h1

Arabian Madness 4 – Keiko Kitagawa’s Great Escape

October 18, 2009
  • Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/ kejadian/ peristiwa maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Warning…!! BACAAN KHUSUS DEWASA!!, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read for your own risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!)
  • Mkasih  buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan  untuk memposting cerita-ceritaku.
  • ngak lupa, makasih juga buat mupenger’s yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u  All ^_^
  • Mkasih buat Someone yang sudah membantuku untuk merapikan cerita (he he he Y^_^Y)
  • Say NO To RAPE ,DRUG’S & Crime’s & Terorism in The Real World.
  • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

—————————————————–

Mihiro

Mihiro

“Doorrr…. Dooorrrr….!! Dorrrrr….!!” suara tembakan membangunkan dua orang gadis cantik yang tengah tertidur pulas di atas sebuah ranjang yang empuk.

Mihiro dan Ayaka tersenyum lembut, sinar matahari pagi yang merambas dari balik kaca jendela menyinari tubuh molek yang tengah merangkak turun dari atas ranjang.

“Selamat pagi Tuan Ahmed….” Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi tersenyum manis sambil menyapa Ahmed

Mereka berdua melepaskan pakaian yang betuknya mirip seperti kimono tipis, kemudian berdiri tanpa busana di hadapan si Arab. Ahmed tersenyum, kini ia memiliki dua orang budak seks yang cantik dan penurut, berkulit putih mulus tanpa cela.

“Selamat pagi Mihiro, selamat pagi Ayaka.., eh iya Ayaka…bagaimana dengan tugas yang aku berikan?? sukses??”

“Sukses Tuan.., ”

Kedua gadis cantik itu bergelayutan dengan manja ditangan kanan dan tangan kiri si Arab yang terkekeh – kekeh senang ketika Ayaka dan Mihiro menciuminya sambil menggerayangi sesuatu yang menggembung di selangkangannya.

“Bagus…bagussss…Hemm?? tapi di mana dia sekarang, aku tidak melihatnya….”

“Tuan sudah sarapan pagi… ?? “ Mihiro bertanya pada Ahmed.

“Belum…, “

“Nahhhhh, kami sudah menyiapkan sarapan pagi special untuk Tuan” Ayaka melepaskan pakaian Ahmed, Mihiro membantu Ayaka, kedua gadis cantik itu melepaskan pakaian Ahmed hingga si Arab kini polos tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya yang rusak menjijikkan.

Ayaka Komatsu

Ayaka Komatsu

“Tuan…hari ini kita sarapan pagi di kebun…saya dan Mihiro sudah menyiapkan sarapan pagi special untuk tuan, tapi sebelumnya tuan harus tutup mata dulu yachhh” dengan genit Ayaka membalut mata Ahmed, sementara Mihiro mengelus selangkangan Ahmed, tawa merdu Ayaka dan Mihiro diselingi oleh suara tawa Ahmed yang serak dan berat, dengan hati-hati Ayaka dan Mihiro memapah si Arab menuju ke sebuah kebun yang tertata dengan rapi. Ada sebuah meja besar panjang di kebun itu, beberapa orang koki Arab tengah sibuk menghias sesuatu yang indah.

“Prokk.. Prokkkk…”

Ayaka bertepuk tangan sebanyak dua kali, tidak lama kemudian para koki Arab itu mengundurkan diri sambil melirikkan mata mereka dengan nakal merayapi tubuh Ayaka dan Mihiro yang molek tanpa busana, tanpa mempedulikan tatapan-tatapan nakal para koki Arab, Mihiro melepaskan secarik kain sutra yang membalut mata Ahmed, mata Ahmed membelak seperti hendak melompat keluar, bibirnya yang sumbing ternganga sementara sebatang benda di selangkangannya terangguk-angguk mengeras.

“WHUAAAHHHHH….!!!” Ahmed berseru keras, kedua matanya melotot, Ayaka dan Mihiro segera mengocok-ngocok batang penisnya, sementara mata Ahmed menatap keindahan di atas sebuah meja besar. Sinar mentari pagi mengelus sesuatu yang tergolek indah di atas meja besar itu.

********************************

Beberapa hari sebelumnya….

Seorang gadis meraih telepon genggamnya yang berbunyi, kedua matanya yang terpejam membeliak ketika mendengar suara sapaan dari seberang sana.

“Hallo… Keiko….”

“Astaga Ayaka…!! Kamu berada di mana ?? semua orang sibuk mencarimu,” Keiko terkejut setengah mati, serentetan pertanyaan disuguhkan olehnya kepada Ayaka Komatsu.

“Keiko… Tolong jemput aku donggg, sepertinya aku kemalaman nihh”

“Bukan kemalaman lagi…!! Ini sudah jam 02.00 dini hari, kamu berada di mana? emmhhh….” Keiko duduk di atas ranjang, tubuhnya menggeliat berusaha mengusir rasa kantuk dan rasa malas. Keiko mengangguk – angguk, kemudian beranjak dari atas ranjang empuknya untuk menjemput Ayaka, tidak berapa lama sebuah mobil meluncur dari halaman rumahnya.

“Mmmmmmhhh…Hasan, Halim, Keiko kini sedang  menuju ke…*****, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan??” Ayaka menggeliat kemudian mendorong kepala Hasan dan Halim yang tengah berebutan menyusu di payudaranya.

“K-kami tahu Nona Ayaka, kami tahu…uhh, saya telah menghubungi agen kita di Jepang“ Hasan berusaha mengendalikan dirinya

“Nona, lain kali kami boleh menyentuh Nona lagi kan??” Halim seakan enggan melepaskan tubuh Ayaka yang tersenyum sambil menggeliat indah berusaha melepaskan diri dari pelukan Halim. Setelah mengerlingkan matanya dengan nakal, Ayaka melenggok meninggalkan Hasan dan Halim yang berkali-kali menelan ludah menyaksikan kemolekan tubuhnya yang melangkah menjauh.

********************************

Back to Ahmed

Keiko Kitagawa

Keiko Kitagawa

“Walahh, kalau ada yang ini mah nggak usah sarapan dulu, pelayann!! Bereskan semua hidangan di atas meja!!!”

beberapa orang pelayan langsung datang melaksanakan titah Ahmed sementara mata si Arab merayapi kemolekan dan kemulusan tubuh seorang gadis cantik berambut panjang, ia terbaring tak sadarkan diri di sebuah meja panjang besar nan mewah, kedua kakinya terikat mengangkang lebar, sementara kedua tangannya menyatu terikat ke atas. Posisi gadis itu mirip seperti huruf “Y”, suara gelak tawa Ahmed dan tawa merdu Ayaka dan Mihiro, mengusik kesadaran Keiko Kitagawa ketika si Arab mengejar sosok Ayaka dan Mihiro yang berlari menghindar. Keiko memincingkan matanya berusaha mengenali sesosok tubuh yang berlari mengitari meja, suara itu?? Oh, tubuh itu ?? ahhhhh….?? itu Ayaka….Komatsu!!

“Ehhhh ??? Aa.-Ayaka toloongg…Ahhhh!!!”

Keiko berseru terkejut menyadari dirinya terikat tanpa daya, ia meminta tolong pada Ayaka yang tengah berlari mengelilingi meja, ia terkejut ketika sesosok tubuh lewat di samping tubuhnya yang terikat, OHHH..!!APA ITU?? MANUSIAKAH itu ??, tubuh Keiko merinding dingin.

“Awwwwwwwww……!!” Keiko menjerit ketakutan sambil menutup mata dan memalingkan wajahnya kearah lain ketika Ahmed menolehkan wajahnya ke arah gadis itu, ia terkejut setengah mati, seraut wajah rusak mengerikan tersenyum menatap dirinya, sementara Mihiro menangkap dan memeluk tubuh Ahmed dari arah belakang.

“Ehhh Keiko, dah sadar ya…”

Ayaka membalikkan tubuhnya, kemudian menghampiri Keiko yang tengah meronta-ronta, Ayaka bertumpu menungging di sisi meja, sementara Ahmed menyelipkan penisnya kebelahan pantat Ayaka. Si Arab sibuk mengulek-ngulekkan batang penisnya pada belahan pantat Ayaka.

“Ayaka…?? Di mana ini ?? Ohh makhluk apa itu??“

“MAKHLUKKKKK ?? GRRRRRHHHH…..!!” Ahmed menggeram sambil menyerigai, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Keiko, lidahnya terjulur keluar menjilat rahang gadis itu.

“Ii-ihhh….”

Keiko merasa jijik ketika lidah Ahmed yang basah menjilat rahangnya kemudian dengan rakus Ahmed menciumi wajahnya. Jilatan Ahmed meluncur turun ke arah leher Keiko kemudian kembali merayap naik dengan perlahan kearah rahang kanan lalu tiba-tiba menggigit leher kanan gadis cantik itu dengan agak kuat hingga meninggalkan bekas gigitan,

“Ha HA HA HA HA…” Ahmed tertawa menyaksikan mimik wajah Keiko Kitagawa yang kesakitan bercampur , jijik dan marah.

“LEPASKAN AKU KEPARATT….!!!!”

“Tenang saja Keiko, Tuan Ahmed akan memperlakukanmu dengan baik…hmmmm, wajah yang cantik , ditunjang dengan tubuh yang  seksi, hi hi hi…, Tuan Ahmed pasti akan melayanimu dengan baik” Mihiro tersenyum nakal sambil mengelus puncak payudara gadis itu,

Ahmed mengelus rambut Mihiro kemudian ia menggeluti tubuhnya dari belakang. Ayaka memeluk Ahmed sambil menggesek-gesekkan buah susunya pada punggung pria itu. Keiko tertegun menatap Ayaka dan Mihiro, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kelakuan Ayaka dan Mihiro berubah drastis, mereka berdua dengan sukarela menjadi mainan Ahmed dan menyebut makhluk mengerikan itu sebagai TUAN ??

“Ayakaa…!! Kau gilaaa…, gila….!!SADAR AYAKA..!!!Heiii…!! Jangan sentuh aku…!!dasar sinting….!!!ahhhh, HEIII….!!“ Keiko menjerit berusaha menyadarkan Ayaka, ia berteriak marah ketika jemari Mihiro mengusap selangkangannya, dengan genit Mihiro kembali mencolek selangkangannya dan mengusap bulu-bulu halus yang tubuh di sekitar vaginanya, kemudian dengan bernafsu ia mengendus-ngendus vagina Keiko.

“Aduh, Keiko marah ya?? habis Mihiro nakal sihhhh main colek sembarangan, sini Mihiro sayang…, colek punyaku saja he he he“ Ayaka memeluk Mihiro dari belakang

Dengan gerakan yang indah Mihiro membalikkan tubuhnya menghadap Ayaka Komatsu, kedua gadis cantik itu saling berpelukan dan berciuman dengan mesra. Tangan Mihiro merayap ke bawah mengusap dan mencolek-colek selangkangan Ayaka yang berdiri sambil mengangkangkan kedua kakinya.  Keiko merinding mendengar suara desah Ayaka dan Mihiro yang semakin menggebu, bahkan kedua gadis cantik itu bergantian menundukkan kepala, saling melumat payudara lawannya.

“Astaga..!!Ayaka….??!!,Ohhhh… Apa yang telah terjadi denganmu…..” Keiko membatin dalam hati.

“Keparat…!! JANGAN KURANG AJAR KAU MONSTERR!! Dasar Makhluk CACATTT!!” kembali terdengar jerit marah Keiko ketika si Arab mengusap induk payudaranya sebelah atas kemudian dengan santai jemari Ahmed merayapi belahan payudaranya.

Wajah Ahmed membesi, bibirnya yang sumbing tersenyum sinis, diremasnya kuat-kuat payudara Keiko hingga gadis itu mengaduh kesakitan, dasar otak setengah miring, Ahmed tertawa terbahak-bahak, jari telunjuknya merayap turun kemudian mengetuk-ngetuk bibir vagina Keiko. Si Arab tertawa sambil memperhatikan mimik wajah Keiko saat jari telunjuk terayun-ayun perlahan, mengelusi belahan vaginanya kemudian mematuk, mengetuki belahan vagina Keiko.

“Helloooo, Tok… Tokkk Tokkk, anybody home..??wuihhh…!! Wheiiittt, memeknya banjir….Enak yaaaaa, dielusssssss…., dijilatttttt…..?? , DIJILATTT…?? Mau ya memeknya kujilatttt…!!HA HA HA HA HA” Ahmed tertawa dengan suara yang serak dan keras kemudian kepalanya menungkik cepat ke arah selangkangan Keiko,

Lidah Ahmed terjulur keluar, terayun-ayun menjilati selangkangan Keiko yang terkangkang terikat tanpa daya, gadis cantik itu berteriak marah mendapat perlakuan mesum Ahmed yang semena-mena. Mata Si Arab mendelik, mulutnya berdecak-decak, mengecap lelehan-lelehan lendir vagina Keiko. Tangan Ahmed gemetar meraba kehalusan paha gadis itu yang jenjang.

“BLAHH, BLLA.HHhhh B.LA.LAA BLAAAAA…..BB!!Muachhh…!! Muachhhhh…!! rrrhhh, Muachhh, Cupphhh, Muachhh…!!BUfffhhh.. Blabbbhh…, Blaaabbhhhhh….!!” sambil menceracau tidak karuan dengan liar dan ganas Ahmed mengecupi selangkangan Keiko

Gadis cantik itu menggigit bibirnya untuk menahan desahan yang hampir keluar, kecupan dan jilatan-jilatan lidah Ahmed yang begitu taktis di wilayah tubuhnya yang terintim ternyata tidak mampu untuk meredam kemarahan Keiko yang memaki dengan kasar.

“Nah, bagaimana Nona Keiko ?? enak bukan ?? kebetulan saya lagi cari jodoh nich, saya masih single, belum pernah melahirkan, baik hati, penyayang,  maukah Nona menjadi pendamping hidup saya??“

“Keparat!! Siapa yang sudi!! Lepaskan akuu…!!LEPASKANN…!!”

“Bolehh, tapi setelah dilepaskan, Nona janji menjadi kekasih saya, bagaimana??” dengan muka temboknya yang khas, Ahmed mengajukan tawarannya, Keiko berpikir dengan cepat, ia mendapatkan sebuah ide untuk meloloskan diri, sambil berusaha tersenyum semanis mungkin ia mengangguk.

“Ha Ha Ha, aku mendapatkan seorang kekasih lagi, sebentar ya sayang, duh kasihan, pegal yahhh??“ sambil menggerayangi lekuk liku tubuh Keiko , Ahmed melepaskan ikatan di tangan dan kaki gadis itu kemudian si Arab meraih tubuh  Keiko yang bergidik jijik ketika Ahmed memeluk dirinya., Keiko menahan kepala Ahmed yang hendak mencaplok puncak payudaranya., mulut Ahmed ternganga lebar siap mengenyot buah susu gadis cantik itu yang ranum.

“Jangan Tuan,,,Jangannn,,  Maluuu….”

“Eh ?? malu ?? Malu sama siapa ?? “

“Emmmm, Malu sama.”

Keiko mengerlingkan ekor matanya kearah Ayaka dan Mihiro juga pada para serdadu Arab yang tengah berjaga sambil menonton pertunjukan panas yang aduhai, sesuatu menggembung di bagian selangkangan para serdadu yang rata-rata berwajah beringas.

“Ohhh, begitu, Ayaka  Mihiro….aku mempersilahkan kalian bedua untuk berjalan-jalan di kota dengan ditemani oleh para serdaduku,”

Mihiro tertawa kecil, sementara para serdadu berwajah beringas merayapi kemolekan tubuh Ayaka dan Mihiro sambil harap-harap cemas, berharap menjadi pelampiasan nafsu mereka. Ahmed tersenyum sambil kembali memeluk tubuh Keiko. Gadis itu berusaha menyembunyikan rasa jijik ketika bibir sumbing ahmed melumati bibirnya dengan rakus, sementara Ayaka dan Mihiro menjauh sambil bergandengan tangan, kedua gadis cantik itu diiringi para serdadu Arab berwajah beringas yang semakin horny mencium aroma tubuh keduanya di udara.

“Awhh…sebentar Tuann…, sebehhmmm… mmhhhh, Tunggu., hemmm mmhhhphhhh….!! Ah-ahh.. Tuannn,, sebentarrrrrhhhmmmhh…!!”

Tubuh Keiko meronta dalam belitan si Arab, bibir Ahmed yang sumbing memangut dan melumat bibirnya. Gadis cantik itu semakin resah ketika cumbuan si Arab mulai menggeluti batang lehernya, cumbuan liar Ahmed merambat turun hingga Keiko kelabakan menahan nafsu Ahmed yang menggebu-gebu, Keiko buru-buru menepiskan tangan Ahmed yang menggerayangi payudaranya..

“Jangan disini tuan, panasss, “ Keiko menuntun Ahmed ke arah pohon rindang di dekat benteng tembok yang mengelilingi istana si Arab, tembok kokoh itu tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 2 meteran.

“Tuan jangan nakal donggg…” Keiko menahan wajah si Arab yang menungkik hendak melahap kembali payudaranya.

“Waduhhh, Keiko…manissss, abang dah pengen nihhh, mau dong ah..” Ahmed merajuk dengan manja sambil berusaha memeluk Keiko yang berkelit hingga terlolos dari pelukannya. (Red : Huhhh ?? ABANGGGG ?!! wah , harus diadakan tes DNA nih, arab ato “ARAB” )

“Sini Tuannnn, sini …..ayo sini…”

“He he he he he.., ayo dooonnnggg…manis , ci-attttttt….!!”

Ahmed mendekati Keiko yang tengah bersandar pada dinding tembok yang kokoh itu,setelah memasang kuda-kuda, Ahmed menggeram keras kemudian melompat menerkam tubuh Keiko dengan nafsu yang membara.

“Hiiiihh….!!!”tiba-tiba Keiko bergerak dengan cerdik.

“EKHH…!!!JEDUGGGGG…………!!!NGUA-HAAH..!!.JEDUKK DUKKK… DUKKKK…  JEDUKKKK”

Rupanya Keiko meloloskan diri ke samping kemudian di saat yang besamaan tangannya menjambak rambut Ahmed dan menghantamkan kepalanya ke arah tembok berkali-kali hingga akhirnya Ahmed terkapar tanpa daya, mata Ahmed masih berkedip-kedip seakan-akan tidak percaya dengan kenyataan pahit yang dialaminya, dengan gemas Keiko menendang wajah Ahmed yang tengah mengerang, ditariknya pinggul Ahmed agar menungging, dengan sebuah ketimun disodoknya liang anus si Arab.

“JROSSHHHHHHH…..!!!”

“NGUUUHHHHH……!! “ Ahmed melenguh keras seperti seekor sapi yang tengah beranak kemudian kelojotan tak sadarkan diri dengan sebatang ketimun menancap dianusnya.

“Dasar, kunyuk cacat!! Hihh…, Bukk…bukk”

Berkali-kali Keiko menendangi tubuh Ahmed. Setelah puas ia mengendap-ngendap Keiko mendekati sebuah pos,hmm, hanya ada seorang prajurit Arab yang tengah berjaga, akhirnya setelah menguatkan diri dengan menahan rasa malu Keiko mendekati prajurit Arab bertubuh tegap itu. Gadis cantik itu memberanikan dirinya untuk menarik perhatian sang prajurit.

“Haiii….,Psstttt…Pssstttthh”

Keiko memberikan isyarat kepada prajurit yang tengah berjaga itu. Jari telunjuknya menempel di ujung bibirnya yang meruncing, tubuhnya menggeliat indah berusaha untuk memancing mangsa di hadapannya..

“HAHHH….?? Ceglukkk….!! BOOOMM!!”

Nafsu sang prajurit meledak sampai ke ubun-ubun. Ketika seorang gadis berwajah jelita menghampirinya dalam keadaan telanjang bulat, penis sang prajurit langsung mengeras siap untuk membantai lawannya. Bola matanya berputar-putar dengan liar, lelaki mana yang tak tergiur oleh kecantikan dan kemolekan tubuh Keiko Kitagawa.

“Uh-oh, Gilaa…!!Auhhhhh…”

Bagaikan seekor harimau lapar, tiba-tiba sang prajurit menggeram sambil menerkam tubuh molek gadis itu. Keiko membatin sambil menahan jeritannya ketika tiba-tiba sang prajurit menerkamnya, mau tak mau Keiko termegap  ketika prajurit itu menggeluti dirinya, berkali-kali wajah sang prajurit menyelip di sela-sela lehernya yang  jenjang..

“Calm down, tiger..,  what is your name ??”

“Ali…!!”

“Fuck me…,Aliii……, just fuck me..!!”

“Noo…!!”

Sang prajurit menjawab dengan tegas setelah hilaf untuk sesaat sang prajurit mencoba untuk bertahan antara tugas dan kesenangan, gairah dan ketegaran, nafsu dan prinsip hidup, namun sesuatu divselangkangannya berontak dengan liar, hanya membutuhkan sedikit sentuhan saja untuk menjatuhkan prinsip sang prajurit yang sudah miring 90 derajat.

—–

“No…”

“Yes…”

“NOOOO….!!!”Suara No berteriak keras

“YESSSSSS…..!!!”Suara yes berteriak lebih keras lagi.

“NOOOO OR YESSSSS….???”

“YESSSSSS OR NOOOOOO ???”

“NOO And YESSS…..AJA DEHH….”

“Kalau Noo ya NOOOOO, Kalau Yes Ya YESSSSS….”

Begitulah prinsip vs nafsu yang bercampur baur, berperang dengan sengit di benak sang prajurit yang semakin horny.

—–

Keiko tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya, bergelung keleher sang prajurit kemudian sambil berjingjit ia menarik leher sang prajurit, bibirnya merekah meraih bibir Ali, bibir sang prajurit yang balas melumat bibir gadis cantik itu, begitu rakus dan beringas, sementara kedua tangannya bergerak liar menggerayangi kemolekan tubuh gadis cantik itu, tubuh Keiko yang molek mungil tampak serasi dengan tubuh sang prajurit yang  tinggi kekar.

“Hsh-hshhhhh.., ah-aahh…., ohh mmmm-ahh”

Keiko kegelian ketika wajah sang prajurit terbenam di dadanya. Setelah menghisap-hisap payudara Keiko, dengan nafsu sang prajurit membuka pakaiannya, “cegluk” , kini giliran Keiko yang menelan ludah ketika sang prajurit meloloskan pakaian terakhirnya, sebatang penis yang besar panjang mengacung bagaikan sebuah meriam yang siap untuk meluluh-lantakkan tubuh Keiko yang molek, mulus tanpa cela. Dengan cepat keiko menyusun sebuah siasat, ia mencoba untuk menekan bahu sang prajurit agar mau berlutut di hadapannya.

“No-nooo, He he he, “

Sang prajurit menolak keinginan Keiko.

“Uh, But? Waa-it, Whoaa ?? !! “

Keiko terpaksa berlutut ketika tangan sang prajurit menekan bahunya agar berlutut dihadapan meriam besar itu. Mata Keiko Kitagawa melotot menatap sebatang penis besar dihadapan wajahnya, ia terpaksa memegang meriam besar di selangkangan sang prajurit yang menyodorkan batang besarnya  ke wajahnya. Mau tak mau Keiko gemetaran panas dingin ketika ia menggengam batang kemaluan sang prajurit yang besar.

“Wait, Wait… I…”

“SUCK IT….!!”Ali membentak dengan wajah beringas.

Dengan terpaksa Keiko membuka mulutnya, sang prajurit terkekeh senang sambil menjejalkan batang kemaluannya ke dalam mulut Keiko, tangan sang prajurit menjambak rambut Keiko kemudian mengayunkan meriam di selangkangannya, Duffhh Dufffhh, Duffhhh. Penis besar itu terayun-ayun dengan kasar.

“H-moughh, Hh-mufhhhh…!! HMMPHHHHH….!!!”

Keiko mencakar paha sang prajurit ketika penis besar itu semakin dalam mendeepthroatnya, siapa sangka cakaran Keiko justru membuat prajurit Arab itu semakin garang. Penis besarnya semakin dalam lagi mendeepthroat Keiko hingga ia termegap-megap kehabisan nafas, sesekali sang prajurit mencabut penisnya agar Keiko dapat bernafas kemudian kembali membenamkan batang penisnya mendeepthoat Keiko. Tangan kanan. Ali menekan belakang kepala Keiko sementara tangan kirinya menjambak rambut gadis cantik itu.

“Auhh, uhukkk, Cukup…, cuk-pppfhh… fffhhhh… Mmmhh”

“Good girllll…., Good Girllllll….!! Eat My Dick…YEAH…!!”

Ali semakin terlena mengayunkan batang penisnya sementara Keiko mengernyitkan keningnya ketika penis ali bergerak kasar menodai kesucian mulutnya. Lelehan lendir-lendir nafsu yang keluar dari mulut penis Ali berbaur dengan air liur Keiko, sesekali terdengar suara lenguhan  keras Keiko ketika Ali membenamkan batang penisnya dalam-dalam ke dalam mulut gadis itu hingga menusuk kerongkongannya. Setelah puas mendeepthroat gadis cantik itu, sang prajurit mendudukkan Keiko di pinggiran jendela tepat di samping sebuah senjata Ak-47 yang tergantung. Keiko yang masih terbatuk menyambut ciuman sang prajurit, lidah Ali bermain-main didalam rongga mulut gadis cantik itu, mengelus dan memijati lidah Keiko, sementara sepasang tangannya merayapi tubuh moleknya, meremas payudara Keiko  dengan kasar

Tubuh Ali bersujud sambil menyibakkan paha Keiko agar mengangkang, tangan Ali yang berbulu menahan paha mulus Keiko Kitagawa. Bola mata Ali mendelik menyaksikan kemolekan selangkangan si gadis Jepang yang cantik jelita itu.

“Ohhhhhhhh…. Tt-tunggu..A..li…,!!Ahhhhhhhh”

Keiko Kitagawa semakin merasa risih ketika dengan bernafsu sang prajurit menciumi pahanya hingga gadis cantik itu mendesah panjang tak kuasa menahan gejolak birahi  ketika tangan Ali merayap naik mengelusi pangkal pahanya sebelah dalam, ia terperanjat ketika jemari Ali mengelusi bulu-bulu jembut yang tumbuh tipis menghiasi permukaan Vaginanya, Ali tersenyum mesum sambil kembali menciumi paha Keiko sebelah dalam yang sensitif, ciumannya terus merambat naik, berkali-kali tangan Keiko berusaha menghalangi kepala Ali namun dengan kasar sang prajurit menepiskan tangan gadis itu,  mulut Ali berusaha mengejar selangkangan Keiko Kitagawa, sementara Keiko berusaha menahan kepala Ali yang mengejar sesuatu diselangkangannya, tangan Ali mencekal pergelangan tangan keiko dan mulutnya menungkik mencaplok belahan Vagina gadis cantik itu.

“Ahh-ahh, .AUHHH…!! Hssh.. Sssshhhh”

Tubuh Keiko tersentak bagaikan tersengat listrik tegangan tinggi  ketika mulut Ali berhasil menerkam selangkangannya, tanpa sadar Keiko mendesis-desis menahan rasa nikmat. Permainan bibir dan lidah Ali membuat keiko melayang terombang-ambing dalam pacuan birahi, sesekali lidah Ali mengorek belahan vagina gadis itu hingga nafas keiko terasa sesak, kemudian terpaksa merintih lirih ketika mulut Ali mengunyahi vaginanya dengan rakus.

Tangan Keiko melayang berusaha meraih senapan Ak-47 yang tergantung di samping jendela, sesekali gerakan tanganya tertahan di udara karena rasa geli serta nikmat yang begitu menyengat ketika mulut sang prajurit mengemuti bibir vaginanya sementara sepasang tangan Ali yang kasar merayap mengelusi kemulusan pahanya. Tiba-tiba saja mulut Keiko membentuk huruf O besar, matanya membeliak, tangannya yang hendak meraih senapan itu  jatuh di atas kepala Ali yang tengah menghisap-hisap belahan vaginanya, kuku Keiko terbenam dikepala sang serdadu.

“Uu-uhh,Ahhhhhhhhhh.. Crrrr Crrrr Crrrrr……”

Seluruh bagian tubuh Keiko tersengat oleh rasa nikmat yang menghujam ketika vaginanya berdesir hebat berdenyutan. Tubuh mulusnya mengejang sesaat kemudian gemetar hebat ketika cairan kenikmatannya diseruput oleh sang prajurit, suara rintihan kenikmatan berbaur dengan suara seruputan penuh nafsu, di saat sang prajurit terlena menyeruput cairan gurih itulah tangan kanannya kembali berusaha menggapai senapan Ak-47 yang tergantung. Keiko sengaja menjepit kepala sang prajurit dengan sepasang pahanya yang halus mulus sementara tangan kirinya membenamkan wajah Ali dalam-dalam  pada selangkangannya, sesuatu terayun di udara.

.“JEDAKKKK…!!”

Terdengar suara hantaman keras ketika dengan sekuat tenaga Keiko menghantam kepala sang prajurit dengan senapan Ak-47 ditangannya, dengan tumit, Keiko menendang dada sang prajurit hingga tubuh besar itu terjengkang ke belakang..

“HOAHHHH……!!URhhhhh…!!.“

Ali melotot sambil memegangi kepala dan dadanya, matanya berkedip beberapa kali menatap wajah gadis itu kemudian tertutup disertai lenguhan panjang, berkali-kali Keiko menarik nafas panjang berusaha mengisi rongga dadanya yang terasa sesak. Setelah berhasil menguasai diri, dengan terburu-buru Keiko segera memunguti dan memakai pakaian sang prajurit, setelah itu ia mengendap-ngendap kembali menuju tempat di mana Ahmed terkapar pingsan, ditariknya pinggul Ahmed hingga menungging kemudian dengan menggunakan bokong Ahmed sebagai pijakan Keiko menggapai tembok bagian atas, dan hiahhhh…!! gadis cantik itu berjuang mengangkat tubuh moleknya, untuk beberapa detik Keiko memperhatikan ke bawah, HMMMM, landscape berumput yang agak miring, setelah menimbang-nimbang sejenak akhirnya ia melompat turun kemudian berlari ke arah hutan….

*******************************

Sementara itu di tempat lain…

Sebuah mobil berhenti di depan taman pribadi milik Ahmed yang terletak di tengah kota, dua sosok tubuh molek melenggang menggairahkan memasuki taman pribadi yang tertata dengan apik, empat orang prajurit menghela nafas kesal ketika Hasan dan Halim menyuruh mereka untuk berjaga di depan gerbang taman itu sementara mereka berlari kecil mengejar Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi. Mihiro berbisik sambil memeluk tubuh Ayaka dari sebelah belakang, entah apa yang dibisikkan oleh Mihiro, Ayaka menatap dua orang pria Arab di hadapannya sambil tersenyum dikulum.

“OUHHH….!! TOINKK….!!”

“Wwa-UHH….!! TOink..!!”

Dua buah benda di selangkangan Hasan dan Halim berkelojotan kemudian mengejang ketika Mihiro menciumi batang leher Ayaka dari arah belakang. Ciuman-ciuman Mihiro yang menggebu disambut rintihan-rintihan lirih Ayaka yang membuat nafsu Hasan dan Halim semakin memuncak, wajah kedua pria itu memerah menahan desakan nafsu birahi. Nafsu Hasan dan Halim berkobar  dashyat ketika Ayaka mengerlingkan ekor matanya dengan nakal menggoda kedua orang pria Arab yang tengah melotot menyaksikan pertunjukan panas itu, mata mereka mendelik menyaksikan tangan kiri Mihiro menyusup masuk ke dalam kimono yang dikenakan oleh Ayaka, kemudian bergantian Mihiro meremas-remas sesuatu di bagian dadanya,sedikit demi sedikit Mihiro menyibakkan kimono Ayaka. Kedua gadis cantik itu tertawa nakal menyaksikan Hasan dan Halim yang  salah tingkah, berdiri tersiksa di atas bara nafsu birahi di taman itu, Hasan dan Halim berseru kagum ketika dengan gerakan yang gemulai Ayaka dan Mihiro saling melepaskan pakaian yang melekat menutupi tubuh molek lawannya.

“Hasan, Halim….kemarilah!!”

“Iya Nona, Iyaaa!” dengan semangat tinggi Hasan dan Halim menyahut, mereka segera menghampiri Ayaka dan Mihiro, mata kedua orang pria Arab itu tak pernah lepas merayapi tubuh molek yang kini sudah telanjang bulat tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka.

“Sekarang mari kita bermain!!”

“Kalian berlari dari ujung sini ke sana lalu kembali lagi ke sini jika sudah sampai di hadapan kami….”

“Segera lepaskan pakaian kalian…siapa yang lebih dahulu melepaskan pakaiannya akan mendapatkan hadiah istimewa dari kami!!”

Ayaka dan Mihiro saling bersahutan memberikan instruksi kemudian duduk berdampingan di atas kursi panjang berwarna gading sambil menyaksikan Hasan dan Halim yang bersiap untuk saling berlomba.

“Satu.., Dua…, TIGAA…!! MULAI..!!”

Mihiro berteriak keras memberikan aba-aba kepada Hasan dan Halim kemudian kedua pria itu langsung berlari saling mendahului sementara Ayaka dan Mihiro berteriak menyemangati mereka.

“Ayooo Hasannnn… Ayooo…..”

“Halimmmmm, jangan mau kalah  Halimmmmm….!!”

Terdengar suara merdu Ayaka dan Mihiro yang tengah mengompori perlombaan antara hasan dan Halim, saat tiba dihadapan Ayaka dan Mihiro kedua orang pria Arab itu berlomba melepaskan pakaian yang mereka kenakan. Hasan lebih cerdik dengan sekuat tenaga Hasan menjambret celana dalamnya sendiri, terdengar suara keras BREEEETTTTT….!!!

“HOREEEEE…..!! saya menanggggg…saya yang menang nonaa!!” Hasan berteriak sambil mengacungkan celana dalam robeknya yang sudah dekil berwarna kekuningan, sementara Halim mengelus dadanya sendiri kemudian menundukkan kepala ketika Ayaka dan Mihiro menghardiknya keluar dari dalam taman pribadi yang terletak di tengah kota.

“Wahhh, penis kamu besar sekali Hasan”

“Wawww??…keras amat sihh??”

Mihiro dan Ayaka mengapit Hasan. Tangan Ayaka mengelusi batang penis Hasan sementara Mihiro mengusapi dadanya yang berbulu lebat, tanpa membantah Hasan segera menuruti perintah Ayaka dan Mihiro yang menyuruhnya duduk di sebuah kursi panjang berwarna gading, kedua kaki Hasan mengangkang lebar. Ayaka dan Mihiro duduk mengangkang masing-masing di paha kanan dan kiri Hasan yang berbulu kemudian menggesekkan selangkangan mereka seolah sedang memijati paha Hasan dengan selangkangan mereka sementara tangan kedua gadis cantik itu memainkan batang penis Hasan yang besar panjang.

“Ouugghhhh….!!”

Hasan mengeluh keenakan, jika Ayaka mengocoki batang penisnya maka jemari Mihiro mengelusi buah zakarnya demikian juga sebaliknya, combo kedua gadis itu membuat hasan mengerang nikmat, erangan Hasan disambut oleh desahan-desahan Ayaka dan Mihiro yang menggairahkan. Aroma semerbak tubuh mereka membuat Hasan semakin mabuk oleh birahinya yang memanas.

“Bagaimana Hasan, kamu suka??” Mihiro tersenyum sambil terus menggerakkan selangkangannya mengeseki paha Hasan, sementara tangan Hasan berkeliaran, menggerayangi tubuh Ayaka dan Mihiro.

“Suka..!! saya suka sekali Nona Mihiro…”

“Kalau suka harus bilang Apaaaa ??”Ayaka mencubit kecil hidung HAsan.

“Terima kasih Nona Ayaka, Terimakasih Nona Mihiro…!! terimakasih…!!ARHHHHHH…. !!TERIMAHK KASIHHH….!!AUHH” Hasan berteriak keras ketika tiba-tiba ayaka  yang duduk dipaha kiri Hasan meremas buah zakarnya dengan kuat, dengan bernafsu hasan merengkuh pinggang Ayaka.

“Wha-awwww…, he he he,Hasannn, oughhhh…” Ayaka terkekeh kegelian ketika Hasan membenamkan wajahnya yang brewokan di antara belahan payudara gadis cantik itu, dengan rakus Hasan mencumbui belahan payudaranya kemudian melumat-lumat sepasang gunung semakin mengenyal, membusung indah, Ayaka membusungkan dadanya menyambut cumbuan Hasan yang menggeluti payudaranya.

“Adu-du-duhhh..! Owwww….!!ahhhhhh Hasannnnn, nikmatnyaaaa, Auhhhhh…!!“ mulut Ayaka ternganga membentuk huruf A ketika Hasan mengenyot puting susunya yang mengeras,

Sesekali Hasan membenamkan wajahnya pada belahan payudara Ayaka sambil menjilat dan mencumbui belahan payudara gadis itu hingga Ayaka mendesah dan merintih panjang. Dengan gerakan yang indah Mihiro turun dari paha hasan, bintang JAV cantik itu berlutut di antara selangkangan pria Arab itu. Mata Mihiro menatap tajam pada pasak besar di selangkangan pria Arab itu perlahan kepalanya turun mengejar sesuatu di selangkangan Hasan, tiba-tiba mulutnya menyergap benda itu, dicaploknya benda yang sudah menegang maksimal itu.dengan kasar.

“WHOAAHHHHH..!! Nona MIHIROOOO…..!!HUNGGH..URHHH..!”

Mata Hasan mendelik ke bawah, ia mengeluh sambil menjambak rambut Mihiro yang tengah asik menggeluti batang penisnya. Sungguh malang batang penis Hasan menjadi korban pelampiasan nafsu Mihiro, dicapluk, diemut, diciumi dengan bernafsu hingga mata Hasan mendelik – delik nikmat, apalagi ketika Ayaka ikut bergabung dengan Mihiro menyiksa batang penisnya yang besar panjang. Berkali-kali pria Arab itu mengeluh nikmat ketika mereka bergantian mengulum-ngulum kepala penisnya, bahkan dengan nakal kedua gadis itu mengigit-gigit kecil batang penis itu hingga Hasan mengerang dalam nafsu yang menggelegak. Hasan menyandarkan punggungnya ke belakang, wajahnya terangkat ke atas menatap indahnya langit biru di atas sana, kedua kaki hasan yang berbulu mengangkang lebar memberi kebebasan pada Ayaka dan Mihiro untuk menyantap dan mencumbui batang penisnya yang besar panjang. Dengan modal sebatang penisnya yang besar dan panjang itulah Hasan bagaikan seorang raja yang tengah diservice oleh kedua orang wanita cantik itu, tangan Hasan mengelusi rambut kedua gadis cantik itu, ia membiarkan Ayaka dan Mihiro memainkan batang penisnya sepuas yang mereka mau…hingga akhirnya Hasan memutuskan untuk menjadi tokoh yang lebih dominan dalam permainan yang semakin memanas.

“Sini..Nona, ikut saya, saya jamin pasti nikmat…!!.”

Kini giliran Hasan yang memberikan perintah, Mihiro dan Ayaka menurut , mereka ditarik ke dekat kolam air mancur ditengah taman itu, suara gemericik air terdengar semakin indah diiringi suara tawa mereka.

“OWWWWW…..!!hi hi hi, achh, Hasannn” tiba-tiba Mihiro menjerit keras, bagaikan seekor hewan yang kelaparan

Hasan menerkam tubuh Mihiro, mereka berdua bergulingan di atas rumput hijau, gulingan liar itu berhenti dalam keadaan Hasan menindih tubuh Mihiro. Desahan Mihiro membuat Hasan semakin bernafsu menggeluti tubuh mulus gadis itu. Erangan dan rintihan kenikmatan Mihiro terdengar saling menyambung ditengah deru nafas hasan, bibir Hasan semakin ganas mengecup, memanguti bibir Mihiro dengan rakus kemudian menjilat dan menghisapi leher Mihiro hingga meninggalkan bekas-bekas hisapan. Pangutan-pangutan Hasan yang panas semakin turun ke arah dada, untuk beberapa saat lamanya hasan menatap keindahan sepasang bukit kembar putih di dada Mihiro. Tangannya merayap mengelusi puncak payudara gadis itu bergantian yang kiri dan yang kanan setelah meremas-remas payudara Mihiro. Hap Hap Hap…mulut Hasan melumat-lumat payudara Mihiro, setelah puas memanguti dan menghisap-hisapnya, Hasan segera mengambil posisi bertempur, digeseknya belahan vagina Mihiro dengan kepala penisnya, mirip seperti sedang menggesek kartu kredit, digeseknya berulang-ulang hingga overlimit dan vagina Mihiro becek oleh cairan kewanitaannya.

“Hsssshhhhh… sssshhhhh….. ssssshhhhh” berulang kali Mihiro mendesis kuat  ketika kepala penis Hasan menekan kuat belahan vaginanya, Hasan terus berusaha  mendesakkan batang penisnya dengan paksa  menguakkan liang vagina Mihiro yang mungil, dengan kasar dihantam dan dibelahnya liang vagina bintang JAV cantik itu hingga Mihiro menjerit kuat.

“AWWWWWW….!! AHHHHHHHHHHHHHH…..!!”

“Hihhhh….!!!Jrebbbbb- Blusssshhhhh..!!”

Dengan gemas Hasan menjejalkan batang penisnya kuat-kuat, tubuh mungil Mihiro mengejang kemudian melenting hebat ketika benda di selangkangan Hasan semakin dalam membelah vaginanya, BRESSSSHHHH…!! BRESSSSHHHH…!! benda besar itu menyentak-nyentak dengan kasar..

“Ow-ow, Hasss…, Hasannnn pelan-pelann Aufffhhh…..!!OWAHHHH..!!” bola mata Mihiro sampai terbalik hingga kelihatan putihnya saja ketika batang besar itu menyodok dan memaku belahan liang vaginanya dalam-dalam..

“CROSSSHHH…. !! CROSSSSHHH…!! CROSSHHHH…!!“

“Ooo-waaaahhhh, Ahhh-Arrhhhh…, Amphunn AHHHHHH…!!”

Dengan bernafsu berkali-kali Hasan memakukan batang penisnya hingga Mihiro memekik keras. Tubuh mihiro menggeliat dibawah tindihan tubuh Hasan yang tengah berkutat mendesakkan batang penisnya pada cepitan vagina Mihiro. Gadis cantik itu menjerit keras ketika penis Hasan yang panjang terus membelah vaginanya hingga batang besar itu mentok tertancap di dalam vagina si gadis cantik itu.

“Wowww ??!! gimana rasanya ?? “

Ayaka menatap selangkangan Mihiro, ada benda besar panjang yang tertancap dengan sempurna di selangkangan bintang JAV cantik itu, ia bertanya penasaran pada Mihiro yang kewalahan ketika batang besar itu mulai bergerak mengocok-ngocok belahan vaginanya. Ayaka terpana menyaksikan tubuh Mihiro yang terguncang dengan hebat disodoki oleh batang penis Hasan.

“Auuhhh…!! Arrhhhh…., Mampus Aku, AHHHHHHHHHH….!!!oh-ohh OWWWWWW…..!!”

Ayaka tertawa kecil sambil meremas-remas payudara Mihiro yang terguncang hebat ketika Hasan meyodoki belahan vaginanya hingga belahan vagina Mihiro berteriak nyaring ketika ditumbuk oleh penis Hasan yang besar panjang.

“BLUPHH…!! BLUPHHH..!! JREB-BLUPPPH….!!!”

“Ahhhhh….!! Awwwww……!! Nnnnnnnggghh…!! Auhhhh…..!!”

“Unn-nnhhhh.., creeeetttt… crrr… rrrttttt…..”

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Hasan untuk merobohkan Mihiro. Tubuh mulus Mihiro menggeliat hebat kemudian terkulai dengan nafas yang berdengusan. Hasan mempergencar serangannya menghajar tubuh mulus Mihiro terkapar tanpa daya dengan full power Hasan menghentak-hentakkan batang penis besarnya menumbuk-numbuk liang vagina gadis cantik itu, bibir vagina Mihiro termonyong-monyong ketika Hasan menarik penisnya dan terlipat-lipat kedalam ketika Hasan menjejalkan penis besarnya dengan paksa, sesekali Mihiro berusaha menggoyang pinggulnya menyambut hentakan-hentakan batang penis Hasan. Ayaka mengecupi bibir Mihiro yang tak henti-hentinya mendesah dan merintih lirih. Butiran keringat melelehi tubuh Mihiro, nafas gadis itu berdengusan liar, matanya membeliak menahan nikmat sementara mulutnya kembali membentuk huruf O besar ketika penis besar hasan melesat meyodok-nyodok liang vaginanya. Dengan gemas Hasan menangkap kaki mulus Mihiro yang melejang-lejang kemudian mengangkangkan kedua kaki gadis itu mengangkang ke atas hingga pinggulnya sedikit terangkat, terdengar deru nafas Hasan yang kembali mengayunkan batang penisnya mencecar vagina Mihiro yang memar kemerahan. Hasan terus memacu Mihiro, mencekoki gadis itu dengan kenikmatan bertubi-tubi, memeras tenaga Mihiro habis-habisan.

“UNNGHHHHH… Crrrrr rrrttttttt…. Crrrrrrttttt”

Tubuh mulus Mihiro hanya sanggup menggelinjang lemah ketika cairan vaginanya kembali diperas oleh penis Hasan yang masih menembaki celah sempit itu dengan brutal, tiba-tiba saja dengan kasar Hasan mencabut batang besarnya dari cepitan liang vagina Mihiro. Tangan hasan  mengusap lelehan lendir kenikmatan Mihiro yang berwarna putih kental meluap dari celah vaginanya yang memar akibat disodok-sodok dengan kasar, diremasinya selangkangan gadis cantik itu dengan lembut hingga  Mihiro mendesah-desah panjang, ia merasa tubuhnya serasa remuk disetubuhi oleh pria kasar itu,  kedua matanya terpejam, nafasnya terengah kecapaian, buah dadanya bergerak turun naik seiring dengan desah nafasnya yang tak beraturan, tubuh moleknya mengkilap indah dilelehi butiran keringat..

“Eee, Auhh…, Huuhhh Aaaaaaaaaa…..hh”

Ayaka tergagap ketika Hasan menggeram sambil menubruk tubuhnya, nafas pria Arab itu berdengusan bagaikan seekor banteng yang kuat dan ganas, tangan mungil Ayaka berusaha menahan tubuh besar itu, namun apalah daya gadis cantik mungil seperti dirinya di tengah raungan birahi Hasan yang yang dahsyat, tangan Hasan membelit tubuh Ayaka hingga Ayaka kesulitan bernafas.

“Eshhhhhh-ah, ssshhh-ahh, Owwwww… Aduhhhh….!!” Tubuh mungil Ayaka berontak ketika Hasan menggigit-gigit gemas puncak payudaranya, pria Arab itu tidak peduli ketika Ayaka menjambak rambutnya, digelutinya payudara Ayaka sebelah kiri sebelum berpindah menggeluti payudara Ayaka sebelah kanan.

“Nona, Ohhh, Nona Ayakaaaa…..”

“HASANNN, Ouhhhh, Hasannnnnn….!!!”

Cumbuan liar Hasan semakin membuat Ayaka bergairah, Ayaka balas memeluk hasan kemudian berguling ke samping untuk merubah posisi, kini Ayakalah yang menindih tubuh Hasan. Vagina Ayaka bergeser ke atas meneduhi wajah Hasan yang langsung melumat-lumat selangkangan Ayaka dengan bernafsu, jeritan liar Ayaka disusul oleh geraman gemas Hasan yang tengah asik mengemuti belahan bibir vagina gadis itu.

“Akhhhh, Gilaaaa…!! Ohhhh Enakkk.. Oh-Oh-Owwww….!!terusss… terusssshhhhh..!!”

Ayaka mendesak-desakkan vaginanya pada mulut Hasan yang tengah melahap vaginanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak sanggup menahan derita kenikmatan. Jerit dan erangan panjangnya yang menggairahkan terdengar saling sambung menyambung menjadi satu, berbaur bagaikan opera mesum yang menggairahkan. Di tengah raungan kenikmatan Hasan mendorong tubuh Ayaka hingga jatuh ke belakang.

“Blukkk… UHHHHH….!!AWWWW…..!!”

Ayaka mengeluh ketika punggungnya terbanting di atas rerumputan yang mengelilingi kolam air mancur itu, sepasang kakinya yang mulus tertekuk mengangkang dengan pasrah,terdengar pekikan keras Ayaka ketika mulut Hasan menerkam vaginanya yang tengah mengangkang, Ayaka menggeser-geser pinggulnya berusaha menghindari rasa geli yang menyiksa di selangkangannya. Mulut Hasan seperti seekor lintah terus menempel di vagina Ayaka, sulit untuk dilepaskan.

“Emmmmmhhh, Hmmmmm…, Awwww, nnnhhhhh… Mmmmhhhh, Akssssshhhhhh, Ennnnnnnnnhhh!!!! crrrrrrr..  crreeetttt….. Srruccchhhh”

Sepasang kaki mulus Ayaka menjepit kepala Hasan kuat-kuat, gadis cantik itu mengejang hebat sebelum akhirnya tergolek disertai rintihan kecil, senyuman manis menghiasi wajah cantiknya, matanya menatap Hasan yang mulai menempelkan kepala penisnya, mengulek-ngulek belahan vaginanya.

“Aufffhhhh.. Ennnhhh, Afffhhhhhh…. OWAWWWWW….!!” jeritan keras Ayaka mengiringi keberhasilan kepala penis besar Hasan yang membelah vagina gadis itu yang peret.

“TAHANHASANNN….!! TAHAAkkhhhhhhh…. annnhhh.. ennnh”

mendengar jeritan Ayaka, Hasan malah melakukan sebaliknya, dijebroskannya batang besar itu hingga tubuh Ayaka tersentak mengejang hebat disertai erangan panjang gadis itu yang memilukan ketika dengan gerakan liar penis Hasan membor jepitan vaginanya.

“BLUSSSHHHHHH…..!!”

Penis hasan bergerak kasar mendesak dan membelah paksa liang Ayaka agar vagina mungil Ayaka bersedia menerima batang penisnya yang besar panjang. Mata Ayaka melotot ketika benda di selangkangan Hasan membongkar vaginanya dengan gerakan-gerakan yang liar penuh nafsu..

“NGGGGEEE-HEEEEHHH….!!MATI AKhuuu..,OWWW…!!”

Ayaka memekik, bersamaan dengan itu  tubuhnya kelojotan tak menentu ketika benda besar itu terbenam semakin dalam. Tanpa melepaskan kaitan penisnya dari vagina Ayaka, Hasan mengambil posisi berlutut mengangkang di atas kedua lututnya, diraihnya dan ditopangnya buah pantat Ayaka, kini Ayaka dalam posisi digendong dari sebelah depan oleh Hasan, sepasang kaki Ayaka bergelung membelit pinggang Hasan

Hasan tersenyum sambil  membelai wajah Ayaka yang jelita, diciuminya bibir Ayaka yang mendesah-desah sedari tadi, desahan Ayaka terdengar semakin keras dan sering ketika Hasan memacu lembut liang vaginanya, sesekali rintihan keras mengiringi tersentaknya tubuh molek gadis itu ketika Hasan berkali-kali meluncurkan roket besar di selangkangannya.

“Enak…, enakkk Ohh Hasannnn, enak sekaliiiii…. Utsshh, Crrrr Crrrrr…..”

Pria Arab itu mengecup kening Ayaka yang tengah dihantam rasa nikmat. Kini dengan gerakan yang lembut hasan memacu penis besarnya sambil mengumpulkan kembali tenaga untuk melakukan penyerangan lebih lanjut, kedua tangannya meremas-remas bongkahan buah pantat Ayaka, didesakkannya batang besar itu hingga Ayaka mendesah panjang sambil mendongkakkan kepalanya ke atas. Terkadang terdengar suara jeritan kecilnya. Ketika batang Hasan mengaduk-ngaduk lembut belahan vaginanya.

“Ugghh…!! Ugghhh..!! Ah-ah-ahh..!!! OW-AWWWWWWW….!!!”

Tiba-tiba saja tubuh Ayaka tersentak-sentak keatas dengan kuat dan semakin kuat, jeritannya melengking, pentungan besar di selangkangan pria Arab itu bergerak semakin cepat dan lebih cepat lagi mengocoki belahan vaginanya. Tangan Ayaka berkalung pada leher Hasan, ia berusaha mencari pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya yang terlompat–lompat hebat di atas batang penis Hasan yang besar panjang.

“Clep-clepp-clep-clepp…!!Blossshhhhhh…. Blllppppphhhh”

Dengan kekuatan penuh penis Hasan melesat menyerang vagina Ayaka yang mungil, dihajarnya celah sempit itu hingga Ayaka merengek  nikmat menahan sodokan-sodokan batang penis Arab  yang besar panjang, disodokinya celah vagina Ayaka hingga gadis itu menjerit setinggi langit.

“OWWWWW…!! Crrrr.. Crrrrttthhhhh Srrrrruchhhhh….”

“Dhubbb.. Dhubbbb.. Dhubbbbbb….!!”

Suara batang penis Hasan yang tengah menyodok belahan vagina. Keluhan Ayaka semakin sering terdengar, mengaduh, mengerang dan merengek-rengek kecil ditengah gerakan batang penis Hasan yang melesat prima terus membelahi liang vaginanya. Lidah Hasan terayun-ayun menjilati lelehan keringat di leher Ayaka, dengan gerakan yang lemah Ayaka mencoba menghempas-hempaskan vaginanya berusaha melakukan perlawanan. Gerakan persetubuhan antara Hasan dan Ayaka terlihat begitu indah, seorang pria berwajah beringas dengan seorang gadis cantik bertubuh mungil yang kewalahan menghadapi persetubuhan yang begitu liar dan ganas..

“Plefffhh.. Pleefffhhh… Plefffhhhh….”

Cukup lama ‘meriam’ besar di selangkangan Hasan terus membombardir liang vagina gadis cantik itu, memaksa Ayaka berkali-kali menjerit menikmati puncak klimaks sebelum akhirnya berdentum keras di dalam cepitan vaginanya. Ayaka merintih, Hasan mendekap tubuhnya dengan kuat bagaikan seekor pyton yang hendak meremukkan tubuh mangsanya. Sodokan batang penisnya semakin cepat dan cepat, dalam ketidak berdayaannya Ayaka mendesah panjang, vaginanya kembali berdenyutan dengan nikmat.

“Ahhhhhhhhhhhhhh Crrr Crrrrr…..”

“Kecrotttt… Croootttt…Cruooooottthhhh..!!!.”

Bersamaan dengan meledaknya cairan vagina Ayaka, batang penis Hasan juga menyemburkan lendir-lendir kenikmatan. Hasan tersenyum puas sambil melumati bibir Ayaka, dengan santai Hasan mencabut batang penisnya dari jepitan celah vagina Ayaka. Pria itu membaringkan tubuh Ayaka di atas rerumputan, ia sendiri berbaring dalam posisi mengangkang di samping tubuh gadis cantik itu yang tergolek lemas. Perlahan-lahan Miriho merangkak menghampiri Ayaka, ia tertawa sambil menundukkan kepalanya menghisapi  puncak payudara Ayaka yang bergerak turun naik seirama dengan desah nafasnya, kedua gadis cantik itu kembali bergelut dengan liar, saling mendesak-desakkan selangkangan mereka pada selangkangan lawannya, lumayan lama Ayaka dan Mihiro saling bergelut hingga butiran keringat semakin membanjir melelehi tubuh molek mereka yang tengah mengumbar nafsu birahi.

“Ah-ah, Ayakaa…Emmmhhh…!!.Crrrr…crrrrr…..”

“Mm-Mihirooo.. Mmmhhh…!! Serrrrrrrr.. Crrrtttttt…..”

Kedua gadis cantik itu mengejan kuat sambil mendesah panjang ketika puncak klimaks berdenyutan memeras cairan madu Ayaka dan Mihiro, desah nafas mereka memburu kencang saling bersahutan di tengah suara gemercik air mancur. Ayaka dan Mihiro merangkak, mereka mengepung selangkangan Hasan yang mendesah nikmat ketika keduanya berlomba mengulum dan menjilati batang penisnya yang kini terkulai keenakan dipermainkan oleh kedua gadis itu.

***************************

Di tengah hutan…

Sesosok tubuh molek berlari berusaha menyelamatkan diri, ia terus berlari hingga kelelahan, dengus nafasnya berhembusan tak teratur, tiba-tiba saja ia menengok ke arah samping kanan belakang.

“AHHHHHHHHHHHHH…..!!” Keiko Kitagawa berseru keras karena terkejut, detak jantungnya berpacu dengan deru nafasnya.

Berbarengan dengan seruan  Keiko…Yohana ikut berteriak keras…HUAAAAWWWW!!

Apakah yang membuat Keiko dan Yohana berbarengan berteriak kaget??

Yohana =è Kaget karena melihat jam dinding yang sudah di atas jam 12, ia langsung melompat keatas tempat tidur… ZZZ ZZZ ZZZZ….

Keiko =è Kagetnya disambung lain waktu…!!

He he he he he….

See u next time… ^_^

By : Yohana

Sumber : Kisah BB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: