“ satu tembakan mampir di kaki kanan Mr Fuji yang meraung kesakitan.

“awwwwwww!!“ Mihiro menjerit sambil menutup kedua kupingnya, wajah cantiknya menoleh ke bawah kanan, nafas si pria Jepang tertahan-tahan karena kesakitan.

“Tunng.. tunggu Tuan Ahmed, apa salah saya…ampuni saya tuan…, JANGANNNN…….Dorrrrrrr…..Doorrrrr…Dorrrr!!“ beberapa tembakan menyalak dari pistol genggam di tangan Ahmed, tembakan terakhir mengenai kepala Mr Fuji.

“aaaaaaww!!!“ Mihiro menjerit histeris, tubuhnya limbung dan jatuh duduk di atas lapangan rumput

Ahmed hanya tersenyum-senyum kemudian tertawa terbahak-bahak., tawa Ahmed yang serak dan berat membuat bintang JAV imut itu ketakutan, wajahnya yang cantik mendadak pucat, Mihiro melompat kecil sambil mendorong tubuh si Arab yang tengah mendekatinya kemudian bintang JAV yang cantik jelita itu melarikan diri, berusaha menjauhi Ahmed dan para serdadunya.

“HA HA HA HA.. HA HA…..kejar dan seret dia kembali ke sini, aku ingin menyaksikan live show Mihiro dan Ayaka di pagi hari yang indah ini he he he he he“

Dengan mudahnya seorang tentara Arab mengejar  dan  membekuk Mihiro, kemudian diseretnya tubuh Mihiro yang berteriak-teriak ketakutan sambil memukuli punggung si serdadu Arab. Ahmed menarik Ayaka Komatsu turun dari mobil, kemudian menarik tubuh bugilnya menghampiri Mihiro. Hasan yang setia menggelar sebuah kasur busa empuk di bawah rindangnya pepohonan, si Arab mendorong Ayaka hingga tersungkur kesamping Mihiro yang sudah terlebih dahulu jatuh terlentang akibat didorong oleh seorang tentara yang bengis.

Mihiro Taniguchi

Mihiro Taniguchi

“Begini Nona Mihiro…, tolong ajari Ayaka agar ia lebih pandai dalam bercinta…, he he he, jika tidak saya akan memerintahkan para prajurit saya untuk memperkosa Nona, saya tahu Nona tidak ingin diperkosa bukan ??? “ Ahmed  mulai berceloteh panjang lebar.

“Kauuu…. Huhhhh!!” Mihiro tampak kesal, ia ketakutan ketika lima orang tentara Arab tersenyum mesum, tampaknya ia tidak mempunyai pilihan lain.

“Baiklah tapi jangan disini…”

“sebenarnya saya ingin di tempat ini tapi kalau nona menolak, bagaimana kalau di alun-alun kota sajaaaa…..he he he he” Ahmed terkekeh – kekeh., otak liarnya langsung bekerja secara efektif.

“tidakkk.. jangannn…, aku mohonnnn…., baiklahh…..disini saja…hhhhh” Mihiro berusaha menenangkan diri, biasanya ia berakting di depan kamera namun kini dirinya benar-benar takut, batang penis seorang pria Arab tidak dapat dianggap enteng.

“Ehhhh ??!! Ummmmm…..(wahhhh… kecil ya) “ Mihiro menahan rasa geli ketika ahmed memamerkan batang penisnya yang berukuran 16 cm, ada rasa lega ketika menatap penis Ahmed yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis para pria pemeran film dewasa di Jepang.

“Okkk…. Nahhh ini satuuuu… buat Mihiro… satu buat Ayaka… hi hi hi… ooo iya saya request, tolong dibuka bajunya…tidak baik bagi seorang gadis secantik anda untuk mengenakan pakaian yang terlalu tertutup” Ahmed memberikan sebatang dildo, masing-masing satu, untuk kedua orang gadis cantik itu.

“Boleh tapi tolong…suruh mereka untuk pergi” Mihiro merasa risih ketika si Arab meminta untuk membuka pakaiannya, ia mengajukan sebuah syarat yang ternyata berakibat fatal, bibir Ahmed meruncing, matanya berputar-putar dengan liar.

“APAAAAAA….@#$%@ ?? PERGI KEMANA ?? KE-CLUB….?? MASA PARA SSERDADU-KU DISURUH PERGI Ke Club, MAU DISURUH APA ?? NARI STRIPTEASE…! LHA NTAR SAPA YANG MAU NONTONNN??? SERET MEREKA…, KITA KE CLUB SEKARANGGGG!! ”

“Lepaskan aku BAJINGANN!!“ Mihiro memaki seorang serdadu Arab yang memanggul tubuh mungilnya.

“Ja Jangann tuannn…Jangannnnn!!“ Ayaka melangkah terseok-seok ketika si Arab menyeratnya. Ahmed dan para serdadunya menggiring Ayaka dan Mihiro ke sebuah club di kota itu, Ahmed menggaruh-garuk kepalanya, keningnya berkerut membentuk Angka “11”

“Hemmmm…, ke mana mereka semua kenapa club ini sepiii… Trus kalau sepi begini bagaimana pendapatan ane?? sepiiiii…NO FULUS…., FULUSSS… OH FULUSSSSSSSS!!”

“Ini masih siang tuan Ahmed…jika malam tempat ini sangat ramai, dikunjungi, para perampok, pemerkosa dan juga bajak laut yang mampir dan singgah untuk mengisi perbekalan.” Halim menjelaskan situasi dan kondisi club Ahmed.di malam hari.

“Sianggg ?? nggak mungkin.!!! Ini malammmngaga!! Kamu tidak lihat…bulan purnama bersinar dengan cerah, lebih cerah dari biasanya…” Ahmed menunjukkan jari telunjuknya ke atas, matanya menatap matahari.

“Yeowwww…. Mataku ?? silauuuu….!! Uhhhhh…. Gimana kalau kita ke alun-alun kota, kita adakan upacara…vagina.”

“Upacara vagina ??”

“Apa itu Tuan ? “

“Yu will si, yu will si” Si Arab komat-kamit kemudian menyerigai

Rombongan itupun mulai bergerak menuju alun-alun kota, sepanjang perjalanan Hasan berteriak-teriak melalui sebuah pengeras suara. Ia berusaha mengumpulkan penduduk kota itu yang langsung keluar dari rumah-rumah di sisi jalan dan mengikuti kendaraan Ahmed dari belakang, semakin lama, semakin banyak massa yang mengikuti kendaraan si Arab yang berhenti di alun-alun kota, terdengar suara decak kagum dan helaan nafas-nafas berat ketika Hasan dan Halim memanggul dua orang gadis cantik di pundak mereka yang berteriak memaki-maki Hasan dan Halim.

“TUANNN…tolong lepaskan aku Tuannnn.” Ayaka memohon dengan suara memelas kepada si Arab ketika Hasan menekan bahunya agar ia berlutut di hadapan Ahmed.

“Tuannn ??!! HAHHHH…!!! Tadi pagi kau masih juga melawanku Ayaka, kau tidak mau menurut kepadaku, sekarang rasakan akibatnya, tapi aku masih baik….loh, Aku memilih seorang teman untukmu, seorang teman yang cantik dan profesional….dan kalian berdua harus belajar untuk hidup sebagai SEORANG BUDAKKKK!! BRAKKK!!!”Ahmed menggebrak sebuah meja di sampingnya, sebuah kursi empuk menyangga tubuhnya yang tambun, sementara kerumunan massa mulai bergerak membentuk lingkaran besar, Ayaka dan Mihiro terkurung bersujud di tengah-tengah diantara mahluk-mahluk buas yang menatap kedua orang gadis cantik itu dengan tatapan-tatapan mata mereka yang liar dan penuh dengan nafsu birahi.

“MIHIROOO….!! “ Ahmed berteriak keras

“Yy Yaaaa…..” gadis cantik itu mengangkat wajahnya menatap Ahmed, si Arab tersenyum lebar menyaksikan sinar mata Mihiro yang ketakutan.

“BERDIRIIIII……” Ahmed kembali membentaknya.

“Ohhhh… mati aku, apa yang akan dilakukan oleh mahluk sinting ini?” Mihiro mengeluh dalam hati, ia melirik-kan ekor matanya ke kiri dan kanan, tubuhnya terasa dingin ketakutan menatap sinar-sinar mata yang liar dari kerumunan massa disekitarnya.

“Kepada seluruh warga kota-ku yang tercinta, saya tetapkan hari ini sebagai hari telanjang sedunia….., BUKA SEMUA PAKAIAN KALIANNNNNNN!!” teriakan Ahmed disambut dengan suara riuh rendah yang mengelu-ngelukanhnya.

“HIDUPPP TUAN AHMED…HIDUPPPP…HIDUP TUANN AHMED….PANJANG UMUR…PANJANG UMURR…HIDUP!“ massa berteriak riuh rendah sambil melempar-lemparkan pakaian mereka, bahkan mulai melemparkan pakaian mereka yang bentuknya lebih mirip dengan jubah ke arah Ayaka dan Mihiro. Ahmed melompat berdiri sambil ikut berteriak liar sambil melempar-lemparkan pakaiannya sendiri.

“Uhh – Ohhhhh ?? “

“Aaaaaaaaaaaaaaa ?? !!”

Ayaka dan Mihiro tergagap terkejut sambil saling bertatapan satu sama lain, kedua gadis itu semakin ketakutan dikelilingi ribuan batang penis besar dan panjang yang mengelilingi mereka di tengah-tengah.

“Nahhh, untuk pemanasan sekarang juga kuperintahkan agar Nona Mihiro segera membuka pakaian Ayaka, demikian juga Ayaka silahkan  membuka pakaian Mihiro….. CEPATTTTT… BUKAAAAAA…! Atau Saya perintahkan agar kalian diperkosa ramai-ramai.”

“Yyaaa Yaa, Tuannn…segera…..”

“Bb baikk.. Baikkk….”

Terdengar suara gederang ketika Ayaka dan Mihiro mulai saling melepaskan pakaian mereka, suara-suara teriakan liar mengiringi jatuhnya pakaian yang melekat di tubuh kedua orang gadis cantik itu, hingga akhirnya tersisa sebuah Cd dan sebuah Bra saja-lah yang menutupi tubuh keduanya..

“Tt Tuannn. Jangan seperti ini Tuannn….”

“Iy-ya Tuan.. Jangannnnn…..Tolonggg” Mihiro mulai memohon memelas mengikuti Ayaka, menyebut Ahmed sebagai tuannya, kedua gadis cantik itu terus berusaha memohon agar Si Arab menghentikan kegilaannya.

“Buka bh dan celana dalam kalian, cepat!!” Ahmed bertambah murka ketika Ayaka dan Mihiro menggeleng-gelengkan kepala mereka menolak perintahnya. Hasan dan Halim segera turun tangan untuk menjambret celana dalam dan Bh kedua gadis itu yang berteriak-teriak ketakutan

“Bretttt… Breeettt.. Jangannn Awwww!”

“Ohhhh Owwww… Breettt… Breeeetttt…..”

“HIDUPPPP HIDUPPPPPP TUAN AHMEDDDDD… HIDUPPPP…! “ Kerumunan massa kembali mengelu-ngelukan Ahmed yang tersenyum kemudian berteriak liar sambil mengangkat tangannya ke udara, suara riuh rendah yang mengelu-ngelukan dirinya mendadak berhenti.

“Nona Mihiro, saya mohon dengan sangat tolong tinggal disini…dan temani Ayaka…kasihan dia…. He he, nahhhh jangan lupa untuk mengajarinya untuk bercinta he he he…sekarang tolong ajari dia untuk melakukan hubungan sesama jenis… alias lesbian….., cepat!! Yeee MALAH BENGONG…Hasan, Ali kalau Mihiro terus MEMBANDEL PERKOSA DIA RAMAI-RAMAI!!”

“ohhhhhh………. Brukkkkk!!!“ sangking takutnya Mihiro segera menerkam tubuh Ayaka yang menjerit kecil karena terkejut, mereka berdiri sambil berpelukan di atas serakan-serakan pakaian para lelaki Arab. Jantung Ahmed dan para penonton mendadak berhenti ketika Mihiro mulai mengecup pipi Ayaka, Cuphhhh…..

“Ehh.., Mm mau apa??“ Ayaka menepiskan tangan Mihiro yang hendak menjamah payudaranya.

“Rileks Ayaka…, aku akan mengajarimu sesuatu yang lain dan aku yakin kau pasti akan menyukainya percayalah padaku…. Hemmmm “Mihiro membelai kepala Ayaka kemudian memeluk Ayaka bagaikan sedang memeluk kekasihnya.

“Ihhh.. Mmmm… Cepphh.. Jangannhhhmmmm… Emmmmhh “ Ayaka berusaha menolak ciuman-ciuman lembut Mihiro dan tangannya mengangkat dagunya dan mengarahkan wajah cantik gadis itu ke arahnya, matanya menatap dalam-dalam matanya. Mihiro mengecup bibir Ayaka yang sedikit merekah, dilumatnya dengan lembut bibir Ayaka sebelah bawah kemudian diemut-emutnya yang bagian atas, suara teriakan-teriakan liar di sekeliling mereka seakan mengompori nafsu birahi kedua gadis cantik itu.

“Emmhh Cpkkk Ckkkk.. Mihirooo…. Emmmhhhh…”

“Ayakaaaaa…., kamu cantik sekali sayangggg…..”

Ayaka dan Mihiro saling melumat dan terus melumat, kedua tangan Ayaka mulai membalas memeluk membelit pinggang Mihiro yang langsing, Ahmed menghampiri Ayaka dan Mihiro dari samping, sebuah serigai srigala buas yang kelaparan mengembang dibibirnya yang sumbing. Tangan Ahmed menempel di bokong Ayaka dan Mihiro kemudian ia menggerayangi bokong kedua gadis cantik itu yang masih asik saling berpelukan dan berciuman, bahkan kini mereka mulai berbagi ciuman dengan si Arab yang mulai mengejar bibir-bibir mungil mereka.

“Tuannn… Ohhh Tuan Mmmmh!“ Ahmed mencicipi bibir Mihiro yang mendesah dan merintih lirih, sementara tangan Ahmed meremas–remas buah pantat kedua gadis cantik itu yang berdiri dalam pelukannya. Ahmed menekan bahu Mihiro dan Ayaka agar bersujud di hadapan batang kemaluannya, matanya hampir melompat keluar ketika kedua orang gadis itu mulai menyapu batang penisnya. Bibir sumbing Ahmed tersenyum lebar merasakan service batang lidah Ayaka dan Mihiro yang basah dan hangat, sesekali ia meringis keenakan ketika lidah mereka bergantian melingkari kepala penisnya.

“Slllccckkkk.. ckkkk Sllllccckkkk Ckkkk…Cuppphhh Slllccckkk… Clllllcccckkkkkk”

“Nona Mihiro, saya ingin dioral he he he, saya ingin sekali mencoba dioral oleh bintang JAV secantik anda…..heiiii ??!! koq diammm…!! “

“Iya, baik tuan baikkk, apapun yang tuan inginkan, apapun….” Mihiro segera membuka mulutnya lebar-lebar sambil menjulurkan lidahnya keluar. Ahmed tersenyum sambil membaringkan kepala penisnya pada batang lidah Mihiro yang basah dan hangat. Lidah Miriho mengait kepala penis Ahmed bagian bawah dan membawa kepala penis itu masuk ke dalam rongga mulutnya.

“BWAHAAAAaaaa….he he he“ Ahmed menekankan batang penisnya semakin dalam kedalam rongga mulut Mihiro, sambil melakukan hisapan-hisapan kuat batang lidah artis JAV yang cantik jelita itu menggelitiki lubang penis si Arab.

Ayaka berlutut di belakang tubuh Mihiro, kedua tangannya memeluk tubuhnya dari belakang, sedikit demi sedikit Ayaka merayapkan tangannya ke atas berusaha menggapai payudara Mihiro, entah kenapa Ayaka ingin sekali meremas dada Mihiro.

“Ahhhh….Hssshhh Ayakaaaa!“ Mihiro tersenyum sambil menengokkan wajahnya ke samping belakang, kedua gadis cantik itu kembali berciuman dengan mesra sementara Ahmed menepuk-nepuk kepala Ayaka dan Mihiro bagaikan sedang menepuk-nepuk kepala hewan peliharaan-nya.

Mihiro membaringkan tubuh Ayaka di atas serakan pakaian para lelaki Arab, bintang JAV cantik itu menindih tubuh Ayaka Komatsu dari samping, payudara Mihiro berhimpitan dengan payudara Ayaka yang mendesah dan merintih merasakan nikmatnya cumbuan seorang bintang kelas atas film-film porno Jepang.

“Ohhhhh Mihirooo…Mihiroo…. Ennnhhh” Ayaka memeluk kepala Mihiro yang tenggelam di antara belahan dadanya, lidah Mihiro membasuh belahan dada Ayaka, kemudian kecupan-kecupan panas Mihiro menggeluti kedua bulatan susu Ayaka, tubuh Ayaka menggelepar ketika Mihiro menggelitiki pentil susunya, kemudian NYOTTTTTTT!! Sebuah kenyotan kuat yang nikmat membuat Ayaka memekik kecil.

“Utsssss…….. “ Ayaka  terkejut ketika sesuatu menempel dan berusaha menusuk membelah selangkangannya.

“TUSUKKK…!! TUSUKKK..!!! TUSUKKKK…!!! TUSUKKKK!!” suara riuh rendah kembali terdengar semakin keras diiringi suara genderang yang seakan menggetarkan tubuh Ayaka dan Mihiro.

“Ohhhhhhhhhhhhhhh…Tuannnnn, Tuannnn Ahmedd Akkhhh!“ Ayaka mendesah ketika penis si Arab menekan dan terus menekan hingga selangkangan Ahmed mendesak selangkangan Ayaka.

“HIDUPPP…HIDUPPP TUAN AHMEDDD, SETUBUHI AYAKA… SETUBUHIII…. PERKOSAAAAAA…. PERKOSAAAAAA!!”

“Ttu Tuann… Tuannnn.. Ahhhh Tuan Ahmeddd Ahhhh, ohhh enakk tuannnn, enakk“ suara teriakan-teriakan liar kerumunan massa membuat nafsu Ayaka semakin tinggi bahkan lebih tinggi dari biasanya, ke manapun ia menolehkan wajahnya, entah itu ke kiri, kanan, atau ke belakang punggung Ahmed yang terlihat hanyalah sorot-sorot mata liar para pria Arab yang memelototi tubuh mulusnya yang tengah terguncang digenjot oleh si Arab berbibir sumbing, mata para lelaki Arab itu melotot menyaksikan payudara Ayaka yang terombang ambing dengan kuat sekuat sodokan-sodokan Ahmed yang menggeram-geram dengan gemas berusaha meluluhlantakkan tubuh mulusnya.

“Arrrrrhhhhhh…!! Cruutttt…Cruuttttt!” sebuah senyuman mengembang di bibir si Arab merasakan semburan cairan kewanitaan Ayaka meledak, menggugur batang penisnya yang tengah asik menyodok-nyodok vagina si artis cantik pemeran Sailor Venus, di sebuah serial terkenal di Jepang, Sailormoon.

“Plofffhhhh, MIHIROO…duduk sambil ngangkang, cepatttt!!!!“ tiba-tiba Ahmed membentak Mihiro sambil mencabut penisnya dari vagina Ayaka, Mihiro buru-buru menuruti perintah si Arab, benar-benar malang nasib bintang JAV berwajah imut itu. Mihiro duduk di atas sebuah jubah berwarna coklat, kedua kakinya tertekuk mengangkang ke samping, sementara kedua tangannya bertumpu ke belakang. Ahmed melotot menyaksikan pemandangan indah, selangkangan seorang artis cantik papan atas.

“AWWWWW!!“ Mihiro berteriak keras ketika kepala si Arab menyeruduk selangkangannya

Bintang cantik itu terperangah ketika merasakan cumbuan liar menggeluti permukaan vaginanya, sesekali ia meringis ketika si Arab menggenggam dan menarik-narik bulu jembutnya yang tipis merangsang.

“Ahhhh…pelannn- pelannn.hhh!“ Mihiro menepiskan tangan Ahmed yang sedang meremas-remas selangkangannya dengan kasar

Si Arab mendelikkan matanya marah, Mihiro segera berpikir dengan cerdik dan cepat ia membaringkan tubuhnya ke belakang sementara kedua tangannya menarik bibir vaginanya hingga mata si Arab melotot menatap keindahan vagina Mihiro yang sebelumnya selalu disensor oleh JAV production.

“Duhhhhhh ??!! Indahnyaaaaa…mengapa lubang seindah dan semolek ini harus selalu di-blur dan ditutup-tutupi“ jari telunjuk Ahmed menari-nari merayapi isi vagina Mihiro.

Suara riuh dan tepuk tangan kembali terdengar dan membuat suasana semakin memanas ketika Ahmed menundukkan kepala untuk mencium vagina Mihiro. Lidah Ahmed memoles–moles klitoris Mihiro serta bergerak cepat terayun ke atas bawah kemudian bergoyang ke kiri dan kanan menampari daging klitoris itu sehingga daging mungil yang bentuknya mirip seperti kacang tanah itu semakin menonjol dan mengkilap dengan indah.

“Unnnnhhhhh… aaaaaaaa…..mmmmppphhhh!!” tubuh Mihiro tidak dapat menyembunyikan kenikmatan akibat perlakuan si Arab yang mencokeli kelentitnya, tubuh bintang JAV yang cantik jelita itu menggeliat-geliat, melenting-lenting menahan serangan lidah si Arab yang menjilati klitorisnya.

“Owwww!!“ Mihiro menjerit sambil menarik pinggulnya ketika merasakan gigitan – gigitan Ahmed yang menggigiti selangkangannya dengan gemas, ia mendorong kepala Ahmed dan menahannya, Ahmed menggeram kemudian menggonggong.

“GRRRRRRHHHHH…. GUKKK… GUKKKK GUKKKKK….” lidah Ahmed menjilati sela-sela jari tangan Mihiro,

Si Arab menundukkan kepalanya menjilat dan terus menjilati betis Mihiro, jilatannnya mulai naik menjilati dan menciumi sepasang paha mulus Mihiro yang terbuka mengangkang ke samping kiri dan kanan. Mihiro tampak semakin seksi, cantik merangsang. Artis cantik itu menggeser tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada tiang bendera, tangan kirinya membelai-belai belakang kepala si Arab, berkali-kali wajahnya terangkat ke atas sambil mendesis keras HSSSHH…SSHHH… HSSSSS. suara desisan-desisan keras yang keluar dari bibir mungil bintang JAV yang berwajah cantik dan bertubuh mulus merangsang itu, desisan-desisan Mihiro semakin keras ketika jilatan-jilatan si Arab memolesi lingkaran bibir vaginanya. Ahmed menarik bibir vagina Mihiro kemudian melumat habis seluruh cairan gurih asin yang dikeluarkan dari liang itu. Sementara kerumunan massa Arab berteriak-teriak liar meminta aksi yang lebih panas lagi daripada sekedar menjilat alat kelamin bintang JAV cantik itu. Ahmed lalu menempelkan batang penisnya pada belahan vagina Mihiro.

“AYO TUANNNN, SETUBUHI MIHIRO TUANNNN…!! TUSUK GADIS JEPANG ITU…JANGAN DIBERI AMPUNNNNN!!”

“JREBBBBB…. Aowwwww………!!” pekikan kecil Mihiro disambut oleh teriakan-teriakan liar penonton Arab yang asik bercoli ria sambil membayangkan sedang bersetubuh dengan gadis cantik itu.

“Nnnnnhhhhhh…. “ Mihiro menatap wajah Ahmed yang tercabik-cabik, ia melenguh merasakan batang penis si Arab membelah dan tenggelam semakin dalam, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Ahmed tersenyum mesum mendengar suara desahan panjang Mihiro ketika ia mulai mengaduki liang vagina bintang cantik itu.

“Ohhh…. Aduhhh duhhh ahhhhhh!!“ tusukan-tusukan kasar si Arab membuat Mihiro semakin keras mendesah dan terus mendesah, tubuh tambun Ahmed menindih tubuh mungilnya. Si Arab semakin brutal menghempas-hempaskan batang kemaluannya, menghantam,  menumbuki belahan vagina Mihiro yang berdecak becek kewalahan menghadapi nafsu liar seorang pria Arab tambun dengan wajahnya yang sangat menjijikkan. Mihiro memejamkan matanya, ia berusaha untuk mengusir bayangan wajah Ahmed yang menjijikkan.

“Clepppp… Clepppp… Cleppppp… Cleppppp!” suara vagina Mihiro yang sedang disodok dan ditumbuk oleh si Arab. Tubuh mungil Mihiro  menggelepar tanpa daya di bawah tindihan tubuh tambun yang dipenuhi bekas luka cabikan cakar binatang buas.

“Oooooo…hhsssshhhhhh…Emmpphhh crrrrrtttt…ccrrtttt!” tubuh mungil itu mengejang di bawah hempasan-hempasan tubuh tambun si Arab, Ahmed menghentikan gerakan-gerakan liarnya, matanya tampak sayu menyaksikan ekspresi kenikmatan yang tergambar dengan jelas di wajah Mihiro.

Tiba-tiba Ahmed mengingat Ayaka.

“Ayaka… mana Ayaka……OHHH DIMANA DIAAAA..!! DIMANA AYAKA-KU…..”

“Saya.. ss saya disini tuan…., saya di sini” Ahmed menolehkan wajahnya ke samping kanan belakang, bibirnya tersenyum menyaksikan Ayaka tengah menjilati penis milik Hasan dan Halim.

“BAGUS… BAGUSS… HASAN… HALIMMM, tolong kalian bantu aku untuk  menjaga dan menghangatkan tubuhnya, tapi ingattt….jangan sekali-kali kalian berani menyetubuhinya, mengerti??“

“Baikkk Tuann… baikkk!! “

“Terimakasih Tuannn!!”

“Ohhhhh…. Hssshhhh.. Hssshshhh Hasannnn…, HALIMMM” Ayaka mendesah ketika Hasan dan Halim membaringkan tubuh mungilnya di atas tumpukan jubah berbagai warna, sementara Hasan dan halim memeluk tubuh molek Ayaka ditengah-tengah mereka.

“Ohhhh…NONA AYAKAA!!”

“NONA CANTIK SEKALI!!”

Hasan dan Halim berbisik di telinga Ayaka, bergantian Hasan dan Halim mengecupi bibir Ayaka, sementara kedua tangan Ayaka menggenggam batang penis Hasan dan Halim yang besar dan panjangnya jauh dari kemaluan Ahmed yang berukuran 16 cm, kedua pengawal setia itu tersenyum mesum ketika merasakan kocokan-kocokan lembut pada batang kemaluan mereka.

“Emmmppphhh ceeppph…Ckkk Mmmmmmmmm nnnnhhh Emmm“ suara decakan mengiringi suara rintihan bibir Ayaka yang sedang diemut, dilumat dan dikecupi oleh Hasan dan Halim.

“Kalian, kemari!! Berdiri disini..nah“ Hasan menunjuk tiga orang Arab yang beruntung, tanpa dipanggil duakali ketiga orang Arab itu maju sambil mendelikkan mata mereka, menatap tubuh mulus Ayaka. Dengan penuh kasih sayang Hasan menyandarkan punggung Ayaka pada kedua paha seorang penduduk Arab yang bediri sambil mengocok-ngocokkkan penis besarnya, sementara dia orang penduduk lain segera mengurung Ayaka dari sisi kanan dan sisi kirinya.

Ayaka menengadahkan kepalanya ke atas, bergantian ketiga batang penis itu dijilati oleh Ayaka. Hasan menggeluti payudara Ayaka dengan penuh nafsu, mencumbu dan mengemut-ngemut pentilnya yang meruncing, sementara Halim menggeser kepalanya ke bawah untuk melumati vagina gadis cantik itu. Ahmed manyun menyaksikan skenario panas yang begitu menggairahkan, ia tidak mau kalah. Ahmed berteriak menanggil dua orang serdadunya, disuruhnya mereka untuk duduk berlutut saling berhadapan, si Arab meletakkan kepala Mihiro di antara dua batang penis yang mengacung itu, jika Mihiro menolehkan kepalanya ke kanan maka bersyukurkan si serdadu Arab di sebelah kanannya karena bintang cantik mungil itu menjilati dan mengemut kemaluannya, jika Mihiro menolehkan wajahnya kekiri maka si serdadu disebelah kiri berseru gembira karena Mihiro “menservice” kemaluannya. Ahmed meletakkan kedua kaki mulus Mihiro mengangkang di dadanya, sementara batang penisnya kembali diselipkan di antara cepitan belahan bibir vagina gadis cantik itu yang sedikit merekah, BLESSSHHHH… JREBBBBBB!!

“Ahhhhhh!! Unnnnhhhhh….. Ennnnhhh Nnnnhh Ennnhh!!” kali ini Mihiro benar–benar asli merengek tanpa perlu berakting, nafsu gadis cantik itu meledak-ledak di dadanya sambil mengenyoti kedua batang penis milik dua orang serdadu Arab itu yang mulai menyerang dengan mengelusi payudara Mihiro yang semakin membuntal padat. Mihiro merintih merasakan putingnya dipilin dan dipelintir-pelintir dengan liar. Payudaranya diremas dan diperas oleh lengan-lengan yang berbulu lebat mirip lengan seekor monyet.

“Ahhhhh…aahhh enak Tuannnn, Enakkkkkkk…Hssshhhh” Mihiro menjerit keenakan ketika penis Ahmed mulai menggenjot vaginanya, rasa nikmat dan enak itu sering sekali  membuat tubuh mungil Mihiro menggelepar dan terperanjat, menyiksa dan menghajar tubuh mulusnya hingga menggeliat kelojotan.

“Ha Ha ha Haaa…gimana rasanya penis orang Arab Nona Mihiro ??, lebih gurih  ketimbang penis orang Jepang bukan??” Ahmed menyindir Mihiro yang tengah asik mengemut dan menjilati dua batang penis itu sekaligus,

Bibir Mihiro belepotan dengan lendir-lendir yang lengket dan menjijikkan. Ia tidak menjawab sindiran si Arab berwajah buruk, malah semakin bernafsu menggeluti dua batang penis milik dua orang serdadu Arab yang beruntung itu. Tanpa mempedulikan tubuh mungil mulusnya yang terguncang dengan kuat disodok-sodok oleh Ahmed si Arab berotak miring.

“Ohhhhh… Oaahhhhhennppppph, Nikmatttnya…aaaaaaahhhh!” bintang cantik itu seperti menahan sesuatu, tubuhnya mengejang-ngejang, dan tersentak kuat ketika Ahmed mempercepat tusukan-tusukan batang penisnya menyodoki belahan vaginanya.

“Uhhhhh !! Crrtttt…. Crrrrrrrrrr… Srrrrrrr…“ desiran kenikmatan mengiris vagina Mihiro hingga gadis itu meringis–ringis merasakan irisan kenikmatan batang penis si Arab yang kembali membuatnya mencapai puncak klimaks.

“Ahhhhhhh…Aaaaaaaa!!“ saat yang hampir bersamaan terdengar jeritan keras Ayaka ketika Hasan berhasil mengoral vagina gadis cantik itu dengan sukses, tubuh mulus Ayaka menggeliat-geliat di antara tubuh kelima orang lelaki Arab yang sedang asik menyantap kemulusan dan kehangatan tubuhnya yang mungil.

“Nahhhh Nona Mihiro yang cantikkkk, tolonggg Anda menungging… Ayo nungginggggg!!” setelah mencabut batang penisnya dari cepitan vagina Mihiro Ahmed membalikkan tubuh mungil artis cantik itu, ditariknya pinggulnya hingga terangkat ke atas.

“Oooooooohhhhmmm!!“ sebatang penis menyumpal mulut bintang cantik itu sementara sepasang lengan berbulu lebat menggerayangi payudaranya yang menggantung dengan indah di dada gadis itu.

“Clupppphhh…Cluppppp…“ Ahmed mencelup-celupkan batang penisnya pada vagina Mihiro, kemudian ditekankannya kepala penisnya yang sudah terbasuh oleh lendir kewanitaan bintang JAV cantik itu yang meringkik keras.

“OAAWWWW!! AAAAAAA HEUMMMPPHH…OOOHHHHHH“ Mihiro mendelikkan matanya menahan sebatang penis yang berusaha membongkar liang anusnya, mulutnya yang ternganga lebar kembali dimanfaatkan oleh sang serdadu dengan menenggelamkan kembali batang penisnya yang besar panjang ke dalam mulut bintang cantik itu yang tengah disodomi dengan liar dan brutal oleh Ahmed si gila.

“JREBB POKKKK>> JREBBB>>>> POKKKKK…“ suara – suara benturan terdengar keras menggairahkan ketika selangkangan Ahmed beradu dengan buah pantat Mihiro, tubuh mungil Mihiro terayun maju-mundur dengan kuat dan kencang, butiran keringat melelehi tubuh mungilnya yang halus mulus, sungguh sayang sekali tubuh mungilnya tengah dinikmati oleh tiga orang Arab bertubuh besar dan berbulu lebat.

“KAUUU.. AMBIL DILDO ITU!!“ AHMED menunjuk seorang warga yang tengah menonton yang melompat sambil menyambar sebatang dildo berduri karet.

“Tusukk.. tsuuukkkkkkk…kemaluan Mihiro“Ahmed terbata-bata memberikan perintahnya, JREBBBBBB…. dengan kasar seorang warga berwajah bengis itu mengayunkan dan merojokkan dildo itu membelah vagina Mihiro yang kontan melolong hebat.

“OWWWWWWWW!!! Mmmmm hhkkk MMMM hhhhhsssh!” Mihiro hampir menangis ketika penis milik Ahmed bergerak semakin cepat, demikian juga sebatang dildo berduri karet yang bergerak kasar menggasak vaginanya.

“Berikan dua buah dildo untuk Ayaka!!“ Ahmed berteriak – teriak liar ke arah Hasan dan Halim yang segera menyambar dua buah dildo berwarna bening seperti kaca.

“Ehhhh.. Ohhhhh jangannn…jangann…ARRRHHHH!” Ayaka dipaksa untuk berjongkok mengangkang menduduki sebatang dildo dengan liang anusnya, belum juga habis erangannya, Halim menusukkan dildo besar itu pada belahan vaginanya hingga ia terperanjat, mulut Ayaka ternganga lebar, matanya yang indah membeliak ketika Halim memompakan Dildo besar itu dengan liar. Ayaka membuka mulutnya menerima kehadiran dua batang penis besar yang bergantian meminta dioral olehnya di sisi kanan dan kiri wajahnya. Hasan mengusapi punggung Ayaka, ia tengah berada di belakang punggung gadis cantik itu, tangannya memegangi dan menyodok-nyodokkkan sebatang dildo yang tertancap diduduki oleh Ayaka, berkali-kali jilatan dan ciuman gemas Hasan mendarat di tengkuk, punggung dan pundaknya. Jeritan-jeritan dan rintihan kenikmatan kedua gadis itu terdengar semakin merangsang dan menggairahkan, entah berapa kali Ayaka dan Mihiro meledakkan cairan kenikmatannya, cairan kewanitaan kedua artis cantik itu sedang diperah di tengah kerumunan massa Arab, tubuh dan rambut mereka yang indah tampak basah semakin kuyup di tengah panasnya sinar mentari siang hari itu.

“Ennnhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrrrr…… crrrrrrr..ohhhhh”

“WHA HAAAAAAAA… KECROOOTTTT… CROOTTTT….” tubuh si Arab melengkung sambil menghentakkan batang penisnya dalam-dalam, kedua tangannya menekan bertumpu pada punggung Mihiro yang basah.

“Oohhhh Ohhh OWWWWWW…….” Ayaka terjatuh menduduki dildo yang tertancap diliang anusnya, kedua kakinya yang tengah berlutut terasa lemas, ia sungguh tidak sanggup menahan tubuh mungilnya sendiri, bersamaan dengan itu cairan kewanitaannya kembali meledak hebat.

“Arrrhhhhh Crrrtttttttt… Crroooooottt Crooottttt… Seeerrrrrr….”

Ahmed kembali duduk diatas sebuah kursi yang mirip kursi singgasana yang mewah dan empuk, tubuh si Arab bersimbah keringat, tangannya yang berbulu menyambar corong pengeras suara.

“Hhhhhh.. Hhhhhhh  Haaaahhh…kepada wargaku yang tercinta, silahkan kalian memandikan Ayaka dan Mihiro dengan sperma kalian…ingat jangan berebuttt….maju lima-lima…dan MANDIKAN MEREKA, AGAR MEREKA TAHU KEKUATAN SPERMA KITA, BANGSA ARABBBBBB!!! KALIAN BOLEH MEMINTA DIORAL, NAMUN TIDAK UNTUK MENYETUBUHI AYAKA DAN MIHIRO, HAAA HAAA HAA HAAA “

“HIDUPPPP…. TUANNN AHMED HIDUPPPPPPPPP!!”

Suara sorak sorai menggelegar menyambut keputusan dan ide gila si Arab, lima orang demi lima orang bercoli ria di sekeliling Ayaka dan Mihiro. Mereka direjang dan dideepthroat oleh batang–batang penis para pria Arab yang besar dan panjang, kedua gadis itu dipaksa mengoral batang-batang penis yang mengurung mereka bedua. Disertai lenguhan panjang Ayaka dan Mihiro jatuh tak sadarkan diri ditengah kerumunan massa itu, yang terus berkerumun untuk berbagi kenikmatan dan kehangatan tubuh mungil keduanya. Entah berapa batang penis menyirami tubuh mulus Ayaka dan Mihiro yang mengerang terbangun dari pingsannya.ketika cairan lengket itu menyemprot wajah mereka. Entah sudah berapa buah kepala pria Arab yang sudah terbenam di antara selangkangan Ayaka dan Mihiro untuk menikmati rasa cairan kewanitaan kedua gadis itu yang asin gurih. Kedua gadis cantik bertubuh mungil mulus itu mengerang, merintih dan melenguh-lenguh keras, entah berapa kali mereka berdua jatuh bangun tak sadarkan diri,

Mereka merintih,  mengeluh-ngeluh kecapaian ketika kerumunan lelaki Arab itu memeras cairan kewanitaan Ayaka dan Mihiro hingga tubuh mulus mungil kedua gadis cantik itu terkulai lemas ketika cairan kewanitaan mereka meledak berkali-kali dan meleleh dari sela-sela belahan vagina mereka yang terus diemut bergantian oleh beberapa orang lelaki Arab.

“HENTIKAN CUKUPPPP!!!!!“ si Arab berwajah menjijikkan terkekeh-kekeh di atas singasana empuknya.

Matanya berputar-putar liar menyaksikan tubuh mulus kedua artis cantik itu yang tengah digumuli tanpa daya. Seluruh tubuh mulus mereka dari wajah, ujung rambut, hingga ujung kaki penuh dengan lendir putih pekat yang beraroma tajam. Hasan dan Halim membopong tubuh mulus Ayaka dan Mihiro yang kuyup oleh sperma dan keringat. Ahmed pun ikut merangkak dan naik kedalam mobil limonya. Kerumunan massa Arab perlahan-lahan mulai membubarkan diri, ada yang pulang dengan wajah tersenyum-senyum gembira, namun ada juga yang menghela nafas panjang karena menyesal, tidak sempat untuk ikut mendeepthroat dan mencicipi lezatnya belahan vagina Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi.

“Ha Ha Ha. Ha!!“ terdengar suara si gila Ahmed yang berat dan serak, dari dalam mobil limonya, Ayaka dan Mihiro berusaha membuka matanya yang terasa berat, nafas kedua gadis cantik itu masih terengah-engah. Mereka merintih kemudian melenguh panjang tak sadarkan diri.

“Tidurlah Sayangggg……, Ha Ha HA HA HA, Ohhh cantik nian kedua budak-ku,  HUA HA HA HA HA HA HA HA HA…..!!!!“ perut buncit Si Arab terguncang ketika tertawa terbahak-bahak, sebuah nyanyian yang tak jelas terdengar berkumandang dari bibir sumbingnya.

Mobil Limo mewah itu meluncur menuju istananya.

See U Next Episode ^_^

Thank’s For Reading.

Nah, Berhubung aku sedang berusaha untuk,

mempelajari seni peralur-an

bagaimanakah alur dari ceritaku kali ini ??

Mohon Bimbingan-nya……..

Thang kyu… Y ^_^ Y

By Yohana

Sumber : Kisah BB

One comment

  1. Serius ini buat sendiri???
    Daya khayalan keren…
    penuturannya dan alurnya bagus….

    Sumpah ampe terdiam gua bacanya….!!!

    Boleh tanya napa kudu orang Arab ama cewe Jepang yah?

    Re: Kan dibawahnya ada namapengarangnya bro



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: