h1

Alfi dan Lila, Si Dokter Cantik 3

January 7, 2010

Episode 3 dari 3 : Cinta dan Kebahagiaan buat Lila

Di kota H, di rumah ibu Lila.

Dr Lila

Dr Lila

Pagi itu Lila terlihat sedang asyik mengemut penis hitam Alfi. Gadis itu tampak begitu menikmati hal itu, dengan mata terpejam jemari lentiknya mencengram bagian pangkal batang sementara mulutnya dipenuhi sepertiga bagian batang termasuk ujungnya yang berkulup. Tak ada kocokan sedikitpun, Lila hanya menghisap kuat sambil mempermainkan lidahnya di sekitar leher penis bocah itu. Rasa manis dan gurih muncul dari mazi Alfi yang selalu keluar setiap saat dari lubang pipisnya tanpa henti

Bila ia bosan mencucup ujung kulupnya yang runcing sesekali ia tarik kulit penutup tersebut ke belakang hingga glans-nya yang bulat bagai sebuah tomat itu nampak sudah memerah. Lalu kembali mengemutnya.

Clek..cek…clek..cek..

“Ouhhh…ka..kakkk” rintih Alfi. Ia tak tahu entah sampai kapan Lila akan mengoralnya. Meski sudah lima belas menitan melakukan itu namun gadis itu tak kunjung merasa puas. Alfi berusaha keras bertahan agar tak berejakulasi di mulut Lila.

Plokk! Ketika akhirnya  penis Alfi terlepas dari bibir Lila.

“Besar banget sih!…” gumamnya sambil meremas gemas benda yang pernah merobek selaput daranya itu.
Read the rest of this entry »

h1

Alfi dan Lila, Si Dokter Cantik 2

January 7, 2010

Episode 2 dari 3 : Asmara dan Gairah

Kota H

Dr Lila

Dr Lila

Meskipun Alfi tak menginginkan hal tersebut malam itu terjadi padanya dan dokter Lila namun kejadian seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya pada setiap gadis yang pernah ia tiduri. Bukannya Lila menjadi suka dan ketagihan akibat di tiduri malahan gadis itu membenci dan mendampratnya habis-habisan. Atas saran dari Sriti, Alfi menelpon Niken dan menceritakan apa yang telah terjadi. Hari itu juga Niken dan Sandra dengan ditemani oleh masing-masing suami mereka datang ke kota H. Mereka berempat berencana mendatangi rumah Lila namun sebelumnya mereka menjemput Alfi dan Sriti terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan ke rumah Lila, Sriti memberikan penjelasan atas apa yang terjadi malam itu. ia sendiri tak menyangka jika semuanya akan berakhir kacau seperti ini, padahal awalnya ia dan Alfi bermaksud baik ingin menyelamatkan Lila dari Erik.

“Aduuuh Fi.. apa yang selama ini aku khawatirkan terjadi juga. Seharusnya kamu tak terlalu lama berjauhan dari kami karena aku tahu kamu akan kesulitan mengendalikan hasratmu. Kini aku benar-benar binggung harus bagaimana saat ini.” ungkap Sandra serius pada Alfi.

“Al..fi ngaku salah kak dan Alfi juga …sangat menyesal kak” jelas Alfi dengan wajah tertunduk penuh penyesalan.

“Se..benarnya selama di sini saya dan Alfi selalu ‘itu’ kok mbak Sandra. Bahkan setiap malam Alfi saya ‘kasih’. Karenanya saya ngga kuatir melepas Alfi sendirian bersama dokter Lila tadi malam itu” ujar Sriti menjelaskan tanpa bermaksud menyalahkan Alfi.
Read the rest of this entry »

h1

Office Cutie 6: Rapat nikmat Ala Ujang

December 4, 2009
  • Cerita ini hanyalah Fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/kejadian/peristiwa maka itu hanyalah kebetulan semata.
  • Bacaan Khusus dewasa, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read For Your Own Risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!)
  • Mkasih banget buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan  untuk memposting cerita-ceritaku.
  • Mkasih banget buat “Someone” yang sudah membantu merapikan & Ngedit ceritaku  Y^_^Y .
  • Nda lupa, makasih juga buat semuanya yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun ^_^
  • Say NO To Rape ,DRUG’S & Crime’s & Terorism in The Real World
  • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

*********************************

michelle

michelle

“Ujang… bikinin teh pahit ya…” aku menolehkan wajahku ke belakang kemudian tersenyum saat melihat wajah cantik Non Shasha, dengan sigap aku membuatkan teh pahit untuk kekasihku dan mengantarkan ke ruangannya setelah itu aku kembali meneruskan untuk mencuci piring.

Read the rest of this entry »

h1

Magical Dildo: Lust in Lift

December 4, 2009

Jam enam sore di gedung perkantoran berlantai 20 itu terlihat mulai lenggang, banyak karyawan kantor sudah pulang, yang tersisa hanya mereka yang lembur, satpam yang menjaga gedung, dan para petugas kebersihan yang menyelesaikan pekerjaannya. Zuhri adalah salah satu di antaranya, ia adalah office boy yang bekerja di kantor itu. Ia sedang mengumpulkan sampah-sampah di lantai 12 ke dalam bak sampah dorong sambil bersiul-siul kecil. Ketika sedang bersih-bersih di sebuah ruangan yang disekat partisi, matanya diam-diam mencuri pandang pada seorang gadis cantik yang sedang sibuk di depan komputernya sambil mengobrol lewat ponselnya. Gadis itu bernama Arline, 24 tahun, salah satu staff accounting di perusahaan asuransi yang terletak di lantai 12 itu, saat itu ia sedang menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi. Sudah sering Zuhri melongo dan menelan ludah karena pesona kecantikan Arline, apalagi gadis itu sering memakai baju seksi di kantor. Hari itu Arline memakai kemeja putih lengan pendek di balik blazernya dipadu rok biru tua yang menggantung sejengkal di atas lutut. Pahanya yang ramping dan mulus itu dibungkus stoking transparan yang senada dengan warna kulitnya. Zuhri merasakan celananya semakin sesak saja ketika lewat di depan gadis itu yang tersenyum basa-basi padanya.

arline

“Idiihhhhh” wajah Zuhri mendadak berubah saat ia memalingkan wajahnya ke depan, Mpok Minah tersenyum lembut  kepadanya,  kemungkinan besar Mpok Minah Naksir berat pada Zuhri, wajah Mpok Minah yang berbanding terbalik dengan Arline, bagaikan langit dan bumi, bagaikan hitam dan putih, yin and yang, membuat Zuhri bergidik membayangkannya

“Nasib…nasib…barang bagus tapi cuma bisa dipelototin aja!” keluhnya dalam hati.

Zuhri merasa bagai pungguk merindukan bulan, tentu saja dengan tampang yang jauh di bawah standar, wajah ndeso dengan bibir tebal juga kocek yang untuk menghidupi diri sendiri saja kadang setengah mati, mana mungkin bisa mendapatkan gadis cantik berpendidikan seperti Arline. Read the rest of this entry »

h1

Alfi dan Lila, Si Dokter Cantik 1

November 6, 2009

Kegelisahan dan Kesucian yang Ternoda

Suatu sore di tempat praktek Dr. Lila

dr Lila

dr Lila

“Tak ada yang perlu engkau kuatirkan, janinmu dalam keadaan sehat” ujar Lila pada Niken.

“Ada baiknya memasuki trismester pertama ini kalian jangan terlalu banyak berhubungan intim dulu agar tak membahayakan janin di dalam kandunganmu ”tambahnya lagi.

Bagi Lila, pasangan Niken dan Donnie adalah merupakan pasangan yang aneh, seperti halnya  Didiet dan Sandra. Mereka semua menjalani kehidupan kamar tidurnya dengan cara yang aneh. Mungkin orang lain menganggap prilaku mereka ‘menyimpang’  ‘abnormal’ atau ‘sakit’. Bahkan Lila juga mengetahui bahwa bayi yang dikandung Niken bukanlah berasal dari Donnie dan siapa bapak biologis sesungguhnya meski terlihat keduanya sangat berbahagia. Namun Lila tetap bersikap profesional dengan menjaga kerahasiaan masalah pasiennya apalagi Niken merupakan sahabat akrabnya sejak SMU dulu.

“La, kapan kamu menyusul aku?” Tanya Niken disaat Lila sedang memeriksa perutnya yang mulai membuncit

“Eng..a.pa?”

“Ah engkau ini.. tentu saja maksudku menikah!”
Read the rest of this entry »